Bahasa anak muda terus berkembang mengikuti arus digital dan budaya pop. Seiring munculnya media sosial dan aplikasi baru, istilah-istilah kekinian pun bermunculan. Tujuannya sederhana: membuat komunikasi lebih singkat, santai, dan relate dengan kehidupan sehari-hari.
Beberapa istilah bahkan berasal dari singkatan bahasa Inggris, lalu diserap dalam percakapan sehari-hari dengan makna yang lebih luas atau lucu. Ada pula yang digunakan untuk menunjukkan ekspresi, reaksi, hingga sindiran dengan cara yang ringan dan cerdas.
Berikut ini 7 istilah kekinian yang wajib kamu tahu agar tidak merasa asing saat ngobrol di grup chat, scroll TikTok, atau membaca komentar di media sosial.
FYP (For Your Page)
FYP adalah singkatan dari “For Your Page”, yang merujuk pada halaman rekomendasi di TikTok. Ketika seseorang bilang, “Semoga FYP ya!”, artinya mereka berharap konten tersebut muncul di halaman utama dan bisa menjangkau lebih banyak penonton.
Di kalangan kreator, FYP menjadi target karena menunjukkan bahwa konten mereka punya peluang viral. Istilah ini juga sering dipakai di Instagram Reels atau YouTube Shorts, meskipun asalnya dari TikTok.
PAP (Post a Picture)
PAP adalah singkatan dari “Post a Picture”. Tapi di Indonesia, istilah ini lebih sering dipakai sebagai permintaan, seperti saat seseorang ingin melihat foto terbaru dari temannya.
Contoh: “Lagi di mana? PAP dong!”
Meskipun sederhana, istilah ini menjadi bentuk komunikasi ringan yang akrab dan sering dipakai dalam percakapan santai.
KEPO (Knowing Every Particular Object)
Meskipun banyak orang belum tahu bahwa KEPO adalah singkatan, istilah ini sangat populer di Indonesia. KEPO menggambarkan rasa ingin tahu yang tinggi, bahkan sampai cenderung berlebihan terhadap urusan orang lain.
Contoh penggunaannya:
“Ada yang baru nih di hidup dia, jadi KEPO banget!”
Istilah ini sering digunakan dengan nada bercanda dan kadang sarkastik.
SMH (Shaking My Head)
SMH berarti “Shaking My Head” atau dalam bahasa Indonesia, menggelengkan kepala. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rasa kecewa, heran, atau tidak percaya terhadap sesuatu.
Biasanya dipakai saat menanggapi komentar atau tindakan yang bikin geleng-geleng kepala. Misalnya:
“Dia nanya harga tapi nggak jadi beli. SMH.”
ANW (Anyway)
ANW adalah kependekan dari “Anyway”, yang artinya “ngomong-ngomong” atau “sebenarnya sih”. Kata ini sering dipakai untuk mengubah topik atau kembali ke topik utama setelah bahasan lain.
Contohnya:
“Lama banget nggak ngobrol ya. ANW, kamu jadi ikut acara besok?”
Gaya ini memberikan kesan santai, akrab, dan tidak terlalu kaku saat ngobrol online.
NP (No Problem)
NP adalah singkatan dari “No Problem”, yang artinya “tidak masalah”. Biasanya digunakan untuk merespons permintaan maaf atau ucapan terima kasih secara cepat dan singkat.
Misalnya:
“Maaf ya, aku telat ngirim tugas.”
“NP, santai aja kok.”
Istilah ini bikin komunikasi jadi lebih ringan dan positif.
Bukan Sekadar Singkatan, Tapi Identitas Budaya Digital
Yang menarik, istilah-istilah ini bukan hanya soal mempersingkat kata. Lebih dari itu, mereka mencerminkan cara berpikir, gaya komunikasi, dan identitas generasi yang hidup di era digital.
Penggunaan istilah kekinian membuat interaksi terasa lebih cair, tidak kaku, dan cepat dipahami sesama pengguna media sosial.
Di sisi lain, pemahaman terhadap istilah ini penting agar tidak salah tafsir. Banyak istilah internet yang bisa terdengar lucu tapi punya konteks berbeda jika dipakai di tempat yang kurang tepat. Maka dari itu, memahami konteks penggunaan jadi hal yang penting.
Istilah seperti FYP, SMH, hingga KEPO adalah contoh bagaimana bahasa bisa berubah dan beradaptasi sesuai perkembangan zaman. Bagi generasi muda, menguasai istilah-istilah ini bukan hanya untuk ikut tren, tapi juga untuk mempererat komunikasi dengan sesama, terutama di dunia maya.
Istilah kekinian akan terus bertambah. Setiap bulan, bahkan setiap minggu, selalu ada singkatan atau tren baru yang viral. Oleh karena itu, mengikuti perkembangan ini bisa membuat kamu tetap relevan, up-to-date, dan tidak merasa “kudet” (kurang update).
Menggunakan istilah kekinian secara bijak bisa jadi cara seru untuk terhubung lebih dekat dengan teman, komunitas, bahkan audiens di media sosial. Yang penting, jangan sampai salah arti dan tetap sopan dalam penggunaannya
