Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

22 Jul 2026

Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

21 Jul 2026

Lidah Buaya dan Beragam Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

20 Jul 2026
1 2 3 … 833 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

    22 Jul 2026

    Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

    21 Jul 2026

    Lidah Buaya dan Beragam Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

    20 Jul 2026

    Sambal Menjadi Pelengkap Hidangan yang Sulit Dipisahkan dari Kuliner Indonesia

    19 Jul 2026

    Barang Wajib yang Harus Dibawa Saat Bepergian

    18 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

Warisan masa lalu akan tetap hidup jika terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Kebudayaan AisyahAisyah19 Jun 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman
Ilustrasi Gambar Permainan Tradisional
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kenangan masa kecil pernah diisi oleh berbagai permainan tradisional yang sederhana namun penuh keceriaan. Sebelum kehadiran gawai dan permainan digital mendominasi, anak-anak menghabiskan waktu bersama teman sebaya dengan bermain di halaman rumah atau lapangan terbuka. Namun, seiring perkembangan teknologi, sejumlah permainan tradisional kini semakin jarang ditemukan dan perlahan mulai tertinggal oleh zaman.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Aktivitas seperti engklek, gobak sodor, petak umpet, bentengan, hingga congklak pernah menjadi bagian dari keseharian anak-anak di berbagai daerah Indonesia. Kini, permainan tersebut semakin jarang dimainkan karena banyak anak lebih akrab dengan permainan berbasis digital.

Salah satu permainan yang mulai sulit ditemui adalah gobak sodor. Permainan yang mengandalkan kerja sama tim dan strategi ini dahulu sangat populer di lingkungan sekolah maupun perkampungan. Begitu pula dengan bentengan yang membutuhkan kekompakan dan kecepatan dalam merebut wilayah lawan. Kedua permainan tersebut kini semakin jarang terlihat di tengah keterbatasan ruang bermain dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Permainan congklak juga menjadi salah satu warisan budaya yang mulai ditinggalkan. Padahal, permainan menggunakan papan berlubang dan biji-bijian tersebut mampu melatih konsentrasi serta kemampuan berhitung. Tidak hanya itu, permainan tradisional seperti kelereng dan lompat tali juga pernah menjadi hiburan yang digemari oleh berbagai kalangan usia.

Perubahan pola hiburan menjadi salah satu faktor utama berkurangnya popularitas permainan tradisional. Kehadiran ponsel pintar dan internet membuat anak-anak memiliki lebih banyak pilihan hiburan yang dapat diakses dengan mudah. Selain itu, semakin sempitnya ruang terbuka di kawasan perkotaan turut memengaruhi kebiasaan bermain bersama di luar rumah.

Meski demikian, berbagai upaya untuk melestarikan permainan tradisional terus dilakukan. Sejumlah sekolah mulai memperkenalkan kembali permainan khas Indonesia melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun acara khusus. Festival budaya dan perlombaan permainan tradisional juga menjadi sarana untuk mengenalkan kembali warisan tersebut kepada generasi muda.

Permainan tradisional memiliki banyak manfaat yang tidak kalah dari permainan modern. Selain melatih kemampuan motorik, permainan tersebut juga mengajarkan kerja sama, sportivitas, serta mempererat hubungan sosial antar teman. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan karakter anak.

Di tengah kemajuan teknologi, keberadaan permainan tradisional tetap memiliki tempat tersendiri sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Mengenalkan kembali permainan yang pernah mewarnai masa kecil generasi terdahulu menjadi langkah penting agar warisan tersebut tidak hilang ditelan waktu.

Permainan tradisional bukan sekadar hiburan sederhana. Di dalamnya tersimpan nilai kebersamaan, kreativitas, dan budaya yang patut dijaga agar tetap dikenal oleh generasi masa depan.

Silakan Bekomentar
Budaya Indonesia Congklak Gobak Sodor Permainan Tradisional
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

Mahasiswa dan Dokter Hong Kong Terkesan dengan Masjid Al-Akbar Surabaya

Dekranasda dan DPUMKMP Gelar Kompetisi Motif Batik Khas Balikpapan, Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Karya Kreatif

Berita Terkini

Pentingnya Me Time untuk Menjaga Kesehatan Mental

AisyahAisyah13 Jul 2026 Kesehatan

Rachmat Gobel Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Industri Nasional

10 Jul 2026

Mengapa Jalan Kaki 30 Menit Sehari Baik untuk Kesehatan?

2 Jul 2026

Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

30 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

22 Jul 2026

Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

21 Jul 2026

Lidah Buaya dan Beragam Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

20 Jul 2026

Sambal Menjadi Pelengkap Hidangan yang Sulit Dipisahkan dari Kuliner Indonesia

19 Jul 2026

Barang Wajib yang Harus Dibawa Saat Bepergian

18 Jul 2026

10 Rempah Nusantara yang Membuat Masakan Lebih Lezat

17 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.