Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

4 Mei 2026

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026
1 2 3 … 812 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Stunting di Kukar Turun Tajam, Salehuddin Ingatkan Angka Kematian Ibu-Anak Masih Tinggi

Penurunan angka stunting di Kukar jadi prestasi besar, namun kematian ibu dan anak masih jadi sorotan legislator Kaltim.
DPRD Kaltim AisyahAisyah4 Jul 2025611
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Stunting di Kukar Turun Tajam, Salehuddin Ingatkan Angka Kematian Ibu-Anak Masih Tinggi
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Penurunan angka stunting secara drastis di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi kabar baik bagi sektor kesehatan di Kalimantan Timur. Dari angka 27,1 persen pada 2022, kini tercatat hanya 14,2 persen pada 2024. Capaian ini menuai apresiasi dari Salehuddin, Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, yang menilai kolaborasi lintas sektor dan peran aktif ketua RT sebagai faktor penentu utama.

“Menurut saya, capaian ini tidak lepas dari peran kawan-kawan ketua RT se-Kukar. Mereka adalah ujung tombak aktivasi pembinaan dan sosialisasi stunting, juga kemiskinan dan masalah sosial lainnya,” kata Salehuddin, saat ditemui Selasa 1 Juli 2025.

Ia menyebut bahwa kerja terstruktur dari bawah menjadi kekuatan dalam menekan prevalensi stunting, yang selama ini menjadi perhatian nasional. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak boleh membuat semua pihak terlena. Ia mengingatkan masih tingginya angka kematian ibu dan anak di Kukar, yang menurutnya berada di antara yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

“Stunting memang sudah turun, tapi jangan lupa, angka kematian ibu dan anak di Kutai Kartanegara masih termasuk yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di Kaltim,” tegasnya.

Lebih lanjut, Salehuddin menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia. Ia menilai, hampir seluruh persoalan sosial seperti stunting, perceraian, hingga kematian ibu dan anak, berakar dari kondisi keluarga yang rentan.

“Banyak persoalan muncul dari keluarga. Karena itu, kita harus benar-benar serius menerapkan Perda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga Provinsi Kaltim,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap gizi dan kesehatan anak harus menjadi prioritas jangka panjang untuk mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dalam visi tersebut, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

“Maka, sinergi antar OPD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus diperkuat agar angka stunting terus ditekan, dan persoalan kesehatan ibu serta anak juga bisa diselesaikan,” tambah Salehuddin.

Ia juga menilai bahwa keberhasilan Kukar dalam menurunkan angka stunting dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan di sektor kesehatan masih panjang dan tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Menurunkan stunting adalah langkah besar, tapi kita tidak boleh abai pada masalah lain seperti angka kematian ibu dan anak. Itu PR kita bersama,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Kesehatan Ibu dan anak Penurunan Stunting Salehuddin DPRD Kaltim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

AisyahAisyah4 Mei 2026 Pendidikan

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.