Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Gempa 6,6 Guncang Nabire, Bandara Douw Aturure Rusak

Guncangan keras dari gempa bumi di Nabire meretakkan bangunan penting, meninggalkan jejak kepanikan warga.
Daerah AisyahAisyah19 Sep 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gempa 6,6 Guncang Nabire, Bandara Douw Aturure Rusak
Plafon Bandara Douw Aturure Nabire berjatuhan akibat guncangan gempa. (.ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Nabire – Gempa bumi dengan magnitudo 6,6 mengguncang Papua Tengah, Jumat (19/9/2025) pukul 01.19 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 24 kilometer akibat aktivitas sesar anjak Weyland. Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan kuat yang terjadi menimbulkan kerusakan di berbagai fasilitas umum, termasuk Bandara Douw Aturure Nabire.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini tergolong dangkal dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujarnya.

Getaran gempa dirasakan cukup luas. BMKG mencatat skala intensitas V MMI di Nabire, IV–V MMI di Wasior, III–IV MMI di Enarotali, III MMI di Timika, serta II–III MMI di Biak dan Supiori. Dampaknya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, terutama di Nabire. Di Bandara Douw Aturure, kaca penyangga terminal berjatuhan, plafon runtuh, dan pecahan kaca berserakan di lantai.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menambahkan bahwa wilayah Nabire memang termasuk kawasan rawan gempa menengah hingga tinggi.

“Gempa bumi ini berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan dan bahaya ikutan lainnya seperti retakan tanah, likuefaksi, dan longsor. Masyarakat diharapkan memeriksa kondisi bangunan setelah gempa,” katanya dalam keterangan resmi.

Kerusakan di Bandara Douw Aturure menjadi perhatian khusus karena bandara ini baru diresmikan pada November 2023 sebagai pengganti bandara lama di pusat kota. Sebagai simpul transportasi utama Papua Tengah, kerusakan fasilitas ini dikhawatirkan mengganggu mobilitas dan distribusi logistik.

Meski warga panik, otoritas memastikan gempa tidak menimbulkan tsunami. Namun, sejumlah lembaga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Badan Geologi juga mengingatkan bahwa aktivitas sesar aktif di Papua sering kali memicu guncangan kuat.

Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah mulai mengumpulkan laporan kerusakan sekaligus menyiapkan langkah darurat. Sejumlah tim SAR dan aparat keamanan telah diterjunkan untuk membantu warga terdampak serta memeriksa kondisi infrastruktur vital.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi di kawasan rawan bencana. Edukasi tentang langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah gempa perlu terus disosialisasikan agar masyarakat lebih siap menghadapi ancaman serupa di masa depan.

Gempa di Nabire menegaskan bahwa meski tidak menimbulkan tsunami, kerusakan bangunan dan potensi bahaya ikutan tetap menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama.

Silakan Bekomentar
Bandara Douw Aturure Papua BMKG Gempa Nabire 2025 Gempa Papua Tengah Weyland Overthrust
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Semangat Baru Olahraga Tasikmalaya, PB IGOCIS Siap Cetak Atlet Muda

Banyuwangi Diguncang Gempa 5,7 SR, Tak Picu Tsunami

Rembug KTNA 2025 Kukar Bahas Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.