Jakarta – Di tengah dinamika global yang terus berubah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar keuangan syariah, melainkan juga pusat gagasan dan inovasi ekonomi Islam internasional.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Minggu (24/5/2026). Menurutnya, Indonesia memiliki modal strategis untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem ekonomi syariah global. Faktor stabilitas sosial, keamanan nasional, hingga lingkungan yang kondusif menjadi kekuatan utama untuk melahirkan pemikiran ekonomi Islam yang lebih berkembang dan relevan dengan kebutuhan dunia.

“Sekarang sudah waktunya kita memberikan kontribusi yang lebih produktif untuk menjadi konsumsi masyarakat dunia. Bukan lagi kita harus menanti apa-apa yang lahir dari masyarakat Timur Tengah. Indonesia adalah wilayah yang paling kondusif untuk berpikir jernih, genuine, dan tidak ada perang di sekitar kita,” tegas Nasaruddin Umar.

Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan pemerintah bahwa Indonesia tidak cukup hanya menjadi konsumen produk atau konsep ekonomi Islam dari negara lain. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia serta pengalaman panjang dalam praktik ekonomi berbasis syariah, Indonesia dipandang mampu menjadi pusat pemikiran, pengembangan teknologi, hingga inovasi sistem ekonomi Islam yang lebih inklusif.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sendiri selama ini dikenal sebagai organisasi nirlaba yang menghimpun akademisi, praktisi ekonomi, birokrat, serta pakar ekonomi Islam. Organisasi ini aktif memperkuat literasi ekonomi syariah melalui kolaborasi bersama pemerintah, otoritas jasa keuangan, hingga sektor usaha untuk mempercepat kemandirian ekonomi umat.

Dalam forum tersebut, Menag juga mengingatkan kepengurusan baru MES agar menyelaraskan program kerja dengan agenda strategis pemerintah, terutama penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi industri yang menjadi prioritas nasional. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sejalan dengan misi penguatan ekonomi syariah berbasis kesejahteraan masyarakat.

“Saya mohon kepada kita semuanya dengan dilantiknya pengurus baru MES, insya Allah paling tidak kita juga bisa memberikan kontribusi kepada Bapak Presiden kita yang selama ini banyak berbicara tentang ekonomi hilir, ekonomi mikro, hilirisasi, dan program yang pro-kerakyatan. Itu saya kira sangat paralel dengan misi-misi MES,” ujar Menag.

Nasaruddin Umar optimistis sinergi antara MES dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam dapat memperkuat pondasi ekonomi nasional berbasis syariah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor tersebut akan menjadi langkah penting menuju kemandirian ekonomi Indonesia yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa melahirkan Indonesia baru di masa depan, yang sesuai dengan harapan umat dan juga sesuai dengan harapan bangsa Indonesia. Di mana syariah diurus, di situ ada berkah yang akan melimpah,” pungkasnya.

Pelantikan dan rapat kerja nasional tersebut juga dihadiri Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, sejumlah tokoh ekonomi syariah nasional, pengurus MES, serta jajaran menteri dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih. Momentum ini dinilai menjadi langkah awal memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi Islam di tingkat global.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version