Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026

Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

22 Jun 2026

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026
1 2 3 … 821 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

    22 Jun 2026

    Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

    22 Jun 2026

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026

    Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    20 Jun 2026

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Duh! Likuiditas Dolar di Indonesia Lagi Krisis Nih, Beneran?

Pengaruh Suku Bunga dan Cadangan Devisa
Ekonomi Intan WardahIntan Wardah13 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
dolar
Ilustrasi. Krisis Likuiditas Dolar di Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Pelaku pasar mengakui bahwa saat ini terjadi keterbatasan likuiditas valas atau dolar Amerika Serikat (AS) di pasar keuangan Indonesia. Dalam hal ini, beberapa pihak mengakui kesulitan dalam memperoleh dolar AS untuk memenuhi kebutuhan operasional mereka, yang menunjukkan bahwa likuiditas dolar sedang mengering.

Menurut Satria Sambijantoro, seorang ekonom dari Bahana Sekuritas, membenarkan bahwa likuiditas dolar AS di pasar keuangan Indonesia saat ini sedang mengalami kekeringan. Dia menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh perbedaan yang masih tinggi antara suku bunga Bank Indonesia (BI) dengan suku bunga bank sentral negara-negara maju.

Pengaruh Suku Bunga dan Cadangan Devisa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) saat ini masih mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR), pada level 5,75%. Meskipun sedikit lebih tinggi daripada suku bunga bank sentral di negara maju seperti Inggris (5%), Eropa (3,5%), dan Amerika Serikat (5% – 5,25%).

“Jadi memang suatu hal yang normal secara teori ekonomi mata uang melemah, karena adanya gap suku bunga domestik dan global. Ini juga terlihat dari berkurangnya cadangan devisa Bank Indonesia (BI) secara drastis,” jelas Satria.

“Jadi, memang yang dilakukan BI dalam 2-3 hari terakhir adalah menyediakan valas langsung kepada pembeli besar dari cadangan devisa,” kata Satria lagi.

Penurunan Cadangan Devisa Indonesia

Pada bulan Juni 2023, terjadi penurunan posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai US$ 7,66 miliar dibandingkan dengan Maret 2023. Cadangan devisa Indonesia saat ini tercatat sebesar US$ 137,54 miliar, sedangkan pada bulan Maret 2023 jumlahnya mencapai US$ 145,2 miliar.

“Itu terjadi dengan biaya devisa yang dikeluarkan oleh BI sebesar US$ 7 miliar dalam dua bulan terakhir atau sekitar Rp 90 triliun. Kira-kira seperti itu,” jelas Satria.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengungkapkan, ketatnya likuiditas dolar di pasar domestik karena masih kuatnya ekspektasi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan.

“Jangka pendek dan kebutuhan dolar kita tinggi banget. So far saya lebih short term. Karena di sini ada pengaruh bayar dividen atau kebutuhan Pertamina tinggi, kalau ini sudah diatasi dengan strategi, dia bisa mengurangi volatilitas.

Stabilitas Likuiditas Dolar AS

Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, dari sisi surplus transaksi perdagangan memang mulai terlihat menurun, namun tidak terjadi aliran modal keluar yang signifikan dari pasar keuangan domestik.

“Kami memperkirakan likuiditas dolar AS di pasar keuangan domestik masih cenderung solid, meskipun dengan tren penguatan dolar AS saat ini,” jelas Josua.

David Sumual, Kepala Ekonom, menyampaikan bahwa repatriasi dividen, government bond, dan trade surplus mengalami penurunan sejak bulan Mei 2023, sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Josua.

“Kalau lihat instrumen valas bank di BI sebetulnya penurunannya terbatas ya,” jelas David.

Silakan Bekomentar
David Sumual Dolar Permata Josua Pardede Satria Sambijantoro
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

Indonesia-Bangladesh Perkuat Jalur Dagang Halal

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026

Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

22 Jun 2026

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.