Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPRD Kaltim Soroti Dugaan Pelecehan di Kegiatan Pramuka

Anggota DPRD Kaltim minta semua pihak serius ciptakan lingkungan pendidikan yang aman untuk remaja.
DPRD Kaltim AisyahAisyah30 Jun 2025724
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPRD Kaltim Soroti Dugaan Pelecehan di Kegiatan Pramuka
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Dugaan pelecehan seksual oleh seorang pembina Pramuka terhadap empat remaja perempuan di Samarinda menyalakan alarm bagi sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Kasus ini memantik perhatian publik karena terjadi saat para korban, berusia sekitar 19 tahun, sedang terlibat dalam kegiatan di sekolah almamater mereka.

Insiden ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, termasuk para legislator. DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan sosial, menilai kasus ini sebagai cerminan kegagalan sistem pengawasan di ranah pendidikan dan organisasi kepemudaan.

“Pramuka seharusnya menjadi ruang anak-anak belajar nilai kepemimpinan dan kedisiplinan. Kalau terjadi pelecehan, ini merusak semua tujuan baik itu,” ujar Damayanti, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Senin (30/6/2025).

Ia menekankan pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak dan remaja dalam setiap kegiatan pendidikan maupun ekstrakurikuler. Damayanti menegaskan bahwa tanggung jawab perlindungan anak tidak bisa hanya ditumpukan kepada sekolah atau satu institusi saja.

“Semua pihak punya tanggung jawab. Tidak bisa hanya dibebankan ke satu lembaga saja. Masyarakat juga harus berperan,” katanya.

Saat ini, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim telah turun tangan sejak laporan awal mencuat. Namun, proses hukum lebih lanjut masih menunggu bukti-bukti yang cukup untuk menjerat pelaku secara resmi.

“Butuh proses dan bukti kuat supaya persoalan ini bisa selesai dengan jelas. Kita semua berharap tidak ada yang ditutup-tutupi,” jelas Damayanti lebih lanjut.

Selain itu, Damayanti menyoroti bentuk pelecehan non-fisik seperti cat calling, yang menurutnya sering diremehkan padahal berdampak buruk terhadap kondisi psikologis korban.

“Bukan hanya soal tindakan fisik. Kalimat-kalimat merendahkan juga bentuk pelecehan,” tegasnya.

Hingga kini, Komisi IV DPRD Kaltim belum memanggil pihak terkait seperti Kwartir Cabang Pramuka maupun dinas pendidikan, mengingat belum adanya laporan resmi yang masuk ke lembaga legislatif tersebut. Namun, kasus ini telah dicatat sebagai isu prioritas yang harus segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada laporan resmi, kami siap menindaklanjuti. Sekarang kita catat ini sebagai masalah serius,” ucap Damayanti.

Ia menutup pernyataannya dengan imbauan kuat kepada seluruh pihak agar menjadikan perlindungan anak sebagai prioritas utama. Lembaga pendidikan, menurutnya, tidak boleh menjadi tempat yang menimbulkan rasa takut atau trauma bagi peserta didik.

“Sekolah harus menjadi tempat aman, bukan sumber trauma,” tutupnya.

Kasus ini menjadi refleksi penting bagi semua pemangku kepentingan di Kalimantan Timur agar meningkatkan pengawasan dan memperkuat sistem perlindungan anak di setiap lini.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim Damayanti DPRD Kaltim Perlindungan Anak
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.