Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026
1 2 3 … 820 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026

    Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

    18 Jun 2026

    Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

    18 Jun 2026

    Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

    17 Jun 2026

    Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

    16 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Sepak Bola Purwakarta Meredup, Elite Daerah Dinilai Tak Peduli

Turun ke Liga 4, PERSIPO Disorot karena Minim Dukungan Daerah
Olahraga AminahAminah14 Mei 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sepak Bola Purwakarta Meredup, Elite Daerah Dinilai Tak Peduli
Sepak Bola Purwakarta Meredup, Elite Daerah Dinilai Tak Peduli
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Purwakarta – Turunnya tim sepak bola kebanggaan masyarakat Purwakarta, PERSIPO, ke Liga 4 Seri 2 Jawa Barat memantik diskusi publik soal minimnya dukungan pemerintah daerah dan DPRD terhadap olahraga paling populer di kabupaten tersebut.

Kekecewaan ini mengemuka dalam diskusi bertajuk Suara Rakyat yang digelar pada Selasa malam, 13 Mei 2025, melalui salah satu kanal media sosial. Sejumlah tokoh dan pemerhati sepak bola Purwakarta menyayangkan kondisi tersebut, mengaitkannya dengan absennya pembinaan dan anggaran dari pemerintah.

Salah satu suara datang dari Haji Yosep Hamdi, tokoh masyarakat sekaligus pengurus Askab PSSI Purwakarta. Ia menyoroti alasan efisiensi anggaran yang membuat Persipo batal mengikuti kompetisi resmi PSSI. Menurutnya, klub ini semestinya bisa tetap berjalan jika ada kemauan politik.

“Kalau alasannya efisiensi, bukan berarti tidak ada anggaran. Klubnya ada, posisinya di Liga 3 Nusantara. Tapi karena tidak mengikuti kompetisi, akhirnya terdegradasi. Ini bisa dilihat sebagai kurangnya perhatian pemerintah terhadap klub yang selama ini membanggakan masyarakat,” kata Yosep.

Pandangan serupa datang dari Akang Sia, pemerhati sepak bola lokal. Ia menilai perhatian terhadap Persipo seharusnya dimulai dari kalangan eksekutif dan legislatif. Namun, dukungan itu dirasa tidak tampak dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau elite di atasnya tidak punya semangat yang sama, maka sulit. Sepak bola ini perlu dorongan, baik dari eksekutif maupun DPRD,” ujarnya.

Akang Sia menambahkan, jika tidak ada langkah konkrit, Persipo berpotensi kehilangan masa depan, meski memiliki banyak talenta muda yang potensial. Ia berharap DPRD dan pemerintah daerah bisa duduk bersama menyusun anggaran atau strategi alternatif agar klub tetap eksis.

Sementara itu, Asep Yadi Sobana, mantan Ketua PWI Purwakarta, menawarkan pendekatan berbeda. Ia melihat peluang kolaborasi dengan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Purwakarta.

“Banyak perusahaan besar di sini. Bisa diajak untuk ikut berkontribusi lewat skema CSR. Daerah lain juga banyak yang melakukannya. Ini bisa jadi solusi tanpa membebani APBD,” ucapnya.

Dalam lima tahun terakhir, Persipo sempat menorehkan sejumlah capaian, termasuk posisi runner-up di Jawa Barat tahun 2022, masuk Liga 3 Seri 1 tahun 2023, hingga ke Liga 3 Nasional pada 2024. Namun tahun ini, klub tersebut harus memulai kembali dari Liga 4 Seri 2.

Ronny Tulas, dari Pusat Kajian Kebijakan Masyarakat (PKKM) Purwakarta, melihat situasi ini sebagai pengingat bagi DPRD. Menurutnya, wakil rakyat perlu lebih peka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk dalam bidang olahraga.

“Mereka yang duduk di DPRD adalah representasi publik. Kalau suara publik diabaikan, ya tentu saja kepercayaan akan terkikis,” kata Ronny.

Diskusi Suara Rakyat malam itu menjadi refleksi bersama tentang masa depan sepak bola Purwakarta. Berbagai pihak berharap agar momen ini bisa menjadi titik balik untuk menata ulang komitmen terhadap pembinaan olahraga di daerah.

Silakan Bekomentar
DPRD Purwakarta Kabar Purwakarta Pemkab Purwakarta PERSIPO Purwakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Rizki Juniansyah Cetak Rekor Dunia, Menpora: Aset Bangsa yang Membanggakan

Indonesia Kirim 1.021 Atlet ke SEA Games Thailand

Gol Jarak Jauh Rizky Ridho Masuk Puskas Award FIFA 2025

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026

Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

18 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026

Pajak dan Krisis Kepercayaan

16 Jun 2026

Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

16 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.