Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

25 Jul 2026
1 2 3 … 836 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026

    Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

    22 Jul 2026

    Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

    21 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

Desakan DPR agar izin perusahaan di kawasan DAS Batang Toru dicabut menguat usai bencana banjir bandang dan tsunami kayu.
Lingkungan AisyahAisyah2 Des 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak
Gelondongan kayu yang menumpuk. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Gelondongan kayu yang menumpuk di pemukiman warga Batang Toru bak “tsunami kayu” menjadi simbol muram rusaknya hutan di hulu. Di tengah kemarahan publik, DPR mendesak pemerintah tak lagi sekadar memanggil perusahaan, tetapi benar-benar menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menilai kerusakan ekologis dan dampak sosial banjir bandang di Batang Toru telah memasuki fase darurat. Ia meminta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tidak sekadar berpegang pada pendekatan administratif, tetapi menggunakan kewenangan penuh untuk menjatuhkan sanksi.

Ratna menegaskan perusahaan tambang dan perkebunan yang beroperasi di sekitar DAS Batang Toru harus dimintai pertanggungjawaban.

“Kerugian yang muncul sangat nyata. Ini bukan lagi soal dipanggil atau tidak, mereka harus bertanggung jawab. Saya minta pemerintah mencabut izin semua perusahaan yang terbukti merusak lingkungan di kawasan DAS Batang Toru. Begitu juga perusahaan atau pertambangan lain di berbagai wilayah yang jelas-jelas merusak lingkungan,” ujar Ratna, Selasa (2/12/2025) Jakarta.

Ia mengingatkan bahwa negara tak boleh terus-menerus menutup mata terhadap pola bencana ekologis yang berulang. Banjir bandang yang menyeret kayu gelondongan hingga menumpuk di pemukiman dan sungai, setelah hujan lebat dan luapan sungai di Batang Toru pada Selasa 25 November 2025, disebut sebagai alarm keras akan lemahnya pengawasan izin dan aktivitas di kawasan hulu.

“Apa masih kurang warga menjadi korban? Apa masih samar-samar melihat penderitaan warga akibat banjir bandang?” tegas dia.

Ratna menekankan, pemerintah harus memperkuat pengawasan lapangan, menegakkan hukum lingkungan tanpa pandang bulu, dan menutup ruang kompromi antara aparat dengan pelaku usaha yang terbukti melanggar. Menurutnya, momentum “tsunami kayu” ini harus dijadikan titik balik untuk mengevaluasi ulang seluruh izin tambang dan perkebunan di daerah rawan bencana, agar keselamatan warga ditempatkan di atas kepentingan ekonomi sesaat.

Di sisi lain, KLH mengonfirmasi akan memanggil delapan entitas usaha yang diduga turut memperparah dampak banjir di DAS Batang Toru, Sumatra Utara. Pemanggilan ini dilakukan untuk menelusuri asal-usul gelondongan kayu yang terseret arus banjir bandang dan berakhir menumpuk di kawasan permukiman warga serta badan sungai. Delapan perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga pertambangan emas.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa identifikasi awal dilakukan melalui analisis citra satelit di wilayah terdampak.

“Ada delapan yang berdasarkan analisis citra satelit kami berkontribusi memperparah (dampak) hujan ini. Jadi, kami sedang mendalami dan saya sudah minta di Deputi Gakkum (Penegakan Hukum) untuk melakukan langkah-langkah cepat dan terukur,” katanya usai penyelenggaraan Anugerah Proklim Tahun 2025 di Jakarta, Senin 1 Desember 2025.

Hanif menambahkan, temuan di lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan sanksi, mulai dari perbaikan tata kelola hingga pencabutan izin bila terbukti terjadi pelanggaran serius. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu membawa kasus-kasus berat ke ranah pidana lingkungan, demi memberi efek jera kepada pelaku usaha yang mengabaikan kaidah konservasi.

Bagi warga Batang Toru dan masyarakat di sepanjang DAS lain di Sumatra, harapan kini tertuju pada ketegasan pemerintah dan konsistensi DPR dalam mengawal penegakan hukum lingkungan. Jika desakan pencabutan izin dan sanksi tegas benar-benar dijalankan, tragedi “tsunami kayu” di Batang Toru diharapkan menjadi peringatan terakhir, bukan sekadar babak baru dari deretan bencana yang terus berulang.

Silakan Bekomentar
Banjir Bandang Sumatera DAS Batang Toru DPR RI Penegakan Hukum Lingkungan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Rachmat Gobel Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Industri Nasional

DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming

27 Ribu Hektare Sawah Terendam, Pertanian Sumatera Terpukul

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

22 Jul 2026

Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

21 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.