Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026
1 2 3 … 836 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026

    Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

    22 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Indonesia Siap Tampung Anak Palestina Putus Sekolah di Pesantren

Kesiapan Indonesia menerima anak-anak Palestina diperkuat dengan arahan Presiden Prabowo dan dukungan Kementerian Agama.
Nasional AisyahAisyah27 Nov 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Indonesia Siap Tampung Anak Palestina Putus Sekolah di Pesantren
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar. (.ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tangerang Selatan – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan Indonesia untuk menampung anak-anak Palestina yang putus sekolah akibat konflik. Kesiapan ini disampaikan langsung dalam diskusi publik bertema Indonesia’s Contribution to Contemporary Global Peace and Conflict Resolution di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menag menyebutkan bahwa Indonesia, melalui Kementerian Agama, telah menginventarisasi sejumlah pesantren dan kampus UIN untuk menampung anak-anak Palestina yang terdampak pendidikan.

“Tiga ribu pun kami siap tampung,” tegas Nasaruddin, menandaskan bahwa rencana ini merupakan langkah konkret menindaklanjuti pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB yang menyoroti dukungan terhadap Palestina.

Langkah ini tak sekadar reaksi spontan, melainkan bagian dari visi Indonesia sebagai episentrum pendidikan Islam yang progresif.

“Kami tak ingin pernyataan Pak Prabowo hanya jadi retorika yang diambil alih negara lain. Indonesia harus tampil sebagai pelaksana nyata,” ujar Nasaruddin.

Dalam forum yang dihadiri kalangan akademisi dan pemuka agama itu, Menag menggarisbawahi peran penting institusi pendidikan Islam seperti UIN Alauddin Makassar dalam memetakan kesiapan, termasuk kurikulum dan fasilitas pendukung.

Ia menegaskan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana, tetapi telah dirancang serius bersama jajaran Kemenag.

“Perguruan tinggi Islam kita punya peran strategis. Saat ini, justru madrasah lebih diminati masyarakat dibanding sekolah umum, padahal anggarannya kecil. Tapi output-nya justru luar biasa,” jelasnya.

Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa Indonesia siap menjadi tempat aman dan produktif bagi anak-anak korban perang yang ingin melanjutkan pendidikan. Program ini disebut-sebut akan menjangkau anak-anak Palestina dari wilayah Gaza, terutama dari kelompok yang telah bertahun-tahun kehilangan akses belajar akibat blokade dan agresi militer.

“Pak Prabowo akan mengundang mereka yang buta huruf dan putus sekolah. Kami dari Kemenag akan menyiapkan ruangnya, infrastrukturnya, termasuk pesantren yang bersedia menerima mereka,” tambah Nasaruddin.

Langkah Indonesia ini juga menjadi bagian dari diplomasi lunak yang mengedepankan pendidikan sebagai jembatan perdamaian. Selain itu, ini merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia tidak tinggal diam dalam isu kemanusiaan Palestina, terutama pasca peningkatan eskalasi kekerasan tahun ini.

Rencana ini pun dinilai selaras dengan rekam jejak diplomasi Indonesia yang selama ini vokal membela Palestina di forum internasional. Bahkan, beberapa lembaga pendidikan di Indonesia sudah pernah menerima pelajar dari kawasan konflik sebagai bagian dari kerja sama antar negara berkembang.

Kementerian Agama, menurut Nasaruddin, telah menyiapkan skema khusus, termasuk pendekatan kurikulum adaptif yang memungkinkan anak-anak dari latar belakang konflik dapat berintegrasi secara psikologis dan akademis.

Sebagai penutup, Menag mengajak semua pihak untuk bersatu dalam upaya mulia ini.

“Ini bukan semata tugas pemerintah. Ini panggilan kemanusiaan dan iman,” tegasnya.

Dengan kesiapan ini, Indonesia bukan hanya menegaskan komitmen diplomatik terhadap Palestina, tetapi juga membuktikan bahwa negeri ini siap menjadi rumah kedua bagi generasi yang kehilangan harapan akibat perang.

Silakan Bekomentar
Anak Putus Sekolah Diplomasi Kemanusiaan Nasaruddin Umar Palestina Pesantren Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

Sertifikasi Halal Logistik Wajib Berlaku 2026

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

22 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.