Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026
1 2 3 … 820 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026

    Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

    18 Jun 2026

    Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

    18 Jun 2026

    Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

    17 Jun 2026

    Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

    16 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

Warisan masa lalu akan tetap hidup jika terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Kebudayaan AisyahAisyah19 Jun 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman
Ilustrasi Gambar Permainan Tradisional
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kenangan masa kecil pernah diisi oleh berbagai permainan tradisional yang sederhana namun penuh keceriaan. Sebelum kehadiran gawai dan permainan digital mendominasi, anak-anak menghabiskan waktu bersama teman sebaya dengan bermain di halaman rumah atau lapangan terbuka. Namun, seiring perkembangan teknologi, sejumlah permainan tradisional kini semakin jarang ditemukan dan perlahan mulai tertinggal oleh zaman.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Aktivitas seperti engklek, gobak sodor, petak umpet, bentengan, hingga congklak pernah menjadi bagian dari keseharian anak-anak di berbagai daerah Indonesia. Kini, permainan tersebut semakin jarang dimainkan karena banyak anak lebih akrab dengan permainan berbasis digital.

Salah satu permainan yang mulai sulit ditemui adalah gobak sodor. Permainan yang mengandalkan kerja sama tim dan strategi ini dahulu sangat populer di lingkungan sekolah maupun perkampungan. Begitu pula dengan bentengan yang membutuhkan kekompakan dan kecepatan dalam merebut wilayah lawan. Kedua permainan tersebut kini semakin jarang terlihat di tengah keterbatasan ruang bermain dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Permainan congklak juga menjadi salah satu warisan budaya yang mulai ditinggalkan. Padahal, permainan menggunakan papan berlubang dan biji-bijian tersebut mampu melatih konsentrasi serta kemampuan berhitung. Tidak hanya itu, permainan tradisional seperti kelereng dan lompat tali juga pernah menjadi hiburan yang digemari oleh berbagai kalangan usia.

Perubahan pola hiburan menjadi salah satu faktor utama berkurangnya popularitas permainan tradisional. Kehadiran ponsel pintar dan internet membuat anak-anak memiliki lebih banyak pilihan hiburan yang dapat diakses dengan mudah. Selain itu, semakin sempitnya ruang terbuka di kawasan perkotaan turut memengaruhi kebiasaan bermain bersama di luar rumah.

Meski demikian, berbagai upaya untuk melestarikan permainan tradisional terus dilakukan. Sejumlah sekolah mulai memperkenalkan kembali permainan khas Indonesia melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun acara khusus. Festival budaya dan perlombaan permainan tradisional juga menjadi sarana untuk mengenalkan kembali warisan tersebut kepada generasi muda.

Permainan tradisional memiliki banyak manfaat yang tidak kalah dari permainan modern. Selain melatih kemampuan motorik, permainan tersebut juga mengajarkan kerja sama, sportivitas, serta mempererat hubungan sosial antar teman. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan karakter anak.

Di tengah kemajuan teknologi, keberadaan permainan tradisional tetap memiliki tempat tersendiri sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Mengenalkan kembali permainan yang pernah mewarnai masa kecil generasi terdahulu menjadi langkah penting agar warisan tersebut tidak hilang ditelan waktu.

Permainan tradisional bukan sekadar hiburan sederhana. Di dalamnya tersimpan nilai kebersamaan, kreativitas, dan budaya yang patut dijaga agar tetap dikenal oleh generasi masa depan.

Silakan Bekomentar
Budaya Indonesia Congklak Gobak Sodor Permainan Tradisional
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

Mahasiswa dan Dokter Hong Kong Terkesan dengan Masjid Al-Akbar Surabaya

Dekranasda dan DPUMKMP Gelar Kompetisi Motif Batik Khas Balikpapan, Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Karya Kreatif

Berita Terkini

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

AisyahAisyah17 Jun 2026 Saintek

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

19 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026

Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

18 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026

Pajak dan Krisis Kepercayaan

16 Jun 2026

Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

16 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.