Tasikmalaya – Seolah membuka jendela ke masa depan, MTs Negeri 3 Tasikmalaya resmi menghadirkan kelas Robotik STEM sebagai bagian dari transformasi digital di lingkungan madrasah. Peluncuran ini menjadi simbol pergeseran pendidikan tradisional menuju pembelajaran berbasis teknologi yang lebih adaptif dan inovatif.
Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan Workshop Robotic STEM 4.0 yang berlangsung pada Kamis (16/04/2026) di lingkungan sekolah. Kegiatan ini melibatkan pihak madrasah, tenaga pendidik, serta dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan utama program ini adalah memperkuat kemampuan siswa dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) agar mampu bersaing di era digital.
“Pilihan kita hari ini sederhana, apakah menjadi penonton atau pelaku dalam perkembangan teknologi. Madrasah harus menjadi pelaku, tidak hanya mengikuti tetapi juga berinovasi,” ujar Ahmad Patoni dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut lembaga pendidikan, termasuk madrasah, untuk berperan aktif dalam beradaptasi dan menciptakan inovasi baru. Menurutnya, keunggulan pendidikan agama yang selama ini dimiliki madrasah harus diimbangi dengan kompetensi di bidang sains dan teknologi.
“Madrasah harus memiliki daya jual. Selain kuat dalam pendidikan agama, juga harus unggul dalam teknologi dan sains. Potensi siswa sangat besar, tinggal bagaimana kita mengasahnya,” tambahnya.
Kepala MTsN 3 Tasikmalaya, Andes Yulianda, menjelaskan bahwa pengembangan kelas digital telah dimulai sejak 2023 dengan fasilitas terbatas. Awalnya, hanya tersedia satu kelas digital dengan satu unit smartboard, namun kini telah berkembang menjadi enam unit untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
“Awalnya kami hanya memiliki satu kelas digital dengan satu unit smartboard. Namun berkat komitmen bersama, kini telah berkembang menjadi enam smartboard untuk mendukung pembelajaran digital,” jelasnya.
Program kelas Robotik STEM ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan teknologi yang mumpuni. Selain itu, madrasah juga tetap mengembangkan program lain seperti Tahfidz Al-Qur’an, olahraga, serta pembiasaan bahasa asing guna menciptakan keseimbangan kompetensi siswa.
Dengan hadirnya inovasi ini, MTsN 3 Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan modern yang terintegrasi. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.



