Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Teknologi: Sahabat atau Ancaman

23 Jan 2026

Inilah Makanan Penambah Energi Tanpa Bikin Kantuk

22 Jan 2026

Teh Herbal, Lebih dari Sekadar Minuman

21 Jan 2026
1 2 3 … 793 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Inilah Makanan Penambah Energi Tanpa Bikin Kantuk

    22 Jan 2026

    Teh Herbal, Lebih dari Sekadar Minuman

    21 Jan 2026

    Bukan Malas, Cuma Belum Punya Sistem Hidup

    29 Sep 2025

    Rahasia Tetap Kenyang dan Sehat Tanpa Harus Makan Nasi

    22 Sep 2025

    Menyambut Idul Adha: Pahami Aspek Hukum dalam Ibadah Kurban

    26 Mei 2025
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Stok Daging Aman, 13.000 Sapi untuk Idul Adha Samarinda

Pasokan Sapi Meningkat Menjelang Idul Adha di Samarinda
Daerah AminahAminah9 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda, Maskuri, mengumumkan bahwa stok daging di kota ini dipastikan aman menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2023. Lebih dari 13.000 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi telah direkomendasikan, meningkat tajam dari jumlah tahun sebelumnya yang hanya 5.000 ekor. Selasa, (27/6/2023).

Pada hari Minggu lalu, Maskuri mengungkapkan bahwa sekitar 9.000 ekor sapi telah tiba di Samarinda. “Rekomendasi mencapai 13 ribu ekor yang tersedia, sementara kebutuhan kita mengacu pada tahun 2022 sekitar 5 ribu ekor. Jadi, artinya jumlah kebutuhan di Samarinda sudah terpenuhi,” ujarnya.

Pasokan Sapi untuk Samarinda dan Daerah Sekitarnya

Maskuri juga menjelaskan bahwa pasokan sapi ini tidak hanya untuk Samarinda, tetapi juga tersedia bagi daerah lain seperti Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan, mengingat Samarinda sebagai pintu masuk bagi ternak.

Penambahan jumlah sapi ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pada tahun sebelumnya, jumlah sapi terbatas akibat adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan situasi pandemi yang mempengaruhi tingkat permintaan. Namun, pada tahun ini, situasinya berbeda dengan dicabutnya status pandemi oleh pemerintah.

“Kita menyediakan sapi tidak hanya untuk Samarinda, tetapi juga untuk wilayah di luar kota. Tahun lalu jumlahnya agak sedikit karena dibatasi oleh adanya PMK. Jumlah sapi tidak mencapai 7.000 karena kami membatasi masuknya hewan dan juga akumulasi dampak pandemi,” jelas Maskuri.

Meskipun telah bebas dari PMK dan pandemi, dokumen-dokumen yang diperlukan tetap penting, terutama ketika sapi datang dari daerah lain. Dokumen yang harus lengkap meliputi uji laboratorium, PCR, dan karantina selama 14 hari.

Maskuri menjelaskan bahwa persyaratan tersebut penting untuk mencegah kebobolan, mengingat virus tersebut dapat bertahan hingga 5 tahun secara klinis. Oleh karena itu, keberadaan dokumen yang lengkap tetap diperlukan.

“Dokumen masih tetap berlaku karena kami tidak ingin ada kebobolan. Oleh karena itu, kami memperketat vaksinasi. Kesepakatan kami dengan karantina dan pemasok adalah menahan sapi yang tiba di pasar hewan selama satu malam dan melakukan vaksinasi minimal vaksin pertama,” terangnya.

Perhatikan Tanda Gantung dan Dokumen Sapi saat Membeli Hewan Kurban

Selain itu, Maskuri juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tanda gantung pada sapi yang dibeli saat memilih kurban. Ear tag dengan tanda kuning tersebut berisi informasi tentang sapi, seperti asal sapi, status vaksinasi, dan informasi data lainnya. Ia menegaskan pentingnya mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari penjual sapi, dan jika penjual menolak memberikan SKKH, hal tersebut harus dipertanyakan.

“Maka dari itu, kami menghimbau kepada masyarakat, dengan bantuan teman media, untuk membeli sapi yang dilengkapi dengan ear tag tanda kuning karena itu tempat informasi data status hewan. Informasi tersebut mencakup asal sapi, pemiliknya, umurnya, dan harus dilengkapi dengan dokumen SKKH,” tutupnya.

Dengan ketersediaan stok daging yang aman dan langkah-langkah pencegahan yang diterapkan, masyarakat Samarinda dapat menjalankan perayaan Idul Adha dengan lebih tenang dan memastikan keamanan serta kesehatan daging yang dikonsumsi.

Silakan Bekomentar
Idul Adha PKH Qurban
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Semangat Baru Olahraga Tasikmalaya, PB IGOCIS Siap Cetak Atlet Muda

Rembug KTNA 2025 Kukar Bahas Ketahanan Pangan Nasional

Sajian Bersama Bogasari Bangkitkan Semangat Wirausaha di Tasikmalaya

Berita Terkini

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

AisyahAisyah20 Jan 2026 Kesehatan

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026

DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming

17 Jan 2026

Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

17 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Teknologi: Sahabat atau Ancaman

23 Jan 2026

Inilah Makanan Penambah Energi Tanpa Bikin Kantuk

22 Jan 2026

Teh Herbal, Lebih dari Sekadar Minuman

21 Jan 2026

Bukan Malas, Cuma Belum Punya Sistem Hidup

29 Sep 2025

Rahasia Tetap Kenyang dan Sehat Tanpa Harus Makan Nasi

22 Sep 2025

Mekanisme Perlindungan Hak Cipta Lagu dan Penarikan Royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif

4 Jul 2025
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.