Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026
1 2 3 … 821 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026

    Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    20 Jun 2026

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026

    Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

    18 Jun 2026

    Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

    18 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPRD Kutai Timur Serukan Solusi Atasi Kesenjangan Kesejahteraan Guru Agama dan Negeri

DPRD Kutim Lutfi RahmaLutfi Rahma5 Nov 2024695
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
kesejahteraan
Ilustrasi kesenjangan kesejahteraan antara guru agama dan guru negeri di Kutai Timur
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur, Yan, menyoroti ketimpangan kesejahteraan antara guru agama dan guru sekolah negeri di daerah. Menurutnya, perbedaan status pengangkatan dan tata kelola administrasi antara kedua kelompok guru ini kerap menimbulkan persoalan terkait gaji dan tunjangan yang tidak seimbang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya dapat melakukan langkah nyata untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

“Persoalan ini sebenarnya sudah lama muncul. Pemerintah daerah ingin menyamakan kesejahteraan guru agama dan guru negeri, tapi terbentur aturan dari pemerintah pusat yang membatasi wewenang kita,” ujar Yan belum lama ini.

Perbedaan Status Jadi Penghalang Keadilan Kesejahteraan

Yan menjelaskan bahwa perbedaan status antara guru agama dan guru negeri menjadi faktor utama yang menyebabkan ketimpangan ini. Guru agama yang diangkat langsung oleh Kementerian Agama memiliki sistem administrasi dan tunjangan berbeda dibandingkan guru sekolah negeri yang dikelola oleh pemerintah daerah. Akibatnya, banyak guru agama di daerah yang merasa belum menerima hak yang setara dengan guru negeri, terutama dalam hal gaji dan tunjangan.

“Kita mendengar banyak keluhan tentang betapa timpangnya kesejahteraan mereka. Gaji guru sekolah negeri yang sudah berstatus PNS bisa mencapai sekitar enam juta rupiah, sementara guru agama sering kali hanya mendapatkan dua juta,” jelas Yan.

Menurutnya, hal ini sudah lama menjadi sorotan, namun hingga kini belum ada jalan keluar karena pemerintah daerah tak memiliki wewenang penuh. Kondisi ini juga membuat DPRD kerap menjadi sasaran protes dari para guru yang merasa belum diperlakukan adil.

DPRD Siapkan Langkah untuk Mendorong Koordinasi dengan Pusat

Dalam menghadapi persoalan ini, DPRD Kutai Timur kini berusaha memfasilitasi dialog dengan pemerintah pusat dan dinas terkait agar ada solusi yang bisa diterapkan di daerah. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi kesenjangan kesejahteraan di antara guru agama dan guru sekolah negeri, sekaligus memperbaiki layanan pendidikan di daerah.

“Kami di DPRD sudah berusaha mencari titik temu untuk mengatasi masalah ini. Harapannya, dengan memperkuat koordinasi, kita bisa mendapat solusi yang tidak menyalahi aturan pusat,” kata Yan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong upaya fasilitasi, seperti yang berhasil dilakukan pada kasus guru PPPK yang sempat memperjuangkan kesetaraan hak dengan PNS. Menurutnya, keberhasilan tersebut bisa menjadi acuan untuk memperjuangkan kesejahteraan yang sama bagi guru agama di Kutai Timur.

Harapan untuk Keadilan Kesejahteraan di Masa Depan

Yan juga menegaskan bahwa masalah ini lebih dari sekadar persoalan gaji guru, karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan di Kutai Timur. Jika ketimpangan hak terus dibiarkan, ia khawatir kondisi ini akan berdampak pada semangat dan kinerja para guru yang bertugas di daerah.

“Kami berharap pemerintah pusat memikirkan solusi yang berkeadilan, agar kesejahteraan para guru bisa lebih merata. Dengan begitu, kita dapat menjaga semangat mereka dalam mendidik siswa-siswa kita,” tuturnya.

DPRD Kutai Timur sendiri berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperjuangkan hak para guru agama agar mereka mendapat perlakuan yang setara. Yan menegaskan bahwa DPRD akan terus mendesak koordinasi dengan pemerintah pusat guna mencapai pemerataan kesejahteraan bagi seluruh guru di daerahnya.

“Harapan kami sederhana, semoga pemerintah pusat dan daerah bisa menemukan jalan keluar. Kami di DPRD siap mengawal ini agar kesejahteraan guru bisa lebih adil ke depannya,” pungkas Yan.

Silakan Bekomentar
DPRD Kutim Kabar Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Baharuddin Desak DPRD Kaltim Tuntaskan Konflik Bendungan Marang Kayu

DPRD Soroti Ketimpangan Jalan, Tol Penting tapi Desa Juga Butuh Akses

DPRD Kutim Siap Perkuat Anggaran untuk Pengembangan UMKM Lokal

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026

Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

18 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.