Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

UT Bandung Perkuat Layanan SALUT Tasikmalaya

28 Agu 2026

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

15 Agu 2026

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026
1 2 3 … 838 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPRD Kaltim Dorong Pendapatan Alternatif Akibat Turunnya DBH

Pemangkasan anggaran dan turunnya Dana Bagi Hasil sektor tambang memaksa Kaltim mencari sumber pendapatan baru.
DPRD Kaltim AisyahAisyah7 Jun 2025775
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPRD Kaltim Dorong Pendapatan Alternatif Akibat Turunnya DBH
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono (dok/ist).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor tambang dan kebijakan efisiensi anggaran yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 menekan fiskal daerah Kalimantan Timur. DPRD Kaltim kini mendorong upaya pencarian sumber pendapatan alternatif demi menjaga keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menyatakan bahwa eksplorasi potensi pendapatan dari sektor-sektor lain kini menjadi urgensi di tengah perlambatan ekonomi. Ia menilai perlambatan ini berdampak langsung terhadap kemampuan serapan dan daya beli daerah dalam APBD 2025 maupun proyeksi 2026.

“Kita ingin mencoba potensi-potensi pendapatan dari sektor lain. Artinya memang ada APBD kita mengalami perlambatan, yang diakibatkan oleh Perpres No.1 Tahun 2025 itu,” ujar Sapto.

Sapto menjelaskan bahwa penurunan harga batu bara dan kebijakan efisiensi pemerintah pusat memperparah kondisi fiskal daerah. Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun ikut menurun. Akibatnya, pendapatan dari DBH sektor tambang turun signifikan, termasuk dari sektor Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebesar 1,5 persen.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menanyakan kepada Biro Ekonomi terkait kepastian penerimaan personal income (PI) sebesar 10%, namun belum memperoleh kejelasan.

“Yang jelas tadi dari BPKAD dan Bapenda menjelaskan berapa dana transfer kita, mana yang bisa terpakai, mana yang sudah terealisasi, nanti persisnya akan disampaikan di rapat anggaran,” tambahnya.

DPRD Kaltim kini juga melakukan cross-check terhadap penyebab penurunan pendapatan dari sektor tambang, termasuk kemungkinan penurunan produksi atau anjloknya harga komoditas.

Selain itu, DPRD mendorong optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) dan Pajak Kehutanan Tambang (PKT).

“Selama ini, kerusakan hutan terjadi di sini, tapi pemasukan tidak datang ke daerah kita. Itu yang akan kita perjuangkan,” tegas Sapto.

Ia mengatakan DPRD telah meminta Menteri ESDM untuk hadir dan menjelaskan hal ini kepada Gubernur serta menyurati pemerintah pusat agar Kaltim mendapat pemasukan tambahan dari sektor PKH dan PKT.

Akibat penurunan DBH, proyeksi APBD Kaltim tahun 2026 diperkirakan hanya mencapai Rp18 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp20 triliun.

Situasi ini mendorong Pemprov Kaltim melakukan efisiensi di berbagai sektor. Salah satunya, Musrenbang yang biasa digelar di luar kota, kini dilaksanakan lebih hemat di Lamin Etam, Samarinda.

Dengan tantangan fiskal yang tidak ringan, DPRD Kaltim berkomitmen untuk terus mencari solusi atas pelemahan pendapatan daerah. Sapto memastikan bahwa lembaganya akan tetap memperjuangkan sumber pemasukan yang adil bagi daerah yang selama ini turut menyumbang kekayaan nasional, khususnya dari sektor pertambangan dan kehutanan.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim BH Tambang DPRD Kaltim DSapto Setyo Pramono Pendapatan Alternatif PKH dan PKT
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

UT Bandung Perkuat Layanan SALUT Tasikmalaya

AisyahAisyah28 Agu 2026 Pendidikan

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

15 Agu 2026

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.