Tasikmalaya – Upaya menjaga keberlangsungan pertanian menjadi prioritas utama warga di tengah krisis infrastruktur. Pasca longsor yang memutus jalur irigasi, masyarakat Dusun Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, bergerak cepat membangun saluran air darurat demi menyelamatkan lahan persawahan.

Peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) mengakibatkan terhentinya aliran air ke area pertanian. Kondisi ini langsung berdampak pada aktivitas petani yang sangat bergantung pada pasokan air untuk menjaga produktivitas lahan.

Menghadapi situasi tersebut, warga tidak menunggu intervensi lebih lanjut dan memilih melakukan penanganan awal secara mandiri.Pada Jumat (10/4/2026), puluhan warga bersama aparat desa mulai memasang saluran irigasi sementara.

Mereka memanfaatkan pipa paralon sepanjang kurang lebih 12 meter yang dipadukan dengan bambu sebagai penyangga, guna mengalirkan air melintasi titik saluran yang terputus.Salah satu warga, Asep Wawan, menyebut langkah tersebut merupakan solusi sementara agar air tetap dapat menjangkau sawah.

“Yang penting air bisa mengalir dulu. Tapi ini hanya sementara, karena bahan yang digunakan mudah rusak. Kami berharap segera ada pembangunan permanen dari pemerintah,” ujarnya di sela kegiatan.

Proses pembangunan saluran darurat ini turut dipantau oleh berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga aparat kepolisian setempat. Keterlibatan lintas unsur ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.Meski aliran air kembali tersambung, warga menyadari bahwa konstruksi tersebut belum mampu menjamin ketahanan jangka panjang.

Struktur sederhana dari paralon dan bambu dinilai rentan terhadap cuaca ekstrem, terutama jika curah hujan tinggi kembali mengguyur wilayah perbukitan Cisayong.Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur vital.

Saluran irigasi memiliki peran krusial dalam menopang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa. Tanpa perbaikan permanen, risiko gagal panen masih membayangi para petani.Warga memastikan laporan kerusakan telah disampaikan melalui jalur administratif hingga tingkat kecamatan.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan penanganan lanjutan dengan membangun kembali jaringan irigasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.Di tengah keterbatasan, solidaritas warga menjadi fondasi utama dalam menghadapi krisis. Namun untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian, dukungan konkret dari pemerintah tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version