Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Indonesia Negosiasi Tarif Nol Persen untuk Sawit dan Karet ke AS

Langkah diplomatik Indonesia ke Amerika Serikat berupaya menyamai keistimewaan tarif yang lebih dulu dinikmati Malaysia.
Ekonomi AisyahAisyah31 Okt 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Indonesia Negosiasi Tarif Nol Persen untuk Sawit dan Karet ke AS
Presiden Indonesia Prabowo Subianto. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Dalam dinamika perdagangan global yang makin kompetitif, Indonesia tengah mengupayakan negosiasi strategis dengan Amerika Serikat demi menekan tarif impor untuk komoditas unggulan seperti sawit, kakao, dan karet menjadi nol persen.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa proses dialog masih berlangsung di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat 31 Oktober 2025.

Negosiasi ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan daya saing dengan Malaysia, yang telah menikmati fasilitas tarif bebas bea dari Negeri Paman Sam untuk beberapa produknya. Pemerintah Indonesia berharap dengan fasilitas serupa, ekspor sawit dan karet nasional bisa menembus pasar AS dengan lebih kompetitif dan berkelanjutan.

“Iya, masih terus negosiasi,” kata Presiden Prabowo singkat kepada wartawan usai agenda bilateral dengan PM Selandia Baru.

Pernyataan tersebut menguatkan komitmen pemerintah memperluas kerja sama perdagangan, khususnya terhadap produk yang menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pembahasan lebih mendalam akan dilakukan pasca KTT. Ia mengungkapkan, proposal Indonesia mencakup produk yang tak diproduksi secara masif di AS, seperti karet dan kakao, mengikuti skema yang dimanfaatkan Malaysia.

“Critical mineral pembahasan sendiri, terkait dengan supply chain dan dalam joint statement kita sebut sebagai industrial communities,” ujarnya menanggapi soal negosiasi terpisah terkait mineral strategis.

Malaysia sebelumnya telah berhasil menurunkan tarif impor sawit dari 25 persen menjadi 19 persen, bahkan hingga bebas bea untuk beberapa produk seperti karet dan farmasi. Indonesia berharap dapat meraih perlakuan serupa agar tidak kalah dalam persaingan di pasar AS yang bernilai tinggi.

Pelaksana tugas Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, juga menyatakan harapan agar pembicaraan tersebut membuahkan hasil yang setara dengan Malaysia.

β€œIni (negosiasi tarif sawit) masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam diskusi-diskusi, paling tidak kita bisa sama dengan Malaysia,” ungkapnya.

Kesepakatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekspor Indonesia di tengah ketidakpastian global serta meningkatkan daya saing industri berbasis komoditas alam yang masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Dengan dukungan diplomatik tinggi dari Presiden dan jajarannya, Indonesia optimis menembus hambatan tarif yang selama ini menjadi ganjalan utama ekspansi produk agribisnis nasional di pasar Amerika.

Silakan Bekomentar
Ekspor Sawit Indonesia Karet dan Kakao Kebijakan Perdagangan Prabowo Negosiasi Tarif Impor
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

Indonesia-Bangladesh Perkuat Jalur Dagang Halal

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.