PADANG – Gagasan mahasiswa untuk menjawab persoalan masyarakat mendapat ruang melalui Social Project Competition Sharia Young Leader Summit (SYLS) 2026. Kompetisi yang diumumkan BSI Scholarship ini membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia untuk mengembangkan proyek sosial, memperoleh pendampingan, hingga mengakses peluang pendanaan dari Bank Syariah Indonesia dan BSI Maslahat.

Pendaftaran kompetisi berlangsung pada 21 September–18 Oktober 2026 dan terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang D3, S1, atau sederajat. Setiap peserta harus membentuk tim beranggotakan tiga mahasiswa dari perguruan tinggi yang sama serta mengirimkan rancangan proyek sosial sesuai ketentuan penyelenggara. Informasi pembukaan kompetisi tersebut turut dipublikasikan Universitas Bung Hatta melalui laman kemahasiswaannya pada Selasa (22/9/2026).

Berbeda dengan perlombaan yang hanya menilai hasil akhir sebuah karya, kompetisi ini menawarkan kesempatan bagi peserta untuk melanjutkan gagasannya menuju tahap pelaksanaan. Penyelenggara menyediakan peluang pendanaan dan pendampingan agar rancangan proyek dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Punya ide untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat?” demikian ajakan BSI Scholarship dalam pengumuman Social Project Competition SYLS 2026 yang turut dipublikasikan Universitas Bung Hatta di Padang, Selasa (22/9/26).

Ajakan tersebut menyasar mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada pengembangan proyek sosial dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kompetisi ini, gagasan yang muncul dari pengamatan terhadap persoalan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi rancangan program dengan sasaran dan kegiatan yang lebih terarah.

Lima Regional Buka Kesempatan Mahasiswa Daerah

Salah satu ketentuan dalam Social Project Competition SYLS 2026 adalah penerapan sistem representasi regional. Penyelenggara membagi wilayah Indonesia menjadi lima regional untuk memastikan mahasiswa dari berbagai daerah memperoleh kesempatan mengikuti seleksi.

Regional pertama meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Sementara itu, regional kedua mencakup Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Mahasiswa dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat masuk regional ketiga. Regional keempat meliputi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Adapun regional kelima mencakup seluruh provinsi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pengelompokan tersebut mengacu pada lokasi perguruan tinggi peserta, bukan alamat tempat tinggal atau daerah asal mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa yang berkuliah di luar daerah asalnya mengikuti regional sesuai lokasi kampus.

Menurut ketentuan yang disampaikan penyelenggara, grand final akan diikuti finalis terbaik yang mewakili seluruh regional.

Skema ini memberikan ruang bagi mahasiswa dari perguruan tinggi di luar pusat-pusat pendidikan besar untuk menghadirkan gagasan sosialnya. Persoalan yang diangkat setiap tim juga berpeluang mencerminkan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Misalnya, mahasiswa dapat menemukan persoalan terkait akses pendidikan, pengelolaan lingkungan, atau pemberdayaan ekonomi ketika melakukan pengamatan di masyarakat. Meski demikian, bidang proyek dan ketentuan tematik yang diperbolehkan tetap harus diperiksa dalam booklet resmi kompetisi.

Dari Proposal Menuju Lima Tim Finalis

Mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi wajib menyiapkan deck social project, yakni dokumen presentasi yang menjelaskan rancangan proyek sosial secara ringkas dan sistematis.

Dokumen tersebut menjadi bagian dari persyaratan yang harus dikirimkan setiap tim. Ketentuan mengenai format, isi, dan prosedur pengumpulan mengacu pada booklet resmi penyelenggara.

Setelah pendaftaran ditutup pada 18 Oktober 2026, proses seleksi penyisihan berlangsung pada 19–26 Oktober. Penyelenggara kemudian menjadwalkan pengumuman 15 tim yang lolos pada 28 Oktober 2026.

Kelima belas tim tersebut akan mengikuti tahap semifinal pada 14–16 November 2026. Dari proses ini, jumlah peserta kembali disaring menjadi lima tim yang diumumkan pada 30 November 2026.

Tahap grand final dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Desember 2026. Pada tahap akhir tersebut, lima tim finalis akan mengikuti rangkaian kegiatan untuk menentukan tiga penerima penghargaan utama.

Jadwal seleksi memberi peserta waktu sekitar empat minggu sejak pembukaan pendaftaran untuk menyusun proposal. Mahasiswa perlu memperhitungkan waktu pembentukan tim, pengumpulan informasi lapangan, dan penyusunan dokumen sebelum batas akhir pendaftaran.

