Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPRD Kaltim Desak Strategi PAD, Fiskal 2026 Diprediksi Merosot

Penurunan proyeksi fiskal jadi alarm serius, DPRD minta pemprov Kaltim perkuat sumber pendapatan asli daerah.
DPRD Kaltim AisyahAisyah14 Jun 2025731
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPRD Kaltim Desak Strategi PAD, Fiskal 2026 Diprediksi Merosot
Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD, Syarifatul Sya’diah (dok/vimora).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Ketergantungan fiskal Provinsi Kalimantan Timur terhadap dana transfer pusat disorot tajam oleh DPRD, menyusul prediksi penurunan fiskal tahun 2026 yang hanya akan mencapai Rp18,78 triliun. Jumlah ini merosot dari kisaran Rp20 hingga Rp21 triliun pada tahun anggaran 2025, menandakan sinyal waspada terhadap stabilitas keuangan daerah.

Proyeksi ini mencuat dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 di DPRD Kaltim. Syarifatul Sya’diah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD sekaligus anggota Komisi III DPRD Kaltim, menyebutkan bahwa menurunnya pendapatan harus segera ditanggapi dengan upaya serius untuk meningkatkan kemandirian fiskal.

“Kami mendorong pemerintah provinsi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah. Jangan terus bergantung pada dana transfer. Ini menjadi salah satu usulan Fraksi Golkar,” tegas Syarifatul usai Rapat Paripurna ke-18, Kamis 12 Juni 2025.

Ia mengungkapkan bahwa sektor-sektor potensial seperti pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, jasa, hingga industri kreatif belum dimaksimalkan secara optimal. Padahal, kata dia, jika dikelola dengan baik melalui BUMD dan perangkat kebijakan daerah, potensi itu mampu menjadi tulang punggung pendapatan daerah.

“Kalau belanja kita terus tinggi, tapi pendapatan tidak digenjot, ya akan selalu defisit. Kita ingin Kaltim bisa meniru daerah yang sudah mandiri secara fiskal seperti Surabaya atau Jakarta,” ujarnya.

Menurut Syarifatul, kemandirian fiskal bukan semata soal angka, tapi juga soal kedaulatan dalam menyusun arah pembangunan. Ketika daerah punya kekuatan finansial sendiri, maka kebijakan pun bisa dirancang lebih fleksibel tanpa intervensi pusat.

“Kita ini kaya. Tinggal bagaimana caranya pemerintah berani dan serius menarik peluang usaha dan menjadikan BUMD sebagai lumbung PAD yang konkret,” katanya menambahkan.

DPRD juga mendorong adanya reformasi dalam tata kelola fiskal, termasuk perbaikan manajemen BUMD, perluasan basis pajak daerah, hingga menciptakan iklim investasi yang sehat. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan pembiayaan pembangunan lima tahun mendatang.

“Reformasi fiskal ini tidak bisa ditunda lagi. Kalau tidak dimulai sekarang, kita akan kesulitan menutup kebutuhan anggaran untuk pembangunan jangka menengah,” tuturnya.

Penurunan fiskal 2026 menurut DPRD menjadi momentum reflektif bahwa selama ini ketergantungan terhadap dana pusat terlalu dominan. Dengan tantangan ke depan yang semakin kompleks, daerah dituntut kreatif mencari ruang-ruang fiskal baru.

Dalam pembahasan RPJMD 2025–2029, DPRD menekankan bahwa aspek kemandirian fiskal harus menjadi prioritas utama. Perencanaan pembangunan harus berorientasi pada penguatan potensi lokal yang berkelanjutan.

“Kemandirian itu bukan pilihan, tapi keniscayaan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” pungkas Syarifatul.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Pendapatan Asli Daerah RPJMD 2025–2029 Syarifatul Sya’diah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.