Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Stok Daging Aman, 13.000 Sapi untuk Idul Adha Samarinda

Pasokan Sapi Meningkat Menjelang Idul Adha di Samarinda
Daerah AminahAminah9 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda, Maskuri, mengumumkan bahwa stok daging di kota ini dipastikan aman menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2023. Lebih dari 13.000 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi telah direkomendasikan, meningkat tajam dari jumlah tahun sebelumnya yang hanya 5.000 ekor. Selasa, (27/6/2023).

Pada hari Minggu lalu, Maskuri mengungkapkan bahwa sekitar 9.000 ekor sapi telah tiba di Samarinda. “Rekomendasi mencapai 13 ribu ekor yang tersedia, sementara kebutuhan kita mengacu pada tahun 2022 sekitar 5 ribu ekor. Jadi, artinya jumlah kebutuhan di Samarinda sudah terpenuhi,” ujarnya.

Pasokan Sapi untuk Samarinda dan Daerah Sekitarnya

Maskuri juga menjelaskan bahwa pasokan sapi ini tidak hanya untuk Samarinda, tetapi juga tersedia bagi daerah lain seperti Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan, mengingat Samarinda sebagai pintu masuk bagi ternak.

Penambahan jumlah sapi ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pada tahun sebelumnya, jumlah sapi terbatas akibat adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan situasi pandemi yang mempengaruhi tingkat permintaan. Namun, pada tahun ini, situasinya berbeda dengan dicabutnya status pandemi oleh pemerintah.

“Kita menyediakan sapi tidak hanya untuk Samarinda, tetapi juga untuk wilayah di luar kota. Tahun lalu jumlahnya agak sedikit karena dibatasi oleh adanya PMK. Jumlah sapi tidak mencapai 7.000 karena kami membatasi masuknya hewan dan juga akumulasi dampak pandemi,” jelas Maskuri.

Meskipun telah bebas dari PMK dan pandemi, dokumen-dokumen yang diperlukan tetap penting, terutama ketika sapi datang dari daerah lain. Dokumen yang harus lengkap meliputi uji laboratorium, PCR, dan karantina selama 14 hari.

Maskuri menjelaskan bahwa persyaratan tersebut penting untuk mencegah kebobolan, mengingat virus tersebut dapat bertahan hingga 5 tahun secara klinis. Oleh karena itu, keberadaan dokumen yang lengkap tetap diperlukan.

“Dokumen masih tetap berlaku karena kami tidak ingin ada kebobolan. Oleh karena itu, kami memperketat vaksinasi. Kesepakatan kami dengan karantina dan pemasok adalah menahan sapi yang tiba di pasar hewan selama satu malam dan melakukan vaksinasi minimal vaksin pertama,” terangnya.

Perhatikan Tanda Gantung dan Dokumen Sapi saat Membeli Hewan Kurban

Selain itu, Maskuri juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tanda gantung pada sapi yang dibeli saat memilih kurban. Ear tag dengan tanda kuning tersebut berisi informasi tentang sapi, seperti asal sapi, status vaksinasi, dan informasi data lainnya. Ia menegaskan pentingnya mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari penjual sapi, dan jika penjual menolak memberikan SKKH, hal tersebut harus dipertanyakan.

“Maka dari itu, kami menghimbau kepada masyarakat, dengan bantuan teman media, untuk membeli sapi yang dilengkapi dengan ear tag tanda kuning karena itu tempat informasi data status hewan. Informasi tersebut mencakup asal sapi, pemiliknya, umurnya, dan harus dilengkapi dengan dokumen SKKH,” tutupnya.

Dengan ketersediaan stok daging yang aman dan langkah-langkah pencegahan yang diterapkan, masyarakat Samarinda dapat menjalankan perayaan Idul Adha dengan lebih tenang dan memastikan keamanan serta kesehatan daging yang dikonsumsi.

Silakan Bekomentar
Idul Adha PKH Qurban
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Semangat Baru Olahraga Tasikmalaya, PB IGOCIS Siap Cetak Atlet Muda

Rembug KTNA 2025 Kukar Bahas Ketahanan Pangan Nasional

Sajian Bersama Bogasari Bangkitkan Semangat Wirausaha di Tasikmalaya

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.