Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Inilah Makanan Penambah Energi Tanpa Bikin Kantuk

22 Jan 2026

Teh Herbal, Lebih dari Sekadar Minuman

21 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
1 2 3 … 792 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Inilah Makanan Penambah Energi Tanpa Bikin Kantuk

    22 Jan 2026

    Teh Herbal, Lebih dari Sekadar Minuman

    21 Jan 2026

    Bukan Malas, Cuma Belum Punya Sistem Hidup

    29 Sep 2025

    Rahasia Tetap Kenyang dan Sehat Tanpa Harus Makan Nasi

    22 Sep 2025

    Menyambut Idul Adha: Pahami Aspek Hukum dalam Ibadah Kurban

    26 Mei 2025
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming

Polemik buku Aurelie membuka pintu DPR menelisik isu sensitif yang selama ini terabaikan publik.
Nasional AisyahAisyah17 Jan 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming
Aurelie Moeremans. (. Instagram)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Gelombang diskusi publik yang dipicu oleh buku digital Broken Strings karya aktris Aurelie Moeremans berbuah perhatian serius dari Komisi XIII DPR RI. Ketua komisi tersebut, Willy Aditya, menyampaikan bahwa DPR kini mempertimbangkan untuk menghadirkan para korban child grooming dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU), termasuk kemungkinan menghadirkan Aurelie sebagai figur sentral dalam polemik ini.

Dalam pernyataannya, Willy menyebut pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data terhadap para korban relevan. Upaya ini dilakukan agar pembahasan dalam rapat nanti tidak semata berdasarkan satu testimoni saja, melainkan mencakup pandangan luas dari berbagai korban.

“Bisa jadi (diundang). Korbannya bukan hanya Aurelie saja. Kita sedang belanja, ngumpulin semua data,” kata Willy dikutip dari inilah.com, Sabtu (17/1/2026).

Willy menambahkan, terdapat kemungkinan Aurelie dihadirkan secara daring, mengingat ia berada di luar negeri dan terkendala perbedaan waktu serta lokasi. Meski begitu, hal ini masih dalam tahap kajian teknis.

“Kemarin itu sudah kita kaji. Masalahnya lebih ke teknis, apakah memungkinkan waktunya. Bisa saja via Zoom,” ungkapnya.

Koordinasi lanjutan rencananya akan dilakukan pekan depan, termasuk inventarisasi korban yang berdomisili di Indonesia dan memungkinkan untuk hadir secara langsung dalam rapat di Senayan.

“Kita sedang menginventarisir siapa korban lain di dalam negeri yang bisa kita hadirkan,” imbuhnya.

Legislator dari Fraksi NasDem itu menilai pentingnya kehadiran langsung para penyintas, untuk memperkaya perspektif serta menghindari fokus tunggal pada satu narasi saja.

“Sekarang memang Aurelie yang jadi spotlight. Tapi kalau bisa menghadirkan korban langsung di ruang sidang, itu lebih ideal,” ujarnya.

RDPU yang dirancang ini merupakan bagian dari respons DPR terhadap meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap praktik child grooming, sebuah bentuk manipulasi terhadap anak yang belum banyak diangkat ke ranah legislasi secara mendalam.

Aurelie sebelumnya merilis buku memoar secara digital melalui media sosial, menceritakan pengalaman pahit masa kecilnya yang dimanipulasi oleh orang terdekat. Kisah itu menjadi viral, memicu diskusi luas tentang perlindungan anak dan lemahnya kesadaran publik terhadap praktik manipulatif yang berdampak psikologis jangka panjang.

Dengan rencana pelibatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), aparat penegak hukum, dan lembaga terkait lainnya, DPR berharap dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang lebih komprehensif dalam menangani isu child grooming di Indonesia.

Silakan Bekomentar
Aurelie Moeremans Child Grooming DPR RI Isu Nasional Perlindungan Anak
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Atasi Bencana Sumatera

Indonesia Siap Tampung Anak Palestina Putus Sekolah di Pesantren

Berita Terkini

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

AisyahAisyah20 Jan 2026 Kesehatan

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026

Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

17 Jan 2026

Karang Porites, Arsip Alam Bumi Membaca Jejak Iklim Purba

16 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Inilah Makanan Penambah Energi Tanpa Bikin Kantuk

22 Jan 2026

Teh Herbal, Lebih dari Sekadar Minuman

21 Jan 2026

Bukan Malas, Cuma Belum Punya Sistem Hidup

29 Sep 2025

Rahasia Tetap Kenyang dan Sehat Tanpa Harus Makan Nasi

22 Sep 2025

Mekanisme Perlindungan Hak Cipta Lagu dan Penarikan Royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif

4 Jul 2025

Menyambut Idul Adha: Pahami Aspek Hukum dalam Ibadah Kurban

26 Mei 2025
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.