Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026
1 2 3 … 836 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026

    Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

    22 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Konflik di Israel Meningkat, Warga Gelar Hari Melawan Pemerintah

Josh Drill, juru bicara gerakan protes, menyatakan bahwa tekanan terhadap pemerintah akan terus berlanjut
Global Intan WardahIntan Wardah22 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
israel
Ilustrasi. Konflik di Israel Meningkat, Warga Gelar Hari Melawan Pemerintah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Situasi di Israel semakin kacau dengan munculnya aksi protes di Tel Aviv. Penyebabnya adalah pemungutan suara parlemen terkait RUU Reformasi Peradilan yang diajukan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (18/07/2023).

RUU tersebut dianggap merusak demokrasi dan membatasi kewenangan Mahkamah Agung. Demonstran menuntut perubahan atas RUU tersebut yang dianggap mengancam sistem keadilan negara.

Protes Massal Menentang RUU Reformasi

Berdasarkan laporan AFP, sejak pagi hari, massa telah berkumpul di pusat komersial kota pesisir Israel, Tel Aviv. Mereka menyerukan “hari perlawanan nasional” dan berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa di berbagai lokasi, termasuk stasiun kereta api, alun-alun kota, dan bundaran di seluruh negeri.

Massa ini melakukan protes sebagai tanggapan terhadap pemungutan suara RUU Reformasi Peradilan yang dianggap merusak demokrasi dan membatasi Mahkamah Agung negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa demonstran berkumpul di Tel Aviv, Israel, dengan membawa bendera negara dan meneriakkan slogan “demokrasi, demokrasi.” Mereka juga dilaporkan masuk ke gedung bursa saham di kota tersebut dan menyelenggarakan rapat umum di sana. Aksi protes ini menandai protes massal terhadap RUU Reformasi Peradilan yang dianggap merusak demokrasi dan mengurangi kewenangan Mahkamah Agung.

Protes untuk Keadilan dan Demokrasi

Demonstran menuntut perubahan atas RUU tersebut untuk memastikan keberlanjutan sistem keadilan yang adil dan demokratis di negara mereka.

“Menghadapi pemerintah yang … terburu-buru membongkar demokrasi, hanya kita, warga negara, yang dapat menghentikan rangkaian kediktatoran,” kata penyelenggara dalam sebuah pernyataan.

Perlawanan Damai untuk Demokrasi

Josh Drill, juru bicara gerakan protes, menyatakan bahwa tekanan terhadap pemerintah akan terus berlanjut. Massa akan terus melakukan tindakan pembangkangan sipil, namun tanpa kekerasan. Mereka bertekad untuk melanjutkan aksi protes secara damai sebagai bentuk perlawanan terhadap RUU Reformasi Peradilan yang dianggap merusak demokrasi dan membatasi kewenangan Mahkamah Agung.

“Kami akan terus memprotes di jalan-jalan sampai perombakan yudisial dibatalkan sepenuhnya,” katanya.

Proposal reformasi peradilan pemerintah telah memicu perpecahan di Israel dan memicu gerakan protes terbesar sejak diresmikan pada Januari. Demonstrasi mingguan menarik puluhan ribu pengunjuk rasa yang ingin mencegah pemerintahan otoriter.

Polemik RUU Reformasi Peradilan Israel

Pada bulan Maret, pemogokan umum berhasil menghentikan perombakan hukum yang kontroversial, tetapi pemerintah kembali melancarkan serangan politik baru untuk meloloskan reformasi tersebut di parlemen. RUU yang akan membatasi klausul “kewajaran” dalam peradilan menjadi sorotan parlemen setelah disetujui dalam pembacaan pertama minggu lalu.

Jika disetujui dalam pembacaan kedua dan ketiga sebelum reses musim panas parlemen, klausul kunci dari paket reformasi ini akan menjadi undang-undang. Reformasi tersebut termasuk memberikan suara yang lebih besar kepada politisi dalam penunjukan hakim.

Pemerintah, yang dipimpin oleh Yahudi ultra-Ortodoks Netanyahu dan sekutu ekstrem kanan, berpendapat bahwa perubahan ini diperlukan untuk mengembalikan keseimbangan kekuasaan antara pejabat terpilih dan peradilan.

Silakan Bekomentar
Benjamin Netanyahu Israel Tel Aviv
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Prabowo Soroti Kerugian Judi Online, Capai Rp134 Triliun

PBB Kecam Dunia Bungkam atas Kekejaman terhadap Perempuan Gaza

Indonesia Tampil di PBB, Zulhas: Siap Jadi Solusi Pangan Dunia

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

22 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.