Rancangan proyek yang disusun berdasarkan persoalan nyata juga memerlukan pengenalan terhadap calon penerima manfaat. Tanpa informasi tersebut, sebuah kegiatan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang hendak dibantu.

Hadiah Rp18 Juta, Finalis Dapat Fasilitas Perjalanan

Penyelenggara menyiapkan total hadiah uang Rp18 juta bagi tiga tim yang meraih penghargaan utama dalam kompetisi.

Juara pertama memperoleh hadiah Rp10 juta, trofi, dan sertifikat. Juara kedua mendapatkan Rp5 juta, trofi, serta sertifikat, sedangkan juara ketiga menerima Rp3 juta berikut trofi dan sertifikat.

Informasi mengenai besaran hadiah dan kesempatan pendanaan tersebut juga tercantum dalam pengumuman kompetisi yang diterbitkan Universitas Bung Hatta.

Selain hadiah uang, seluruh finalis mendapatkan fasilitas transportasi pergi-pulang menuju lokasi grand final. Penyelenggara turut menyediakan akomodasi selama kegiatan yang meliputi penginapan, konsumsi, dan transportasi lokal.

Dukungan perjalanan memiliki arti tersendiri bagi mahasiswa dari luar daerah penyelenggaraan. Peserta yang harus menempuh perjalanan antarpulau dapat mengikuti grand final tanpa menanggung sendiri seluruh kebutuhan perjalanan dan akomodasi yang telah disediakan panitia.

Kompetisi ini juga menawarkan kesempatan memperoleh pendanaan proyek sosial dari Bank Syariah Indonesia dan BSI Maslahat. Peserta berpeluang mendapatkan pendampingan dalam melaksanakan rancangan proyek yang telah disusun.

Kendati demikian, informasi yang diumumkan belum merinci nominal pendanaan lanjutan maupun mekanisme penetapan penerimanya. Kesempatan tersebut juga tidak boleh disamakan dengan hadiah uang yang telah ditetapkan bagi tiga pemenang.

Melanjutkan Tradisi Proyek Sosial Mahasiswa

Social Project Competition bukan kegiatan yang baru muncul dalam rangkaian Sharia Young Leader Summit.

Dalam penyelenggaraan SYLS 2022, Bank Syariah Indonesia dan BSI Maslahat juga mengadakan kompetisi proyek sosial sebagai bagian dari kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan minat pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Laporan keberlanjutan Bank Syariah Indonesia tahun 2022 mencatat bahwa juara pertama kompetisi proyek sosial ketika itu berasal dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Posisi kedua diraih tim Universitas Mataram, sedangkan posisi ketiga ditempati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Riwayat tersebut memberikan gambaran bahwa kompetisi proyek sosial telah menjadi bagian dari kegiatan SYLS pada penyelenggaraan sebelumnya.

Pada 2026, kesempatan yang ditawarkan tidak hanya berupa penghargaan terhadap rancangan terbaik, tetapi juga peluang memperoleh dukungan untuk melaksanakan proyek.

Bagi mahasiswa, kegiatan semacam ini memungkinkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Penyusunan proyek juga menuntut kemampuan bekerja sama, mengidentifikasi persoalan, mengelola sumber daya, dan merancang kegiatan yang dapat dilaksanakan.

Sementara bagi masyarakat, manfaat kompetisi baru dapat dirasakan ketika gagasan yang dikembangkan peserta benar-benar dijalankan dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Karena itu, keberlanjutan proyek setelah kompetisi menjadi salah satu persoalan penting dalam pengembangan program sosial mahasiswa. Dukungan pendanaan dan pendampingan yang ditawarkan penyelenggara membuka kesempatan untuk membawa rancangan tersebut melampaui tahap presentasi.

Pendaftaran Dibuka hingga 18 Oktober 2026

Mahasiswa yang berminat mengikuti Social Project Competition SYLS 2026 dapat mengakses informasi pendaftaran dan booklet melalui tautan https://linktr.ee/BSI_Scholarship.

Penyelenggara juga mencantumkan nomor narahubung +62 851-1133-5140 untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Calon peserta perlu memastikan seluruh anggota tim berasal dari perguruan tinggi yang sama dan berstatus mahasiswa aktif. Dokumen rancangan proyek harus disiapkan sesuai ketentuan booklet sebelum batas akhir pendaftaran pada 18 Oktober 2026.

Dengan penerapan representasi lima regional, kompetisi ini memberi kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai wilayah untuk membawa persoalan masyarakat di sekitarnya ke tingkat nasional. Gagasan yang terpilih selanjutnya memiliki peluang mendapatkan dukungan agar dapat diwujudkan menjadi kegiatan sosial yang berjalan di lapangan.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version