Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026
1 2 3 … 821 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026

    Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    20 Jun 2026

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026

    Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

    18 Jun 2026

    Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

    18 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Fraksi Demokrat–PPP Desak Regulasi Jelas Gratispol di Ranperda

Kurangnya kepastian teknis Program Gratispol disoroti Fraksi Demokrat–PPP dalam pembahasan Raperda Pendidikan Kaltim.
DPRD Kaltim AisyahAisyah21 Jul 2025571
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Fraksi Demokrat–PPP Desak Regulasi Jelas Gratispol di Ranperda
Wakil Ketua Fraksi Demokrat–PPP, Husin Djufri (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Fraksi Demokrat–PPP menyuarakan keprihatinan atas belum jelasnya pengaturan teknis Program Gratispol dalam draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kalimantan Timur.

Fraksi Demokrat–PPP menilai bahwa ketidakpastian informasi mengenai program unggulan ini telah menimbulkan kebingungan luas di kalangan masyarakat.

Wakil Ketua Fraksi Demokrat–PPP, Husin Djufri, menyatakan bahwa meskipun Program Gratispol sudah ramai dibicarakan publik, belum ada kejelasan mengenai siapa saja yang berhak menerima manfaatnya, cakupan biaya yang ditanggung, dan apakah program ini juga mencakup mahasiswa yang saat ini tengah menjalani studi di perguruan tinggi.

“Masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan Gratispol dengan program beasiswa sebelumnya. Bahkan mahasiswa yang sudah berjalan di semester lanjut pun belum tahu apakah ikut tercover atau tidak,” ujarnya saat Rapat Paripurna Ke-25 DPRD Kaltim, Senin (21/7/2025).

Program Gratispol merupakan salah satu bagian dari misi besar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, sejahtera, dan religius. Program ini mencakup pendanaan pendidikan mulai dari jenjang SMA/SMK/SLB sesuai kewenangan provinsi, hingga pendidikan tinggi S3 baik di dalam maupun luar negeri. Namun dalam draf Ranperda yang dibahas, tidak ditemukan detail teknis tentang pelaksanaan program tersebut.

Kebingungan masyarakat semakin nyata di awal tahun ajaran baru. Fraksi Demokrat–PPP menerima sejumlah laporan dari orang tua siswa terkait pungutan biaya seragam, buku, hingga perlengkapan lainnya, yang diklaim sebagai bagian dari program Gratispol. Ironisnya, pungutan tersebut justru terjadi di tengah narasi “pendidikan gratis” yang digaungkan pemerintah.

“Kami menemukan laporan, ada pungutan padahal katanya semua gratis. Kalau memang gratis, harus tegas aturannya, jangan setengah-setengah,” tegas Husin Djufri.

Selain itu, Fraksi Demokrat–PPP menekankan pentingnya Ranperda ini dirancang dengan pijakan kuat pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data yang disampaikan, Kalimantan Timur saat ini berada di peringkat tujuh nasional untuk rata-rata lama sekolah, serta posisi lima untuk angka harapan lama sekolah dan partisipasi murni jenjang SMA. Fraksi ini menilai bahwa regulasi pendidikan yang terukur dapat menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan angka-angka tersebut.

“Ranperda ini bukan hanya soal administrasi. Harus jadi dasar hukum yang kokoh dan tahan terhadap perubahan kepemimpinan. Jangan sampai tiap ganti pemimpin, aturan berubah-ubah,” ucap Husin.

Fraksi Demokrat–PPP menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan tindak lanjut pembahasan Ranperda ini kepada anggota fraksinya yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus). Namun, mereka berharap agar seluruh muatan substansi Ranperda, terutama teknis pelaksanaan Gratispol, dibahas secara menyeluruh dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Dengan desakan tersebut, Fraksi Demokrat–PPP berharap keberadaan Ranperda ini tidak hanya menjadi produk hukum formal, tetapi benar-benar menjadi payung perlindungan bagi peserta didik di Kalimantan Timur.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Fraksi Demokrat-PPP Gratispol Ranperda Pendidikan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026

Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

18 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.