Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Setelah Viral, KPU Sidoarjo Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Pelarangan Liputan

Daerah AminahAminah30 Sep 2024
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Permohonan maaf KPU Sidoarjo
Ketua KPU dan tiga komisionernya dalam acara ngopi bareng bersama puluhan wartawan pada Minggu sore (29/9/24)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sidoarjo – Guna meningkatkan partisipasi masyarakat dan sinergitas dengan media, KPU Sidoarjo menggelar acara “Ngopi Bareng/Cangkrukan” pada Minggu sore (29/9/24) di kantor KPU Kabupaten. Acara ini juga menjadi momen untuk menyampaikan permohonan maaf terkait insiden pelarangan liputan yang sempat viral saat pengundian nomor urut paslon beberapa waktu lalu.

Acara tersebut dihadiri puluhan wartawan, baik dari Sidoarjo maupun luar daerah, mewakili media cetak, elektronik, dan online.

Fauzan Adim, Ketua KPU Sidoarjo, dalam acara ini menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. “Dalam kegiatan Ngopi Cangkrukan Bareng ini, kami sampaikan permohonan maaf terkait insiden pelarangan atau pembatasan rekan-rekan wartawan pada pleno terbuka pengundian dan pengambilan nomor urut paslon beberapa waktu lalu,” ujar Fauzan Adim

.”Sebetulnya, dalam rapat pleno kami sudah menyampaikan bahwa setelah paslon naik, wartawan diizinkan masuk. Namun, kenyataannya tidak berjalan seperti itu dan banyak teman-teman media yang tidak bisa masuk. Sekali lagi, kami mohon maaf,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fauzan menegaskan bahwa KPU tidak bermaksud membatasi pemberitaan, namun ada pembatasan jumlah wartawan yang bisa masuk ke ruangan karena keterbatasan tempat. “Kami membatasi jumlah 50 wartawan yang bisa masuk ke hall atas karena keterbatasan ruang, dan ini juga merupakan hasil evaluasi bersama partai politik,” tegasnya.

Meski demikian, Fauzan mengatakan insiden tersebut akan menjadi evaluasi penting agar KPU dapat lebih mengakomodasi media di masa mendatang. “Kami berharap teman-teman media bisa memberikan masukan kepada KPU dan komisioner agar ke depannya kami bisa lebih baik dalam mengakomodir rekan-rekan media di setiap kegiatan,” pungkasnya.

Komisioner KPU, Mokhamad Yasin, yang membawahi Divisi SDM, Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, juga turut menyampaikan permohonan maaf.

“Sekali lagi, saya mewakili KPU menyampaikan permohonan maaf karena kemarin tidak semua teman media bisa masuk. KPU sebagai pelaksana undang-undang tentunya membutuhkan koreksi dari rekan media sebagai kontrol sosial,” ujar Yasin.

Yasin juga menegaskan peran penting media sebagai kontrol sosial dan penyambung informasi kepada masyarakat. “Media adalah bagian penting dalam menginformasikan kejadian agar masyarakat memahami dan mengetahui apa yang terjadi,” ungkapnya.

“Kami atas nama lembaga KPU memohon maaf sebesar-besarnya. Insiden kemarin menjadi evaluasi utama bagi kami untuk berbenah ke depannya,” tutupnya.

Loetfi Hermawan, wartawan Harian Duta Masyarakat, menyatakan bahwa dirinya mengerti penjelasan yang disampaikan oleh KPU. “Kami bisa mengerti penjelasan KPU dan komisioner, khususnya Pak Yasin, dan terima kasih atas permintaan maafnya,” ujarnya.

Loetfi berharap KPU ke depannya bisa lebih baik dalam mengakomodasi wartawan yang meliput. “Saya mewakili teman-teman yang tidak bisa meliput saat itu berharap KPU bisa berbenah lebih baik dalam mengakomodasi wartawan untuk mencari berita,” pungkas Loetfi.(Iqbal)

Silakan Bekomentar
Fauzan Adim Kabar Sidoarjo KPU Sidoarjo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

Program MBG di Tasikmalaya Diperkuat, Bupati Tekankan Kepatuhan dan Efektivitas

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.