Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

22 Okt 2026

Literasi Zakat Diperkuat, BAZNAS Kejar Rp70 Triliun

14 Okt 2026

Target Rp5 Juta per Kelas SMPN 1 Cisayong untuk Bangun Gerbang Dipersoalkan

13 Okt 2026
1 2 3 … 841 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Aston Inn Jemursari Angkat Cita Rasa Nasi Kelapa

    6 Okt 2026

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Fuad: RS Pemprov Kaltim Harus Layani Semua Pasien

DPRD Kaltim AisyahAisyah16 Jul 2025559
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Fuad: RS Pemprov Kaltim Harus Layani Semua Pasien
Komisi IV DPRD, Fuad Fakhruddin (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Seruan moral untuk rumah sakit agar tidak menolak pasien kembali digaungkan. Fuad Fakhruddin, anggota DPRD Kalimantan Timur, menegaskan bahwa rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kaltim harus menjadi simbol keadilan dan kemanusiaan, bukan sekadar institusi pelayanan kesehatan formal.

Penegasan ini disampaikan Fuad, Senin 14 Juli 2025, menanggapi kembali maraknya kasus penolakan pasien di beberapa fasilitas kesehatan. Ia menyatakan bahwa tidak boleh ada satupun pasien yang ditolak untuk mendapat pelayanan medis, tak peduli latar belakang sosial, ekonomi, atau identitas lainnya.

“Yang datang ke rumah sakit adalah mereka yang sakit dan butuh pertolongan, bukan yang sedang sehat. Jadi tidak pantas jika pasien dipingpong atau bahkan ditolak,” ujar Fuad.

Pernyataan Fuad terinspirasi dari video viral Bupati Pekalongan yang berorasi di hadapan tenaga kesehatan, menekankan pentingnya empati dalam pelayanan rumah sakit. Dalam video itu, sang bupati mengingatkan bahwa kedatangan pasien ke rumah sakit bukan untuk mencari simpati, melainkan pertolongan yang nyata.

Menanggapi fenomena tersebut, Fuad yang duduk di Komisi IV DPRD Kaltim menekankan bahwa prinsip humanisme harus menjadi fondasi pelayanan rumah sakit, khususnya yang dikelola pemerintah provinsi. Ia menilai bahwa sistem kesehatan tak boleh hanya dijalankan dengan pendekatan administrasi semata.

“Tenaga kesehatan itu harus menerima semua yang datang. Jangan dilempar ke sana-sini. Yang pertama harus diberikan adalah sambutan yang manusiawi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fuad menyayangkan praktik diskriminatif yang masih terjadi di beberapa fasilitas kesehatan. Ia menyebutkan, ada tenaga medis yang langsung menolak pasien tanpa lebih dulu memahami kondisi dan kebutuhan mereka secara menyeluruh.

“Yang penting orang datang, diterima dulu, ditanyakan apa yang bisa dibantu. Itu bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya,” tegasnya.

Fuad menekankan bahwa kesehatan adalah hak dasar warga negara yang wajib dipenuhi oleh negara melalui fasilitas kesehatannya. Menurutnya, rumah sakit pemerintah tidak boleh menggunakan alasan birokrasi atau keterbatasan teknis untuk menolak pasien yang datang mencari pengobatan.

Lebih dari itu, Fuad mengingatkan bahwa jas putih yang dikenakan para dokter dan perawat bukan sekadar simbol profesionalisme, tetapi juga simbol tanggung jawab moral. Ia ingin agar setiap rumah sakit pemerintah menjadi tempat yang menyambut, bukan menolak.

“Rumah sakit harus menjadi perwujudan kehadiran negara yang peduli dan bertanggung jawab. Jangan biarkan orang sakit menderita hanya karena aturan-aturan kaku yang tidak manusiawi,” ujarnya.

Fuad berharap agar rumah sakit di bawah Pemprov Kaltim mampu merefleksikan kembali esensi dasar dari profesi pelayanan publik, yakni keberpihakan pada penderitaan dan keadilan sosial. Ia juga mendorong pengawasan ketat terhadap etika pelayanan rumah sakit dan pelatihan ulang bagi tenaga medis dalam hal pelayanan berbasis empati.

Ia mengakhiri dengan menyerukan komitmen bersama antar-pemangku kepentingan untuk menjadikan rumah sakit sebagai tempat aman dan adil bagi setiap warga, tanpa kecuali.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Fuad Fakhruddin Pelayanan Kesehatan Publik Rumah Sakit Kaltim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Berita Terkini

Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

AminahAminah22 Okt 2026 Pendidikan

Literasi Zakat Diperkuat, BAZNAS Kejar Rp70 Triliun

14 Okt 2026

Target Rp5 Juta per Kelas SMPN 1 Cisayong untuk Bangun Gerbang Dipersoalkan

13 Okt 2026

Survei CELIOS Beri Prabowo Skor 2,8 dari 10

12 Okt 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Aston Inn Jemursari Angkat Cita Rasa Nasi Kelapa

6 Okt 2026

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.