Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026
1 2 3 … 820 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026

    Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

    18 Jun 2026

    Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

    18 Jun 2026

    Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

    17 Jun 2026

    Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

    16 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Banyuwangi Diguncang Gempa 5,7 SR, Tak Picu Tsunami

Guncangan terasa lintas pulau, namun BMKG menegaskan ancaman tsunami tidak muncul.
Nasional AisyahAisyah25 Sep 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Banyuwangi Diguncang Gempa 5,7 SR, Tak Picu Tsunami
Banyuwangi Diguncang Gempa 5,7 SR, Tak Picu Tsunami (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Banyuwangi – Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 pada Kamis (25/9/2025) pukul 16.04 WIB mengguncang wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Beruntung, gelombang pascagempa yang ditakuti warga pesisir tak terjadi kali ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada sekitar 46 kilometer timur laut Banyuwangi, Jawa Timur. Getaran dirasakan kuat di Banyuwangi serta Penebel, Tabanan Bali pada skala IV MMI, yang berarti guncangan terasa oleh banyak orang di dalam bangunan dan sebagian di luar ruang.

Di sejumlah daerah lain seperti Lumajang, Kuta, Denpasar, Buleleng, Jember, dan Bondowoso, intensitas tercatat III MMI, setara sensasi “ada truk besar lewat” terutama di lantai atas. Sementara itu, Surabaya, Kuta Selatan, Pamekasan, Mataram, dan Lombok Barat merasakan skala II MMI, yakni guncangan ringan yang membuat benda-benda menggantung bergoyang.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG melalui situs resminya, Kamis (25/9/2025).

Pernyataan tersebut meredakan kecemasan warga pesisir Selat Bali yang sempat waspada begitu notifikasi gempa menyebar di ponsel. Meski tak memicu tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar memeriksa kondisi bangunan dan menjauh dari struktur yang retak, serta menghindari informasi tidak resmi yang beredar di media sosial.

Sejumlah warga melaporkan guncangan terasa singkat namun jelas. Di kawasan perkotaan Banyuwangi, aktivitas sempat terhenti sejenak ketika pegawai perkantoran menundukkan badan mencari perlindungan di bawah meja.

Di Denpasar, beberapa orang di gedung bertingkat memilih turun ke area terbuka setelah merasakan getaran. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada informasi kerusakan serius maupun korban jiwa dari instansi terkait. Pemerintah daerah di wilayah terdampak disebut siaga untuk pemantauan lanjutan apabila terjadi gempa susulan, situasi yang lazim mengikuti kejadian utama.

Secara geologis, zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Jawa–Bali kerap menghasilkan gempa tektonik dengan variasi kedalaman. Episenter di timur laut Banyuwangi menunjukkan aktivitas seismik yang dapat dirasakan di dua pulau karena karakter batuan dan kondisi tanah setempat yang memperkuat gelombang.

Pada skala IV MMI, barang pecah belah bisa bergetar dan beberapa plester dinding bisa rontok, namun umumnya tidak menyebabkan kerusakan struktural besar. Walau demikian, para ahli selalu menekankan pentingnya pemeriksaan dini bangunan, terutama untuk konstruksi lama atau tanpa pengikat gempa memadai.

“Warga diimbau tetap tenang, pastikan jalur evakuasi jelas, dan siapkan tas siaga berisi obat, lampu senter, dan dokumen penting,” demikian imbauan umum mitigasi yang kerap disampaikan lembaga kebencanaan pada setiap kejadian serupa di Indonesia, negeri yang berada di sabuk cincin api Pasifik.

Pelajaran penting dari guncangan sore ini kembali mengingatkan urgensi budaya aman bencana: memastikan perabot berat terikat ke dinding, mengetahui titik kumpul, dan mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dengan respons cepat dan informasi akurat, kepanikan dapat ditekan, sementara kewaspadaan tetap terjaga.

Pada akhirnya, gempa M5,7 di Banyuwangi menjadi pengingat halus bahwa hidup di negeri rawan gempa menuntut disiplin mitigasi. Tanpa ancaman tsunami dan tanpa laporan kerusakan berarti sejauh ini, warga di Jawa Timur dan Bali diharapkan kembali beraktivitas dengan tetap waspada, menanti pembaruan resmi bila ada perkembangan susulan.

Silakan Bekomentar
Bali NTB BMKG Gempa Banyuwangi Guncangan 25 September 2025 Skala MMI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

Sertifikasi Halal Logistik Wajib Berlaku 2026

Rapimnas PJS Mei 2026 Fokus Finalisasi ke Dewan Pers

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026

Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

18 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026

Pajak dan Krisis Kepercayaan

16 Jun 2026

Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

16 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.