Minuman rempah seperti bandrek menjadi warisan kuliner khas Indonesia yang tak lekang oleh waktu. Di tengah maraknya tren minuman kekinian, bandrek tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mendambakan kehangatan alami dan manfaat kesehatan dalam satu tegukan.
Bandrek berasal dari tanah Sunda, dibuat dari campuran rempah-rempah seperti jahe merah, cengkeh, serai, kayu manis, dan dipermanis dengan gula aren. Kombinasi ini menghasilkan rasa pedas-manis yang khas, sekaligus memberikan manfaat kesehatan karena kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral alami.
Minuman ini bukan hanya menjadi penghangat tubuh saat cuaca dingin, tapi juga menjadi solusi herbal rumahan untuk menjaga daya tahan tubuh. Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, bandrek hadir sebagai alternatif minuman fungsional yang mudah dibuat dan aman dikonsumsi segala usia.
Komposisi Alami yang Sarat Manfaat
Segelas bandrek mengandung bahan-bahan alami yang masing-masing memiliki fungsi kesehatan tersendiri:
Jahe Merah: Mengandung gingerol, antioksidan kuat yang bersifat antikoagulan dan membantu menurunkan kolesterol.
Cengkeh: Kaya akan minyak atsiri yang berperan dalam meningkatkan nafsu makan serta memperkuat fungsi hati dan jantung.
Serai: Mengandung magnesium, fosfor, dan folat yang membantu menjaga sistem imun dan kesehatan saraf.
Kayu Manis: Memiliki minyak atsiri dengan sifat antiseptik, antiperut kembung, dan antirematik.
Gula Aren: Memiliki indeks glikemik rendah (35) dan mengandung asam amino serta vitamin, menjadikannya pemanis yang lebih sehat dibandingkan gula putih.
Tak hanya itu, komposisi bandrek juga bersifat sinergis. Artinya, ketika bahan-bahan ini disatukan dan direbus, manfaatnya dapat saling mendukung dan memperkuat efek kesehatan yang diberikan.
Cara Sederhana Membuat Bandrek Sendiri di Rumah
Bandrek mudah sekali dibuat di rumah. Bahan-bahannya tersedia di pasar tradisional maupun swalayan. Berikut langkah singkatnya:
- Siapkan bahan: Jahe merah yang sudah digeprek, serai, cengkeh, kayu manis, dan gula aren.
- Rebus semua bahan dalam air mendidih selama 10–15 menit.
- Saring air rebusan, dan minuman bandrek siap disajikan dalam keadaan hangat.
Minuman ini bisa dikombinasikan dengan susu, kelapa muda, atau kolang-kaling jika ingin variasi rasa dan manfaat tambahan.
Bandrek, Lebih dari Sekadar Minuman
Dari aspek kesehatan, bandrek memberikan banyak keunggulan yang relevan untuk gaya hidup modern:
- Menghangatkan tubuh secara alami tanpa efek samping bahan kimia.
- Membantu meredakan gejala flu, batuk, dan nyeri otot karena efek antiinflamasi dari jahe dan kayu manis.
- Mendukung sistem imun tubuh berkat kandungan vitamin dan mineral dari rempah-rempah.
- Mengontrol kadar gula darah karena pemanisnya berasal dari gula aren yang lebih ramah bagi penderita diabetes dibandingkan gula rafinasi.
- Meningkatkan metabolisme dan pencernaan, membuat tubuh lebih berenergi dan ringan.
Dengan manfaat sebanyak ini, bandrek pantas disebut sebagai “superdrink lokal”. Dibandingkan minuman instan yang mengandung gula tinggi dan zat aditif, bandrek justru menawarkan pendekatan alami yang sesuai dengan prinsip kesehatan holistik.
Menjaga Tradisi, Menjaga Kesehatan
Di berbagai daerah di Indonesia, bandrek biasa disajikan di warung kopi, angkringan, hingga rumah-rumah warga sebagai minuman jamuan. Masyarakat Sunda secara turun-temurun menggunakan bandrek sebagai penghangat tubuh saat musim hujan atau saat bepergian ke dataran tinggi.
Menariknya, kini bandrek juga mulai diangkat dalam produk komersial modern. Banyak UMKM yang mengemas bandrek dalam bentuk instan, serbuk, hingga kapsul herbal, agar mudah dikonsumsi kapan saja. Ini menunjukkan bahwa bandrek tetap relevan dan bisa beradaptasi dengan zaman.
Namun, minuman ini akan lebih terasa otentik jika dibuat sendiri di rumah. Selain lebih segar, kita juga bisa mengatur takaran dan menyesuaikan rasa sesuai selera. Membuat bandrek bisa menjadi kegiatan sehat sekaligus sarana melestarikan budaya kuliner Nusantara.
Dengan segala manfaatnya, bandrek sepatutnya tak hanya dikenang sebagai minuman tradisional, tapi juga dijadikan bagian dari gaya hidup modern yang sehat dan sadar akan kekayaan alam Indonesia.



