Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Sertifikasi Halal Logistik Wajib Berlaku 2026

11 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Wacana Sistem Haji Tanpa Antrean Tuai Sorotan

11 Apr 2026
1 2 3 … 807 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026

    Strategi Cerdas Menciptakan Konten Kreatif Berdaya Saing

    7 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Seleksi Jamnas Diduga Tak Objektif, Faktor Biaya Jadi Sorotan

Penetapan wakil Jambore Nasional 2026 di Cisayong menuai kritik karena dinilai minim seleksi terbuka.
Pendidikan AisyahAisyah9 Apr 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Seleksi Jamnas Diduga Tak Objektif, Faktor Biaya Jadi Sorotan
Ilustrasi gambar by AI
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya – Proses penentuan peserta Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Kecamatan Cisayong menjadi perbincangan hangat, bak panggung tanpa audisi yang kehilangan esensi kompetisi. Penunjukan perwakilan dinilai tidak melalui mekanisme seleksi terbuka sebagaimana lazimnya kegiatan kepramukaan yang menjunjung tinggi prestasi dan kedisiplinan.

Sorotan ini muncul setelah pernyataan dari Wakil Ketua Humas Kwartir Ranting (Kwarran) Cisayong, Asep Suhendar, yang menyebutkan bahwa tidak ada tahapan seleksi khusus dalam menentukan peserta Jamnas 2026. Informasi tersebut disampaikan pada Rabu (8/4/2026) melalui komunikasi langsung. Ia menjelaskan bahwa kriteria yang digunakan hanya mencakup pemahaman dasar kepramukaan serta kesiapan biaya dari pihak orang tua peserta. Perwakilan yang dipilih disebut berasal dari salah satu sekolah menengah pertama di wilayah tersebut.

“Waalaikum salam. Maaf baru bisa balas neng. Satu orang perwakilan,” ujar Asep dalam keterangannya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak yang ingin memperoleh informasi lebih rinci dapat mengonfirmasi langsung ke sekolah asal peserta.

Pernyataan tersebut memicu berbagai tanggapan, terutama dari kalangan pembina dan pegiat pramuka di Tasikmalaya. Mereka mempertanyakan transparansi proses yang dinilai tidak mencerminkan prinsip dasar kegiatan kepramukaan, yaitu pembinaan karakter melalui kompetisi sehat dan seleksi yang objektif.

Beberapa pembina menilai bahwa ajang nasional seperti Jamnas seharusnya menjadi wadah bagi anggota pramuka terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat, termasuk penilaian keterampilan teknis, kedisiplinan, serta rekam jejak keaktifan dalam kegiatan. Tanpa proses tersebut, dikhawatirkan kualitas representasi daerah menjadi kurang optimal.

Selain itu, faktor kemampuan finansial orang tua yang dijadikan pertimbangan juga menuai kritik. Sejumlah pihak menilai hal ini berpotensi menimbulkan ketimpangan kesempatan bagi anggota pramuka yang memiliki keterbatasan ekonomi, meskipun mereka memiliki prestasi dan kemampuan yang mumpuni.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, pembina dari sekolah asal peserta yang terpilih belum bersedia memberikan penjelasan rinci. Ia menyebutkan bahwa pihak sekolah masih menunggu pengumuman resmi yang dijadwalkan pada 18 April 2026, sehingga belum dapat menyampaikan pernyataan kepada publik.

Situasi ini menambah ketidakjelasan terkait mekanisme penunjukan peserta, sekaligus memperkuat desakan publik agar pihak terkait memberikan klarifikasi. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Kwarran Cisayong maupun pihak sekolah mengenai prosedur yang digunakan.

Isu ini menjadi refleksi penting bagi penyelenggara kegiatan pendidikan nonformal seperti pramuka. Transparansi dan keadilan dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik, terutama ketika menyangkut kesempatan mewakili daerah di tingkat nasional.

Dengan meningkatnya perhatian publik, diharapkan proses seleksi ke depan dapat dilakukan secara lebih terbuka, objektif, dan inklusif, sehingga mampu mencerminkan semangat kepramukaan yang sesungguhnya.

Silakan Bekomentar
Jamnas 2026 Pramuka Tasikmalaya Seleksi Peserta Transparansi Pendidikan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Seleksi Jamnas 2026 Dipertanyakan, Cisayong Diduga Tak Transparan

UT Bandung Gaet Siswa SMANCIS di Edufair 2026

Expo Kampus MAN 1 Jadi Panggung UT Edukasi Kuliah Fleksibel

Berita Terkini

Sertifikasi Halal Logistik Wajib Berlaku 2026

AisyahAisyah11 Apr 2026 Nasional

Wacana Sistem Haji Tanpa Antrean Tuai Sorotan

11 Apr 2026

Ratusan Siswa SMAN 1 Cisayong Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi MBG

10 Apr 2026

Seleksi Jamnas 2026 Dipertanyakan, Cisayong Diduga Tak Transparan

9 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026

Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

8 Apr 2026

Strategi Cerdas Menciptakan Konten Kreatif Berdaya Saing

7 Apr 2026

Aman Berwisata dengan Strategi Cerdas Ala Agen Rahasia

7 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.