Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026
1 2 3 … 820 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    20 Jun 2026

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026

    Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

    18 Jun 2026

    Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

    18 Jun 2026

    Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

    17 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Longsor di Terowongan Samarinda, DPRD Desak Kajian Ulang Tanah

Insiden longsor di akses utama Terowongan Samarinda memicu desakan DPRD Kaltim untuk evaluasi ulang kontur tanah dan sistem drainase.
DPRD Kaltim AisyahAisyah16 Jul 2025688
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Longsor di Terowongan Samarinda, DPRD Desak Kajian Ulang Tanah
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Sebuah insiden longsor kembali terjadi di sekitar mulut Terowongan Samarinda, menimbulkan kekhawatiran baru terkait aspek keselamatan dari megaproyek yang menelan anggaran hingga Rp395,9 miliar itu.

Terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap, kawasan Gunung Manggah, kini tak lagi hanya dianggap sebagai solusi kemacetan, tetapi juga sebagai sumber potensi bencana.

Longsor tersebut terjadi tepat di sekitar akses utama proyek yang tengah digarap, memicu perhatian serius dari kalangan DPRD Kalimantan Timur. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menilai kejadian ini tidak bisa dianggap remeh dan merupakan indikasi lemahnya mitigasi risiko sejak awal perencanaan.

“Ini tidak bisa didiamkan. Dengan adanya longsor, saya harap tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan warga sekitar,” ujar Subandi, Senin 14 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa proyek berskala besar seperti terowongan ini harus mengedepankan kajian teknis mendalam, bukan hanya berorientasi pada capaian fisik atau target waktu. Menurutnya, deteksi dini terhadap titik rawan longsor mutlak diperlukan, terutama di wilayah berbukit seperti Gunung Manggah.

“Tim lapangan harus benar-benar teliti. Jangan sampai peristiwa ini terulang. Semua risiko harus dikaji secara komprehensif, termasuk drainase dan penguatan lereng,” lanjutnya menegaskan.

Subandi juga menyoroti lemahnya pemetaan geoteknik yang menurutnya merupakan fondasi utama dalam proyek infrastruktur di kawasan dengan kontur tanah curam. Ia mendesak agar sistem peringatan dini segera dipasang agar potensi bencana bisa diminimalisasi sejak dini, bukan baru ditangani setelah kejadian.

“Pemetaan area rawan itu krusial. Kita tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi. Keselamatan harus jadi pijakan,” ucap Subandi.

Dalam pernyataannya, DPRD Kaltim juga mendorong agar Pemerintah Kota Samarinda segera mengambil tindakan responsif. Keterlibatan tenaga ahli independen untuk meninjau ulang kelayakan teknis proyek disebut sebagai langkah penting yang harus segera dilakukan.

“Ini proyek strategis, tapi jangan karena dikejar waktu lalu abaikan kondisi teknis dan keselamatan,” ungkap Subandi.

Proyek Terowongan Samarinda sendiri sejak awal digadang-gadang sebagai terobosan pengurai kemacetan dan peningkatan konektivitas kota. Namun, insiden longsor kali ini kembali membuka luka lama terkait minimnya pengawasan teknis dalam proyek-proyek besar di Kaltim.

Warga di sekitar Gunung Manggah juga mulai khawatir atas potensi bahaya lanjutan, terutama saat musim hujan yang bisa memperparah kondisi tanah. Mereka berharap pemerintah dan pelaksana proyek dapat memberikan jaminan keselamatan serta komunikasi yang terbuka terhadap potensi risiko yang ada.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan teknis dalam pengerjaan proyek infrastruktur berskala besar di Kalimantan Timur. Di tengah semangat pembangunan, suara kehati-hatian dan kehendak akan keselamatan masyarakat tidak boleh terabaikan.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Longsor Samarinda Subandi Terowongan Samarinda
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026

Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

18 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026

Pajak dan Krisis Kepercayaan

16 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.