Tasikmalaya – Tren kuliner berbasis cita rasa lokal kembali menemukan momentumnya. Kehadiran Penyetan 234 di Kota Tasikmalaya menjadi salah satu penanda bahwa menu sederhana dengan kekuatan rasa tetap memiliki daya saing tinggi di tengah gempuran makanan modern.Rumah makan ini mulai beroperasi di kawasan Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cipedes, sejak awal Maret 2026.
Kehadirannya segera menarik perhatian masyarakat, terutama karena brand tersebut sebelumnya telah lebih dulu berkembang di sejumlah kota seperti Solo, Bogor, Purwokerto, Bandung, dan Semarang.Sejumlah pengunjung mengaku tertarik lantaran reputasi Penyetan 234 yang telah dikenal luas di luar daerah.
“Saya kira hanya ada di kota besar, ternyata sekarang sudah masuk Tasik,” ujar salah satu pelanggan saat ditemui, Minggu (12/4/2026).
Mengusung konsep utama pada kekuatan sambal khas Nusantara, tempat makan ini menawarkan berbagai varian, mulai dari sambal padang hijau, padang merah, terasi, hingga sambal dadakan dan khas Lamongan. Keunikan lain terletak pada sistem sambal isi ulang gratis yang menjadi nilai tambah bagi pelanggan.Menu tersebut dipadukan dengan hidangan utama seperti ayam goreng, tahu, dan tempe.
Pendekatan ini memperlihatkan strategi sederhana namun efektif: mempertahankan autentisitas rasa sambil memberikan fleksibilitas pilihan kepada konsumen.Dari sisi fasilitas, Penyetan 234 mencoba menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Area makan yang luas, ketersediaan tempat parkir, hingga fasilitas kebersihan menjadi bagian dari standar pelayanan.
Sistem pembayaran juga telah mengadopsi metode digital berbasis QR untuk memudahkan transaksi.Tak hanya mengandalkan kunjungan langsung, manajemen juga membuka layanan pemesanan jarak jauh melalui WhatsApp, serta menyediakan paket nasi kotak, katering, dan layanan antar. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas jangkauan pasar di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Meski demikian, lonjakan pengunjung pada masa awal operasional berdampak pada waktu penyajian yang relatif lebih lama. Beberapa pelanggan menyebut harus menunggu hingga sekitar 20 menit. Namun kondisi tersebut masih dianggap wajar dalam fase awal pembukaan.
“Ramai jadi agak menunggu, tapi tempatnya nyaman, jadi tidak terasa,” kata pengunjung lainnya.
