Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Sertifikasi Halal Logistik Wajib Berlaku 2026

11 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Wacana Sistem Haji Tanpa Antrean Tuai Sorotan

11 Apr 2026
1 2 3 … 807 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026

    Strategi Cerdas Menciptakan Konten Kreatif Berdaya Saing

    7 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Irigasi Hancur Diterjang Longsor, Warga Citepus Gotong Royong Atasi Air

Longsor memutus saluran air sawah di Citepus, warga terpaksa swadaya sambil menunggu bantuan pemerintah daerah.
Daerah AisyahAisyah7 Apr 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Irigasi Hancur Diterjang Longsor, Warga Citepus Gotong Royong Atasi Air
Kondisi Saluran Irigasi Hancur Diterjang Longsor.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya – Aliran air ke persawahan warga Citepus, Desa Santanamekar, mendadak lumpuh setelah diterjang longsor. Di tengah keterbatasan, warga pun memilih bergerak sendiri, menyambung harapan dengan pipa paralon seadanya.

Peristiwa longsor terjadi pada Minggu (5/4/2026) sore di wilayah Citepus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Material tanah dan bebatuan yang ambrol tidak hanya memutus total saluran irigasi utama, tetapi juga merusak balong milik warga serta menggenangi area persawahan hingga meluber ke lingkungan sekitar, termasuk halaman pesantren setempat. Kondisi ini mengancam keberlangsungan pertanian warga yang sangat bergantung pada distribusi air tersebut.

Dalam situasi darurat itu, warga tidak dapat sepenuhnya bergantung pada perbaikan cepat dari pemerintah desa. Keterbatasan anggaran membuat penanganan sementara harus dilakukan secara swadaya. Solusi darurat pun disepakati melalui kerja bakti, yakni memasang pipa paralon untuk mengalirkan kembali air ke sawah dengan kebutuhan sekitar tiga batang pipa berdiameter 8 inci sepanjang total 12 meter.

“Untuk urusan pemerintahan, saat ini sedang dalam proses permohonan dan pelaporan ke atas. Sementara untuk penanganan di lapangan, kembali lagi ke lingkungan masyarakat untuk kerja samanya,” ujar Kepala Wilayah Citepus, Suhendar.

Langkah gotong royong ini menjadi pilihan realistis di tengah keterbatasan kewenangan desa. Pemerintah Desa Santanamekar menyebut perbaikan permanen tidak bisa ditangani melalui dana desa karena masuk kategori proyek besar yang membutuhkan intervensi pemerintah kabupaten.

“Sementara ini saluran irigasi diganti dulu dengan paralon, pokoknya sudah ada dari desa. Untuk perbaikan utuhnya itu proyek besar dan tidak bisa di-cover oleh Dana Desa. Kami sudah membuat laporan bencana ke kecamatan untuk diteruskan ke Kabupaten agar mendapat dana tanggap darurat,” kata Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, Selasa (7/4/2026).

Kondisi ini juga menyoroti keterbatasan fleksibilitas penggunaan anggaran desa. Ketua BPD Santanamekar, Asep Selamet Setiawan, menegaskan bahwa penggunaan dana desa telah ditentukan oleh pemerintah pusat sehingga ruang gerak pemerintah desa menjadi terbatas dalam merespons situasi darurat.

“Dana Desa sekarang itu penggunaannya sudah ditentukan pos-posnya dari pusat. Kami dari pihak desa hanya menyalurkan anggaran tanpa bisa merubah pos yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, isu transparansi anggaran turut mencuat. Pemerintah desa mengklaim bahwa alokasi dana sebesar Rp350 juta untuk tahun 2026 telah ditetapkan dan dapat diakses publik. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa informasi yang terpampang di kantor desa masih mengacu pada anggaran tahun sebelumnya, sehingga memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

Situasi ini memperlihatkan ironi di tengah semangat gotong royong warga. Di satu sisi, masyarakat bergerak cepat menyelamatkan sumber penghidupan mereka, sementara di sisi lain, proses birokrasi berjalan lebih lambat. Harapan kini tertuju pada pemerintah kabupaten agar segera turun tangan memberikan solusi permanen.

Dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, warga Citepus terus bertahan mengandalkan solidaritas dan inisiatif bersama, sembari menanti kepastian bantuan agar roda ekonomi pertanian tidak semakin terhambat.

Silakan Bekomentar
Dana Desa Gotong Royong Irigasi Rusak Longsor Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

Semangat Baru Olahraga Tasikmalaya, PB IGOCIS Siap Cetak Atlet Muda

Rembug KTNA 2025 Kukar Bahas Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkini

Sertifikasi Halal Logistik Wajib Berlaku 2026

AisyahAisyah11 Apr 2026 Nasional

Wacana Sistem Haji Tanpa Antrean Tuai Sorotan

11 Apr 2026

Ratusan Siswa SMAN 1 Cisayong Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi MBG

10 Apr 2026

Seleksi Jamnas Diduga Tak Objektif, Faktor Biaya Jadi Sorotan

9 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026

Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

8 Apr 2026

Strategi Cerdas Menciptakan Konten Kreatif Berdaya Saing

7 Apr 2026

Aman Berwisata dengan Strategi Cerdas Ala Agen Rahasia

7 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.