Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Morning Routine vs Night Routine, Mana yang Lebih Penting?

12 Jul 2026

Gaya Hidup Frugal: Hemat Bukan Berarti Pelit

11 Jul 2026

Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar Lebih Lama

10 Jul 2026
1 2 3 … 830 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Morning Routine vs Night Routine, Mana yang Lebih Penting?

    12 Jul 2026

    Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar Lebih Lama

    10 Jul 2026

    Mengapa Solo Traveling Semakin Diminati?

    9 Jul 2026

    Mengapa Masakan Rumahan Selalu Terasa Lebih Istimewa?

    8 Jul 2026

    Cara Membangun Kebiasaan Membaca Tanpa Merasa Terbebani

    7 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Seleksi Jamnas 2026 Dipertanyakan, Cisayong Diduga Tak Transparan

Proses seleksi peserta Jamnas 2026 di Cisayong menuai kritik akibat dugaan minimnya transparansi dan distribusi informasi.
Pendidikan AisyahAisyah9 Apr 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Seleksi Jamnas 2026 Dipertanyakan, Cisayong Diduga Tak Transparan
Ilustrasi Gambar by AI
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya – Proses seleksi peserta Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di wilayah Cisayong memunculkan tanda tanya di kalangan pembina Pramuka. Semangat membina generasi muda yang seharusnya terang, kini dibayangi isu ketidakterbukaan informasi dan ketidaksinkronan proses seleksi.

Seleksi Jamnas 2026 merupakan agenda nasional yang akan berlangsung pada 13 Agustus 2026 hingga 20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Di tingkat Kabupaten Tasikmalaya, tahapan seleksi dilaksanakan pada Minggu (15/3/2026) dengan batas akhir penetapan peserta pada Selasa (31/3/2026). Bahkan, sebagian peserta yang dinyatakan lolos telah mengikuti Training Center (TC) tahap awal pada Minggu (29/3/2026). Namun di wilayah Cisayong, sejumlah pembina mengaku tidak menerima informasi resmi terkait seleksi tersebut, sehingga calon peserta dari beberapa gugus depan tidak dapat mengikuti tahapan seleksi.

“Informasi seleksi sudah disampaikan kepada Kwartir Ranting,” ujar Hatomi, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa distribusi informasi dari tingkat kabupaten telah dilakukan. Namun, dugaan terhentinya alur komunikasi di tingkat Kwarran Cisayong kini menjadi sorotan. Beberapa sekolah, termasuk SMP di wilayah tersebut, menyebut tidak pernah menerima pemberitahuan resmi mengenai seleksi, padahal mereka telah mempersiapkan peserta sejak Selasa, 1 November 2025.

Situasi ini semakin kompleks karena jadwal pengumuman resmi hasil seleksi disebut baru akan dilakukan pada 18 April 2026. Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah peserta telah lebih dulu dinyatakan lolos bahkan mengikuti pembinaan lanjutan. Ketidaksesuaian ini memicu pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas proses seleksi.

Bagi para pembina, persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan menyangkut prinsip keadilan dalam pembinaan peserta didik. Banyak calon peserta yang telah berlatih berbulan-bulan harus kehilangan kesempatan bukan karena kurang kompeten, tetapi karena tidak memperoleh akses informasi yang semestinya.

Jamnas sendiri merupakan kegiatan lima tahunan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan edukatif, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan. Oleh karena itu, proses seleksi yang adil dan terbuka menjadi fondasi penting untuk memastikan kualitas peserta yang terpilih.

Minimnya klarifikasi dari pihak Kwarran Cisayong hingga saat ini turut memperkeruh situasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan berbagai pihak belum mendapatkan respons resmi, sehingga polemik terus berkembang di tengah masyarakat dan kalangan pembina.

Kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam hal distribusi informasi dan mekanisme seleksi. Transparansi dan keterbukaan dinilai sebagai kunci utama agar proses serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih baik dan merata.

Jika tidak segera dibenahi, persoalan ini berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap sistem pembinaan Pramuka di tingkat daerah. Diharapkan langkah evaluatif dapat segera dilakukan guna mengembalikan keadilan serta semangat positif dalam menyongsong Jamnas 2026.

Silakan Bekomentar
Jamnas 2026 Pendidikan Pramuka Indonesia Seleksi Peserta Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

Berita Terkini

Rachmat Gobel Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Industri Nasional

AisyahAisyah10 Jul 2026 Obituari

Mengapa Jalan Kaki 30 Menit Sehari Baik untuk Kesehatan?

2 Jul 2026

Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

30 Jun 2026

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Morning Routine vs Night Routine, Mana yang Lebih Penting?

12 Jul 2026

Gaya Hidup Frugal: Hemat Bukan Berarti Pelit

11 Jul 2026

Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar Lebih Lama

10 Jul 2026

Mengapa Solo Traveling Semakin Diminati?

9 Jul 2026

Mengapa Masakan Rumahan Selalu Terasa Lebih Istimewa?

8 Jul 2026

Cara Membangun Kebiasaan Membaca Tanpa Merasa Terbebani

7 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.