Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

15 Agu 2026

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026
1 2 3 … 838 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Menag Nasaruddin Umar menilai Indonesia siap memimpin pengembangan ekonomi syariah global.
Ekonomi AisyahAisyah25 Mei 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Di tengah dinamika global yang terus berubah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar keuangan syariah, melainkan juga pusat gagasan dan inovasi ekonomi Islam internasional.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Minggu (24/5/2026). Menurutnya, Indonesia memiliki modal strategis untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem ekonomi syariah global. Faktor stabilitas sosial, keamanan nasional, hingga lingkungan yang kondusif menjadi kekuatan utama untuk melahirkan pemikiran ekonomi Islam yang lebih berkembang dan relevan dengan kebutuhan dunia.

“Sekarang sudah waktunya kita memberikan kontribusi yang lebih produktif untuk menjadi konsumsi masyarakat dunia. Bukan lagi kita harus menanti apa-apa yang lahir dari masyarakat Timur Tengah. Indonesia adalah wilayah yang paling kondusif untuk berpikir jernih, genuine, dan tidak ada perang di sekitar kita,” tegas Nasaruddin Umar.

Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan pemerintah bahwa Indonesia tidak cukup hanya menjadi konsumen produk atau konsep ekonomi Islam dari negara lain. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia serta pengalaman panjang dalam praktik ekonomi berbasis syariah, Indonesia dipandang mampu menjadi pusat pemikiran, pengembangan teknologi, hingga inovasi sistem ekonomi Islam yang lebih inklusif.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sendiri selama ini dikenal sebagai organisasi nirlaba yang menghimpun akademisi, praktisi ekonomi, birokrat, serta pakar ekonomi Islam. Organisasi ini aktif memperkuat literasi ekonomi syariah melalui kolaborasi bersama pemerintah, otoritas jasa keuangan, hingga sektor usaha untuk mempercepat kemandirian ekonomi umat.

Dalam forum tersebut, Menag juga mengingatkan kepengurusan baru MES agar menyelaraskan program kerja dengan agenda strategis pemerintah, terutama penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi industri yang menjadi prioritas nasional. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sejalan dengan misi penguatan ekonomi syariah berbasis kesejahteraan masyarakat.

“Saya mohon kepada kita semuanya dengan dilantiknya pengurus baru MES, insya Allah paling tidak kita juga bisa memberikan kontribusi kepada Bapak Presiden kita yang selama ini banyak berbicara tentang ekonomi hilir, ekonomi mikro, hilirisasi, dan program yang pro-kerakyatan. Itu saya kira sangat paralel dengan misi-misi MES,” ujar Menag.

Nasaruddin Umar optimistis sinergi antara MES dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam dapat memperkuat pondasi ekonomi nasional berbasis syariah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor tersebut akan menjadi langkah penting menuju kemandirian ekonomi Indonesia yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa melahirkan Indonesia baru di masa depan, yang sesuai dengan harapan umat dan juga sesuai dengan harapan bangsa Indonesia. Di mana syariah diurus, di situ ada berkah yang akan melimpah,” pungkasnya.

Pelantikan dan rapat kerja nasional tersebut juga dihadiri Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, sejumlah tokoh ekonomi syariah nasional, pengurus MES, serta jajaran menteri dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih. Momentum ini dinilai menjadi langkah awal memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi Islam di tingkat global.

Silakan Bekomentar
Ekonomi Syariah Keuangan Islam Masyarakat Ekonomi Syariah Nasaruddin Umar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

Indonesia-Bangladesh Perkuat Jalur Dagang Halal

Halal Kini Jadi Pilar Baru Ekonomi Dunia

Berita Terkini

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

Yuliyani UtamiYuliyani Utami15 Agu 2026 Pendidikan

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

25 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.