Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Indonesia Siapkan Strategi Antisipasi Hadapi El Nino dan Indian Ocean Dipole

Berdasarkan informasi dari BMKG Dampaknya tidak akan merata di seluruh wilayah, tetapi dapat mengakibatkan penurunan curah hujan dan peningkatan suhu yang signifikan, mempengaruhi sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Lingkungan Intan WardahIntan Wardah10 Agu 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
El Nino dan Indian Ocean Dipole
Seorang petani mengamati padi yang mengalami kekeringan di Desa Kramat, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten (.Inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Saat ini, Indonesia sedang mengalami dua peristiwa cuaca ekstrem. Pertama, terjadi fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang positif dan kedua, hadirnya El Nino. Kedua faktor ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah hujan dan peningkatan suhu yang luar biasa selama musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak periode El Nino di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada akhir bulan Agustus ini. Namun, perlu dicatat bahwa efeknya tidak akan dirasakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, melainkan akan berlangsung secara bertahap.

“BMKG memprediksi puncak kekeringan akan terjadi di bulan Agustus-September. El Nino secara nyata dapat mempengaruhi penurunan curah hujan dan berpotensi mengakibatkan mundurnya awal musim hujan di wilayah Indonesia,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (10/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini berpengaruh terhadap ketersediaan air atau kekeringan yang berdampak kepada produktivitas di sektor pertanian hingga ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Untuk itu, Kementan menyiapkan sejumlah program yang diharapkan bisa jadi strategi penanganan dampak El-Nino di sektor pertanian. Terutama menyangkut penguatan infrastruktur dan pengamanan tanaman (standing crop). Mencakup penguatan infrastuktur pendekatan dan langkah operasional penanganan El Nino.

Mulai dari pembangunan dan/atau rehabilitasi infrastruktur tata air serta fasilitasi sarana dan pembiayaan pertanian. Hingga, klasterisasi wilayah melalui pemetaan dan identifikasi, karakterisasi wilayah yang rentan kekeringan dan potensi sumber daya air. Serta identifikasi dan klasterisasi wilayah yang rentan kekeringan berbasis agro ekosistem.

Untuk pengamanan standing crop, kata Ali Jamil, rencana aksi antisipasi El Nino dan Indian Ocean Dipole diantaranya:

1. Gerakan kejar tanam (Gertam) 1.000 ha/ kabupaten meningkatkan IP dan provitas, berdasar mapping wilayah kekeringan

2. Perluasan Areal Tanam (PAT) 100.000 ha padi bagi kabupaten potensial ditanam saat musim kering dengan saprodi, pompa dan sumur sebagai kompensasi terkena dan puso iklim ekstrem, wilayah pasang surut, rawa lebak, lahan kosong / nganggur, kabupaten/kota agar segera CPCL

3. Pertanian presisi: skala ekonomi, polygon dashboard TIK, saprodi tepat, alsin hulu-hilir, drone, ramah lingkungan, efisiensi biaya input melalui pemanfaatan pupuk organik, hayati, pestisida nabati

4. Budidaya padi hemat air

5. Gunakan benih tahan kekeringan dan OPT

6. Early warning system, pantau BMKG, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan.

Silakan Bekomentar
Cuaca Ekstrem El Nino Indian Ocean Dipole
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

27 Ribu Hektare Sawah Terendam, Pertanian Sumatera Terpukul

Kolaborasi Pemprov Kaltim, Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang di Kepulauan Derawan

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.