Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

PBB Kecam Dunia Bungkam atas Kekejaman terhadap Perempuan Gaza

Ironi global terkuak di markas PBB: suara perempuan Gaza tenggelam dalam diam komunitas internasional.
Global AisyahAisyah1 Nov 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
PBB Kecam Dunia Bungkam atas Kekejaman terhadap Perempuan Gaza
Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Dalam diskusi panel yang mengguncang nurani dunia di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dua pelapor khusus PBB mengecam keras sikap diam komunitas internasional terhadap kekejaman yang dialami perempuan dan anak perempuan di Gaza.

Forum yang digelar, Kamis 30 Oktober 2025 itu menyorot penderitaan yang disebut telah melampaui batas-batas nalar dan hukum kemanusiaan.

Reem Alsalem, Pelapor Khusus PBB untuk Kekerasan terhadap Perempuan, menyatakan bahwa pembantaian massal terhadap ribuan perempuan Palestina adalah bukti nyata kegagalan moral global. Ia menyebut dunia telah kehilangan empatinya terhadap penderitaan kaum perempuan yang kini menjadi korban utama dalam konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.

“Pembantaian terhadap ribuan perempuan dan anak perempuan Palestina serta penderitaan tak terbayangkan yang mereka alami menjadi bukti nyata bahwa dunia tak lagi peduli,” ujar Alsalem .

Ia juga menekankan bahwa skala kekejaman Israel terhadap warga sipil Gaza, khususnya perempuan, telah melewati batas terminologi hukum internasional yang selama ini dikenal. Menurutnya, tak ada lagi kata yang cukup untuk menggambarkan horor yang dihadapi rakyat Palestina setiap hari.

Sementara itu, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di wilayah pendudukan Palestina, menyebut kondisi Gaza telah membongkar rapuhnya institusi PBB sendiri. Ia menyebut tragedi yang terjadi mencerminkan ketidakmampuan PBB dan komunitas internasional menjalankan mandat Piagam PBB untuk menjaga perdamaian dan hak asasi manusia.

“Pengorbanan rakyat Palestina mencerminkan ketidakmampuan komunitas internasional menunaikan janji Piagam PBB,” kata Albanese.

Ia menyayangkan kegagalan fatal negara-negara anggota PBB dalam mencegah genosida yang terjadi di depan mata dunia. Dalam pernyataan pedas, Albanese menuding beberapa negara justru memperpanjang konflik dengan terus memasok senjata kepada Israel, yang dinilainya memperparah kekejaman di Gaza.

Kedua pakar PBB itu mengirimkan pesan jelas kepada para pemimpin dunia: ketidakpedulian terhadap penderitaan perempuan dan anak-anak di Gaza adalah cermin kehancuran moral internasional. Dunia, menurut mereka, tidak hanya gagal melindungi, tetapi juga diam saat kemanusiaan direnggut secara brutal.

Seruan moral yang dilontarkan dalam forum tersebut diharapkan mampu menjadi titik balik bagi peran PBB dan negara-negara besar untuk menghentikan kekerasan serta menegakkan keadilan bagi para korban perang yang selama ini terabaikan.

Silakan Bekomentar
Francesca Albanese Gaza Kekerasan terhadap Perempuan PBB
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Prabowo Soroti Kerugian Judi Online, Capai Rp134 Triliun

Indonesia Tampil di PBB, Zulhas: Siap Jadi Solusi Pangan Dunia

Inggris Ubah Peta: Palestina Resmi Tercantum Negara

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.