Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026

Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

22 Jun 2026
1 2 3 … 822 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

    23 Jun 2026

    Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

    22 Jun 2026

    Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

    22 Jun 2026

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026

    Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    20 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Ananda Moeis: Pancasila Bukan Milik Elite, Tapi Harta Rakyat Indonesia

Wakil Ketua DPRD Kaltim serukan pentingnya memaknai Pancasila sebagai nilai hidup yang tumbuh dari akar budaya bangsa.
DPRD Kaltim AisyahAisyah4 Jun 2025537
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Di tengah derasnya arus zaman dan perubahan sosial yang kompleks, seruan untuk kembali pada nilai dasar bangsa menggema dari Gedung DPRD Kalimantan Timur. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyampaikan pesan reflektif bahwa Pancasila adalah harta milik rakyat, bukan sekadar produk elite politik atau simbol negara semata.

Pernyataan itu disampaikan Ananda sesaat setelah Rapat Paripurna ke-16 DPRD Kaltim, Senin (2/6/2025), sehari setelah bangsa ini memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni.

Dalam suasana yang kental dengan nuansa kebangsaan, Ananda menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila telah hidup dalam masyarakat jauh sebelum diformalkan menjadi dasar negara.

“Pancasila itu bukan diciptakan, tapi digali oleh Bung Karno dari kehidupan masyarakat Indonesia. Jadi sebenarnya Pancasila itu hartanya rakyat sendiri,” tegas Ananda.

Ia menilai, lima sila yang terkandung dalam Pancasila sejatinya tidak lahir dari ruang kosong. Nilai seperti gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial sudah menjadi laku hidup masyarakat Nusantara sejak sebelum kemerdekaan.

Karena itu, menurutnya, mengkampanyekan Pancasila tidak harus dilakukan secara dogmatis. Lebih efektif jika pendekatan dilakukan dengan menyadarkan masyarakat bahwa nilai-nilai itu sudah tertanam dalam keseharian mereka.

“Secara tidak sadar kita menjalankan itu. Teman susah pasti dibantu. Anak muda juga begitu, jalan-jalan tetap bareng walau temannya nggak punya uang. Itu Pancasila yang nyata,” ujarnya.

Ananda juga menyoroti bagaimana semangat gotong royong masih hidup di kalangan generasi muda. Meskipun tidak selalu dibalut istilah ideologis, bentuk solidaritas dan empati tetap mengemuka dalam kehidupan sosial mereka. Namun ia mengingatkan, nilai-nilai tersebut kini menghadapi tantangan besar dari arus individualisme dan gaya hidup pragmatis.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, proses pembelajaran ideologi Pancasila akan lebih berdampak jika tidak dilakukan dengan gaya menggurui. Pendidikan nilai Pancasila, katanya, sebaiknya dibangun dari pengakuan bahwa nilai-nilai itu adalah milik rakyat, bukan sesuatu yang dipaksakan oleh negara.

“Kalau kita menyadari Pancasila itu berasal dari kita sendiri, maka kita akan lebih mudah menjaganya. Karena itu bukan ajaran yang didikte, tapi cermin hidup kita,” lanjutnya.

Dalam konteks pembangunan Kalimantan Timur sebagai bagian penting dari Ibu Kota Nusantara (IKN), Ananda menyerukan agar nilai Pancasila menjadi napas pembangunan. Ia berharap generasi muda di Kaltim mampu menjadikan pembangunan sebagai ajang memperkuat karakter dan kebersamaan sosial, bukan semata proyek fisik.

“Kaltim harus jadi contoh bagaimana Pancasila hadir dalam pembangunan. Bukan sekadar jargon, tapi benar-benar menjadi ruh dari proses pembangunan itu sendiri,” ungkapnya.

Ananda menyinggung potensi besar generasi muda Kaltim, khususnya yang disebutnya sebagai generasi Altino (anak lintas etnis dan nusantara), yang menurutnya memiliki kekayaan sosial untuk menjadikan nilai kebhinekaan sebagai kekuatan pembangunan masa depan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang merujuk pada pidato Bung Karno dalam sidang BPUPKI tahun 1945, tahun ini mengusung tema: Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah dan masyarakat di berbagai daerah menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti upacara, diskusi, dan edukasi untuk menguatkan peran Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa.

Momentum peringatan ini menjadi cermin penting bahwa dalam era modern sekalipun, nilai-nilai asli bangsa tetap relevan dan layak dijadikan kompas moral dalam menyongsong masa depan.

Silakan Bekomentar
Ananda Moeis Berita Kaltim DPRD Kaltim Hari Lahir Pancasila 2025
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026

Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

22 Jun 2026

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.