Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

BBM Berbasis Bioetanol, Langkah Revolusioner RI

Pertamax Green 95 Menandai Langkah Pertamina Menuju Energi Terbaru dengan Bahan Baku Diversifikasi
Nasional YuliyaniYuliyani24 Jan 2024
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
BBM Berbasis Bioetanol, Langkah Revolusioner RI
Bioetanol. inet
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Negara Brasil telah mencapai kesuksesan dalam pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar substitusi Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama dari tebu dan jagung.

Flavio Castellari, Executive Director Brazillian Ethanol Cluster (APLA) menyatakan Brasil memproduksi sekitar 80% bioetanol dari tebu dan 20% dari jagung.

“Kami memutuskan untuk menggunakan etanol dari tebu sebagai bahan baku utama karena efisiensi produksi tebu dan etanol,” ujar Castellari dalam program Energy Corner, Rabu (24/1/2024).

Namun, untuk mengatasi musiman tanaman tebu, kami memanfaatkan jagung yang berlimpah sebagai bahan tambahan,” tambahnya.

Menurut Castellari setiap negara dapat memanfaatkan berbagai jenis tanaman yang mengandung gula untuk menghasilkan bioetanol. Selain tebu dan jagung, singkong juga bisa menjadi bioetanol.

Di Indonesia, upaya untuk memanfaatkan Bahan Bakar Nabati (BBN) semakin nyata dengan transformasi tebu menjadi bahan bakar, khususnya bensin.

Produk Pertamax Green 95 merupakan campuran bioetanol berbasis molase tebu, telah berproduksi dan terjual oleh PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menjelaskan kerja sama dengan PT Energi Agro Utama (Enero) telah memungkinkan produksi bioetanol mencapai 30.000 kilo liter per tahun.

Sebagian dari bioetanol bercampur dengan bensin Pertamax (RON 92), menghasilkan Pertamax Green 95 dengan pencampuran bioetanol sebanyak 5% (E5).

Riva menegaskan bahwa produksi bioetanol dari molase tebu tidak bersaing dengan produksi gula untuk keperluan pangan.

Proses ini sama dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai swasembada gula, sebagaimana dalam Peraturan Presiden No. 40 tahun 2023.

“Pemerintah mendukung memperluas penggunaan bioetanol sebagai bahan baku dari bahan bakar nabati,” kata Riva.

Pertamina terus melakukan riset untuk memanfaatkan tanaman lain, selain tebu, sebagai sumber bioetanol. Tanaman seperti jagung, sorgum, dan tandan sawit menjadi fokus riset untuk mencari solusi yang memberikan nilai ekonomi terbaik.

“Dengan riset ini, kita akan dapat mengeksplorasi potensi-potensi baru dalam produksi bioetanol sebagai bahan campuran BBM,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
BBM Castellari CNBC Indonesia PT Pertamina Riva siahaan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming

DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Atasi Bencana Sumatera

Indonesia Siap Tampung Anak Palestina Putus Sekolah di Pesantren

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.