Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Ananda Moeis Dorong Satgas Khusus Cegah Narkoba di Kaltim

Pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu lawan bahaya narkoba demi masa depan Kalimantan Timur.
DPRD Kaltim AisyahAisyah19 Jun 2025656
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ananda Moeis Dorong Satgas Khusus Cegah Narkoba di Kaltim
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menilai peredaran narkoba di daerahnya sebagai ancaman serius yang bisa melumpuhkan masa depan generasi muda. Ia menyerukan langkah terpadu dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam menekan laju penyalahgunaan narkotika di Benua Etam.

Penegasan itu disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi lintas lembaga di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (17/6/2025).

Dalam pertemuan yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai komponen masyarakat, tercapai kesepakatan untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba secara sistemik dan kolektif.

“Perlu langkah konkret dan sinergi semua pihak. Kita sudah punya Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pencegahan Narkoba. Tinggal bagaimana kita optimalkan pelaksanaannya,” ujar Ananda.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat akan dibentuk satuan tugas khusus yang dipimpin langsung oleh Gubernur atau Wakil Gubernur Kaltim, serta Forkopimda. Satgas ini akan memperkuat sistem deteksi dini, pengawasan peredaran, serta program rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

“Ini masalah serius yang harus ditangani dengan serius dan maksimal. Kaltim tengah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, tapi semua itu akan sia-sia kalau generasi kita rusak karena narkoba,” tegasnya.

Dari sisi legislatif, Ananda memastikan bahwa DPRD Kaltim siap mendukung penuh upaya pencegahan narkoba, mulai dari regulasi, pengawasan hingga dukungan anggaran.

“Kami di DPRD siap, baik dari sisi peraturan maupun alokasi anggaran. Termasuk juga mendorong peningkatan fasilitas rehabilitasi,” imbuhnya.

Sorotan utama Ananda adalah kondisi pusat rehabilitasi di Tanah Merah, yang hingga kini hanya mampu menampung sekitar 290 orang. Jumlah tersebut jauh dari cukup jika dibandingkan dengan estimasi pengguna narkoba di Kaltim yang mencapai belasan ribu orang.

“Fasilitas itu dibangun menggunakan APBN sekitar tahun 2010, dan belum mengalami perluasan. Padahal kebutuhan sudah jauh meningkat. Prosedurnya memang vertikal, dari pusat. Tapi kita di daerah harus ikut dorong agar ditingkatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ananda menyampaikan bahwa pengguna narkoba seharusnya diperlakukan secara berbeda dari pengedar. Ia menegaskan pentingnya pendekatan rehabilitatif bagi para pengguna.

“Saya pribadi kurang setuju kalau pengguna narkoba langsung dipenjara. Mereka harus dipulihkan, bukan dihukum seperti pengedar. Perlakuan terhadap pengguna dan pengedar harus dibedakan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa persoalan narkoba bukan hanya urusan aparat atau pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga, masyarakat, tokoh agama, dan pendidik.

“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau Forkopimda, tapi juga keluarga, masyarakat, tokoh agama, pendidik, semua harus ambil bagian. Pencegahan dimulai dari lingkungan terdekat,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Ananda Emira Moeis Berita Kaltim DPRD Kaltim Pencegahan Narkoba
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.