Jakarta – Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Tokoh industri nasional, mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, sekaligus anggota DPR RI, H. Rachmat Gobel, wafat pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta. Kabar duka itu menyisakan kehilangan mendalam bagi keluarga, dunia usaha, kalangan politik, serta masyarakat yang selama ini mengikuti kiprah dan pengabdiannya.
Kepergian Rachmat Gobel menjadi perhatian luas karena selama puluhan tahun ia dikenal sebagai figur yang menjembatani dunia industri, pemerintahan, dan politik. Di berbagai bidang yang digelutinya, ia konsisten mendorong penguatan industri nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Hingga berita ini ditulis, keluarga menyampaikan jenazah akan disemayamkan di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Gorontalo untuk dimakamkan sesuai rencana keluarga.
Rachmat Gobel lahir dari keluarga pendiri Gobel Group yang telah lama dikenal sebagai pelopor industri elektronik nasional. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan memperluas kolaborasi dengan Panasonic dan mengembangkan berbagai sektor usaha yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing industri Indonesia.
Perjalanan kariernya tidak berhenti di dunia usaha. Pada 2014, Rachmat Gobel dipercaya menjabat Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Selama memimpin kementerian tersebut, ia mendorong peningkatan daya saing produk nasional dan memperluas peluang industri dalam negeri di tengah persaingan pasar global. Setelah menyelesaikan tugas di pemerintahan, ia melanjutkan pengabdiannya melalui DPR RI sebagai wakil rakyat dari Partai NasDem Daerah Pemilihan Gorontalo.
Di parlemen, perhatian Rachmat Gobel banyak tertuju pada pembangunan Indonesia Timur, khususnya Gorontalo yang memiliki kedekatan historis dan emosional dengan dirinya. Berbagai gagasan mengenai pengembangan kawasan, penguatan sektor pertanian, hilirisasi industri, serta pemberdayaan UMKM terus diperjuangkannya melalui fungsi legislasi maupun diplomasi parlemen.
Kepergian Rachmat Gobel tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga menjadi kehilangan bagi dunia industri dan politik Indonesia. Rekam jejaknya memperlihatkan bahwa dunia usaha dapat berjalan seiring dengan pengabdian kepada masyarakat melalui kebijakan publik, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan daerah.
Selamat jalan, H. Rachmat Gobel. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.



