Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa Saat Liburan

28 Jun 2026

Cara Merencanakan Liburan agar Tetap Hemat dan Menyenangkan

27 Jun 2026

Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

25 Jun 2026
1 2 3 … 823 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa Saat Liburan

    28 Jun 2026

    Cara Merencanakan Liburan agar Tetap Hemat dan Menyenangkan

    27 Jun 2026

    Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

    25 Jun 2026

    Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

    23 Jun 2026

    Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

    22 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Sengketa Lahan 4 Hektare di Palaran, DPRD Kaltim Mediasi Konflik Warga dan PT IBP

Konflik agraria di Samarinda kembali mencuat, DPRD Kaltim dorong penyelesaian damai antara warga dan perusahaan tambang.
DPRD Kaltim AisyahAisyah8 Jun 2025840
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sengketa Lahan 4 Hektare di Palaran, DPRD Kaltim Mediasi Konflik Warga dan PT IBP
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Agus Suwandy (dok/ist).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Bara konflik agraria kembali berkobar di tanah Borneo. Kali ini, Sutarno, warga RT 27 Kelurahan Handil Bhakti, Kecamatan Palaran, mengklaim lahannya seluas 4 hektare telah digarap tanpa izin oleh PT Insani Bara Perkasa (IBP). Pria itu menyebut aktivitas penambangan sudah dimulai sejak 6 Juni 2023, tanpa proses jual beli maupun kompensasi resmi.

Lahan tersebut, menurut Sutarno, memiliki empat Sertifikat Hak Milik (SHM) atas namanya yang telah terbit sejak 1992. Ia menegaskan seluruh aktivitas penggalian dan pengambilan material batu di lokasi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuannya, dan kini lahannya hanya menyisakan genangan air layaknya danau.

“Tanah saya itu sudah digarap habis. Batunya sudah diambil, tinggal jadi danau. Tidak ada pembicaraan, padahal saya punya sertifikat dan dokumen lengkap,” kata Sutarno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi Komisi I DPRD Kaltim, Senin 26 Mei 2025.

Sutarno mengaku telah menyampaikan laporan ke kelurahan hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun karena tidak mendapat respons yang memadai, ia akhirnya mengajukan permohonan mediasi ke DPRD.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Agus Suwandy, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mencari solusi damai dan adil untuk kedua belah pihak.

“Kami sudah memfasilitasi pertemuan ini. Karena memang Pak Sutarno punya SHM, maka kami arahkan agar penyelesaiannya masuk ke ranah ganti rugi atau jual beli. Tinggal kesepakatan harga saja yang belum cocok,” jelas Agus.

Agus menyebut mediasi akan dilanjutkan ke tahap negosiasi langsung pada 2 Juni mendatang, karena kedua pihak sudah menunjukkan itikad baik menyelesaikan konflik melalui musyawarah.

Ia juga menambahkan, sengketa serupa sering kali muncul di Kalimantan Timur, terutama di wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan. Maka dari itu, menurutnya, sinergi antara warga, pemerintah daerah, dan perusahaan sangat diperlukan agar konflik tidak berkepanjangan.

“Sinergi antara warga, pemerintah daerah, dan perusahaan mutlak diperlukan untuk mencegah konflik agraria berkepanjangan,” ujar Agus.

Sementara itu, pihak PT IBP melalui Joni Piter dari bagian Legal dan Mitigasi, membantah telah menyerobot lahan. Ia mengklaim penggarapan dilakukan berdasarkan perjanjian tertulis dengan Ketua RT setempat, Effendi, yang menyatakan lahan itu miliknya dengan dasar Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun 2012.

“Kami memiliki perjanjian tertanggal 15 Desember 2022 dengan Bapak Effendi dan memulai aktivitas sejak Maret 2023. Saat Pak Sutarno komplain, kami minta data dan koordinat. Setelah overlay, ternyata lokasi itu termasuk dalam area kerja sama kami,” jelas Joni.

Joni juga menyebut bahwa gugatan perdata yang dilayangkan Sutarno ke Pengadilan Negeri Samarinda telah ditolak karena tidak memenuhi syarat formil, meski sebelumnya sudah melalui proses mediasi.

Dalam keterangannya, Joni juga mengungkap bahwa PT IBP telah membayarkan kompensasi sebesar Rp 4 miliar kepada Effendi untuk lahan seluas 50 hektare yang menjadi bagian dari proyek perusahaan tersebut.

Kasus ini mencerminkan masalah klasik dalam konflik agraria, yaitu tumpang tindih klaim kepemilikan lahan antara individu dengan surat legal, dan pihak lain yang memegang surat pajak atau surat keterangan lokal.

Dengan adanya jadwal mediasi lanjutan, harapan muncul bahwa konflik ini dapat diselesaikan secara damai tanpa eskalasi hukum lanjutan. DPRD Kaltim pun disebut akan terus memantau proses hingga tuntas.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Konflik Agraria PT Insani Bara Perkasa Sengketa Lahan Samarinda
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa Saat Liburan

28 Jun 2026

Cara Merencanakan Liburan agar Tetap Hemat dan Menyenangkan

27 Jun 2026

Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

25 Jun 2026

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.