Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

4 Mei 2026

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026
1 2 3 … 812 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

FOMO Itu Racun! Yuk Lawan dengan Cara FUN

Hidup lebih tenang saat kita berhenti membandingkan diri dengan dunia maya.
Opini AisyahAisyah27 Jan 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
FOMO Itu Racun! Yuk Lawan dengan Cara FUN
Ilustrasi seseorang sedang murung karena fomo
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kecemasan digital kini menjadi bagian dari keseharian banyak anak muda. Salah satunya adalah FOMO atau Fear of Missing Out, sebuah istilah yang menggambarkan rasa takut dan cemas karena merasa tertinggal dari tren, kegiatan, atau momen yang sedang dinikmati orang lain.

FOMO tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh seiring kebiasaan berselancar di media sosial, melihat update teman yang sedang liburan, makan di tempat hits, atau menghadiri acara yang tampaknya “wajib datang”. Semua itu menimbulkan perasaan seolah-olah kita tidak cukup produktif, tidak cukup bahagia, atau bahkan tidak cukup “gaul”.

Fenomena ini bukan hal sepele. Berdasarkan survei dari American Psychological Association, anak muda yang sering mengalami FOMO berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan sosial dan menurunnya rasa percaya diri. Rasa iri, gelisah, dan terus membandingkan diri menjadi bagian dari tekanan sehari-hari.

FOMO bisa memengaruhi kesehatan mental secara diam-diam. Saat melihat unggahan orang lain yang tampak bahagia dan sukses, kita sering lupa bahwa media sosial hanya menampilkan potongan terbaik dari kehidupan seseorang. Akibatnya, kita merasa “tertinggal” padahal kenyataannya tidak ada yang sedang berlomba.

Rasa takut ini semakin intens ketika muncul pemikiran seperti:

“Kenapa aku nggak diundang?”

“Kok semua orang udah nonton film itu, aku belum?”

“Semua orang punya achievement, aku doang yang gini-gini aja?”

Perasaan semacam itu hanya memperbesar kecemasan dan mengganggu keseimbangan mental.

Dampak FOMO tidak hanya psikologis, tapi juga sosial. Seseorang bisa jadi memaksakan diri untuk ikut tren yang sebenarnya tidak sesuai dengan dirinya. Bahkan, bisa menghabiskan uang, waktu, atau tenaga hanya demi terlihat relevan di mata orang lain.

Untungnya, FOMO bisa dicegah dengan cara yang menyenangkan. Dalam kampanye edukasi digital, pendekatan “FUN” diperkenalkan untuk mengajak anak muda menyadari bahwa mereka bisa bebas dari tekanan FOMO tanpa kehilangan arah.

Berikut ini tiga langkah FUN yang bisa membantu kamu mengatasi rasa takut tertinggal tren:

F – Fokus pada tujuan pribadi

Setiap orang punya perjalanan hidup masing-masing. Kamu tidak harus mengikuti langkah atau pencapaian orang lain. Fokuslah pada apa yang ingin kamu capai, bukan apa yang sedang viral.

Ketika kamu menetapkan tujuan pribadi, kamu jadi lebih tenang dan tahu ke mana arah langkahmu. Hidup bukan tentang siapa yang lebih dulu, tapi tentang siapa yang tetap konsisten sampai akhir.

U – Utamakan hal penting, bukan tren

Tidak semua tren harus diikuti. Kadang, yang viral belum tentu relevan dengan kebutuhanmu. Belajar memilah mana yang penting dan mana yang hanya sekadar ramai di timeline akan membantumu lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Ingat, tren akan berlalu. Tapi pilihan yang kamu ambil hari ini akan menentukan kualitas hidupmu ke depan.

N – Nyatakan rasa syukur selalu

Rasa syukur adalah penangkal alami dari FOMO. Saat kamu mulai menghargai apa yang kamu miliki, kamu akan lebih bahagia dan tidak mudah terpengaruh oleh pencapaian orang lain.

Buat kebiasaan sederhana, seperti menulis 3 hal yang kamu syukuri setiap hari. Ini bisa memperbaiki perspektif dan menyeimbangkan perasaan di tengah terpaan konten yang menggiurkan.

Mengelola FOMO bukan berarti memutus hubungan dengan media sosial. Tapi lebih kepada bagaimana kita bersikap bijak saat menggunakannya. Jadikan media sosial sebagai sarana inspirasi, bukan tekanan.

Alih-alih iri melihat kesuksesan orang lain, jadikan itu motivasi. Tapi tetaplah berjalan dengan versi terbaik dari dirimu sendiri.

Setiap kali merasa “tertinggal”, ingat bahwa kamu tidak sedang berlomba dengan siapa pun. Kamu hanya perlu setia pada prosesmu dan percaya bahwa waktu terbaikmu akan datang.

Di era digital, mengetahui kapan harus “pause” dan kembali ke diri sendiri adalah bentuk self-love yang paling nyata.

Silakan Bekomentar
Cara Atasi FOMO FOMO Anak Muda Kesehatan Mental Digital Manajemen Kecemasan Tips Self Love
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

Meja Kerja Berwarna, Kunci Semangat dan Fokus Harian

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

Berita Terkini

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

AisyahAisyah4 Mei 2026 Pendidikan

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.