Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

AI dan Tradisi Lokal Jadi Senjata Hadapi Bencana

Integrasi teknologi canggih dan kearifan lokal dinilai sebagai solusi paling efektif untuk memperkuat mitigasi bencana nasional.
Pendidikan MarlinaMarlina24 Mei 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
teknologi AI dan kearifan lokal dalam mitigasi bencana
Pakar komunikasi kebencanaan Muhamad Hidayat (dok/marlina)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko bencana, pendekatan ganda berbasis teknologi mutakhir dan warisan lokal kini menjadi sorotan. Dalam konferensi pers bertajuk Edukasi dan Teknologi Penanggulangan Bencana yang digelar di Hotel Santika pada Jumat (23/5/2025), pakar komunikasi kebencanaan Muhamad Hidayat menyerukan pentingnya sinergi antara Artificial Intelligence (AI) dan kearifan lokal dalam strategi nasional menghadapi bencana.

Hidayat menyampaikan bahwa AI telah mulai digunakan oleh BMKG untuk prediksi cuaca dan gempa. Namun, menurutnya, penerapan teknologi ini masih jauh dari optimal. Ia menekankan pentingnya membangun sistem peringatan dini otomatis berbasis machine learning dari data bencana masa lalu untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan respon.

“AI bukan hanya untuk memprediksi, tapi harus menjadi alat evakuasi, logistik, hingga respons cepat saat bencana terjadi,” tegasnya.

Lebih jauh, Hidayat mendesak dibentuknya Pusat Data Nasional AI agar informasi mitigasi menjangkau hingga ke desa-desa. Ia mengingatkan agar jargon “desa tangguh bencana” tidak hanya jadi slogan tanpa dukungan teknologi memadai. “Investasi awal sangat terjangkau. Cukup lima dolar per orang menurut World Bank, jauh lebih murah dari biaya kerusakan pasca bencana,” tambahnya.

Namun, tidak semua bergantung pada teknologi. Hidayat juga mengangkat pentingnya kearifan lokal seperti struktur Rumah Gadang di Sumatra Barat, rumah panggung di Jawa Barat, serta kepercayaan terhadap perilaku hewan sebagai pertanda alam. “Sistem alamiah ini terbukti sejak dulu,” ujarnya.

Dalam presentasinya, ia juga mengusulkan model kolaboratif pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, media, dan sektor swasta. “Edukasi kebencanaan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus kolaboratif dan masif,” kata Hidayat.

Ia menekankan program SPAB dan PAB sebagai fondasi penting di dunia pendidikan. Sekolah harus menjadi pusat kesiapsiagaan, tidak sekadar ruang belajar. Ia menyebut perlunya keaktifan humas sekolah dalam menyuarakan kampanye kesiapsiagaan.

Di tingkat rumah tangga, ia mendorong penerapan solusi sederhana seperti sumur resapan dan biopori sebagai bagian dari edukasi mandiri. “Banjir itu bukan nasib, tapi kelalaian yang bisa dicegah,” jelasnya.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Ia menyoroti lemahnya komunikasi publik terkait potensi gempa megathrust. “Banyak informasi penting hanya berputar di kalangan elite. Masyarakatlah yang seharusnya tahu dan siap. Ini soal kepercayaan dan harus dibantu influencer,” tutupnya.

Silakan Bekomentar
edukasi bencana kearifan lokal mitigasi kebencanaan Muhamad Hidayat SPAB
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.