Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Warga Asli dan Nelayan di Pulau Rempang Terancam Digusur

Daerah Alwi AhmadAlwi Ahmad10 Sep 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Warga bentrok dengan aparat gabungan dari beragam kesatuan dengan mengendarai 60 armada kendaraan saat berupaya masuk ke Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Riau. Twitter
Warga bentrok dengan aparat gabungan dari beragam kesatuan dengan mengendarai 60 armada kendaraan saat berupaya masuk ke Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Riau. Twitter
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Batam – Pulau Rempang, sebuah pulau dengan sejarah panjang yang terletak di Kepulauan Riau, kini menghadapi ancaman serius terkait dengan rencana pengembangan kawasan Rempang Eco City. Ribuan warga asli Pulau Rempang, yang telah bermukim di sana sejak 1834, kini terancam digusur dari tanah leluhur mereka.

Geriisman Ahmad, seorang warga asli Pulau Rempang, mengungkapkan bahwa ketiga suku yang mendiami pulau ini telah menjadi bagian dari pulau sejak masa sebelum Indonesia merdeka. Namun saat ini, mereka menghadapi ancaman besar terkait proyek pengembangan Rempang Eco City yang dilakukan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan milik Tommy Winata.

“Kami sudah lama tinggal di sini, bahkan sebelum Indonesia berdiri,” ujar Gerisman dikutip dari Koran Tempo, Jumat(8/9/2023).

Pulau Rempang, yang memiliki luas wilayah sekitar 165 kilometer persegi, terletak hanya sekitar 3 km di sebelah tenggara Pulau Batam. Pulau ini merupakan tempat tinggal bagi sekitar 7.500 hingga 10 ribu jiwa, yang sebagian besar adalah nelayan dan pelaut.

Pulau Rempang juga memiliki 16 kampung tua yang menjadi pemukiman warga asli. Meskipun luas kampung tua ini tidak sampai 10 persen dari luas pulau, mereka memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting. Warga di kampung tua tersebut berasal dari berbagai suku, termasuk suku Melayu, suku Orang Laut, dan suku Orang Darat.

Proyek pengembangan Rempang Eco City menjadi fokus pemerintah pusat setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Cina pada akhir Juli. Namun, rencana ini telah menimbulkan ketegangan di Pulau Rempang, dengan bentrokan antara warga dan aparat keamanan pada 7 September 2023.

Penggusuran ini juga muncul sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan ekonomi baru dengan konsep “Kota Hijau dan Berkelanjutan” yang bertujuan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baru.

Rencana pengembangan ini tidak hanya membahas tentang pelestarian lingkungan dan hak asasi manusia, tetapi juga memikirkan bagaimana asli Pulau Rempang akan dipengaruhi oleh perubahan besar ini. Dengan nilai investasi yang mencapai Rp 381 triliun dan potensi penyerapan energi kerja hingga 2080, nasib Pulau Rempang dan penduduknya menjadi sorotan nasional dan internasional.

Warga Pulau Rempang, yang telah menghuni pulau ini selama berabad-abad, kini menunggu dengan acara bagaimana masa depan mereka akan terbentuk dalam bayang-bayang pembangunan Rempang Eco City yang ambisius ini.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

Program MBG di Tasikmalaya Diperkuat, Bupati Tekankan Kepatuhan dan Efektivitas

Berita Terkini

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

AisyahAisyah6 Agu 2026 Pendidikan

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

25 Jul 2026

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.