Tasikmalaya – Ratusan siswa di SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami gejala sakit perut, mual, hingga diare secara bersamaan pada Kamis 09 April 2026. Kejadian ini diduga berkaitan dengan konsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di lingkungan sekolah sehari sebelumnya.
Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika seorang siswi bernama Meisya Nur Aidin dari kelas X.9 tiba-tiba pingsan di area sekolah. Setelah mendapatkan pertolongan pertama dan kembali sadar, diketahui bahwa sebelumnya ia mengalami keluhan sakit perut dan diare. Pihak sekolah kemudian melakukan penelusuran dan menemukan adanya indikasi serupa pada siswa lain. Dari pendataan awal, sekitar 119 siswa dilaporkan mengalami gejala yang sama.
Situasi semakin berkembang ketika pada pukul 12.00 WIB, siswi lain, Dea Silviana Bahtera dari kelas X.8, mengalami sakit perut hebat dan diare hingga harus dilarikan ke Puskesmas Cisayong. Di lokasi tersebut, ditemukan pula siswi lain, Mitha Aulia Putri, yang telah lebih dahulu mendapatkan penanganan medis akibat dehidrasi sedang.
“Setelah kejadian pertama, kami langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan. Banyak siswa yang mengeluhkan gejala serupa sehingga kami berkoordinasi dengan pihak puskesmas,” ujar Rika Humaira, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMAN 1 Cisayong.
Pihak sekolah kemudian memilah siswa berdasarkan tingkat keparahan gejala. Dari total 14 siswa dengan kondisi lebih serius, sebanyak 8 siswa dirujuk ke Puskesmas Cisayong menggunakan ambulans. Sementara itu, orang tua siswa juga mulai melaporkan kondisi anak mereka yang memburuk di rumah, sehingga pihak sekolah turut membantu proses penjemputan untuk mendapatkan penanganan medis.
Koordinasi lintas instansi pun dilakukan. Tim sekolah bekerja sama dengan Muspika Kecamatan Cisayong, pihak kepolisian, dan TNI setempat untuk menangani kejadian luar biasa (KLB) ini. Selain itu, pihak penyedia makanan MBG, yakni Dapur Salman yang bermitra dengan SPPG, turut dilibatkan dalam penelusuran penyebab kejadian.
Hingga malam hari, total 21 siswa telah mendapatkan penanganan di puskesmas. Sebagian besar di antaranya diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik. Namun, satu siswa harus dirujuk ke RSUD KHZ Mustofa Singaparna untuk perawatan lebih lanjut.
Pada Jumat (10/04/2026), kondisi sebagian besar siswa dilaporkan berangsur membaik. Total siswa yang terdampak hingga hari tersebut mencapai 125 orang. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Tasikmalaya untuk diuji lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, terutama terkait pengawasan distribusi makanan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah memastikan akan terus memantau kondisi siswa serta menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.



