Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026

Pajak dan Krisis Kepercayaan

16 Jun 2026
1 2 3 … 819 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

    17 Jun 2026

    Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

    16 Jun 2026

    Cerdas Mengelola Waktu Kuliah Mahasiswa Universitas Terbuka

    15 Jun 2026

    Dessert Box Rumahan Kembali Jadi Favorit Pecinta Kuliner

    15 Jun 2026

    5 Kebiasaan Pagi yang Membuat Hari Lebih Produktif

    14 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

Wamenkomdigi menilai tata kelola etika AI harus dibangun sejak tahap perancangan.
Saintek AisyahAisyah17 Jun 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (.inet).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan yang kian mampu bekerja secara mandiri membuat persoalan etika tidak lagi dapat ditempatkan sebagai pelengkap. Pemerintah menilai prinsip-prinsip etis harus hadir sejak teknologi tersebut mulai dirancang, bukan setelah produk digunakan masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perlu mengadopsi pendekatan ethics by design. Pendekatan tersebut menempatkan transparansi, akuntabilitas, keamanan, serta mitigasi risiko sebagai bagian yang melekat sejak tahap awal pengembangan sistem AI. Pernyataan itu disampaikan dalam Indonesia Ethical AI Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6).

Menurut Nezar, dunia saat ini mengalami perubahan cara pandang terhadap etika AI. Jika sebelumnya penerapan prinsip etika lebih banyak bersifat sukarela, kini komunitas global mulai menuntut adanya bukti nyata bahwa prinsip-prinsip tersebut benar-benar diterapkan dalam produk dan layanan yang digunakan publik.

“ Saya kira sudah saatnya para pengembang AI dan juga komunitas yang mengadopsi AI tidak lagi hanya bicara soal prinsip-prinsip yang diikuti secara sukarela. Sekarang secara global ada pergeseran yang kita sebut sebagai ethical drift, di mana prinsip-prinsip itu harus dihadirkan sebagai bukti-bukti,” ujar Nezar Patria dalam Indonesia Ethical AI Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6/26).

Perhatian terhadap etika semakin mengemuka seiring munculnya teknologi agentic AI, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dan berinteraksi dengan sistem lain tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Teknologi tersebut mulai digunakan dalam berbagai layanan, mulai dari sektor keuangan hingga sistem pemesanan tiket. AI dapat berkomunikasi dengan AI lainnya untuk menyelesaikan proses tertentu secara otomatis. Kemampuan tersebut menjanjikan efisiensi yang lebih tinggi, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait tanggung jawab dan pengawasan.

Nezar menilai delegasi kewenangan kepada mesin harus diikuti dengan mekanisme akuntabilitas yang jelas. Tanpa pengaturan sejak awal, sistem yang dirancang untuk membantu manusia justru dapat memunculkan risiko yang tidak diinginkan.

Ia mencontohkan simulasi penggunaan agentic AI di Kanada untuk menangani penumpang pesawat yang terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan akibat cuaca buruk. Dalam simulasi itu, AI mampu memangkas waktu pemindahan penumpang dari delapan hingga sepuluh jam menjadi kurang dari dua jam.

Namun, efisiensi tersebut ternyata tidak sepenuhnya bebas dari kesalahan. Pada salah satu simulasi, sekitar 1.200 penumpang justru ditempatkan pada penerbangan yang tidak sesuai.

“Jadi shifting left berarti kita mau mengecek kembali dari awal. Dari awal harus dipastikan bahwa semua regulasi-regulasi mengenai etis yang mengatur artificial intelligence itu harus diadopsi oleh pengembang AI atau mereka yang mengadopsi teknologi AI,” kata Nezar Patria saat Indonesia Ethical AI Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6/26).

Pendekatan yang disebut shifting left itu menitikberatkan pada pengawasan sejak fase desain. Dengan demikian, aspek tata kelola, pengujian risiko, hingga kepatuhan terhadap regulasi sudah menjadi bagian dari proses pengembangan, bukan sekadar tambahan ketika produk telah beredar.

Perkembangan AI saat ini menjadi isu penting bagi Indonesia yang tengah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya menyentuh industri teknologi, tetapi juga pendidikan, layanan publik, kesehatan, keuangan, hingga sektor transportasi.

Bagi masyarakat, penerapan etika AI memiliki dampak langsung terhadap keamanan dan kepercayaan pengguna. Sistem yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan akan mengurangi risiko kesalahan keputusan otomatis yang berpotensi merugikan banyak orang.

Di sisi lain, pengembangan AI yang bertanggung jawab juga membuka peluang lahirnya inovasi yang lebih aman dan berkelanjutan. Kepercayaan publik menjadi faktor penting agar teknologi tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat luas bagi kehidupan manusia.

Perkembangan kecerdasan buatan yang semakin otonom menunjukkan bahwa kecepatan inovasi perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab. Di tengah persaingan teknologi global, kemampuan membangun sistem AI yang aman dan etis akan menjadi fondasi penting bagi masa depan transformasi digital Indonesia.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Karang Porites, Arsip Alam Bumi Membaca Jejak Iklim Purba

Berita Terkini

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

AisyahAisyah25 Mei 2026 Ekonomi

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

19 Mei 2026

Jemaah Haji Diingatkan Hormati Privasi di Saudi

11 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026

Pajak dan Krisis Kepercayaan

16 Jun 2026

Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Serba Digital

16 Jun 2026

Cerdas Mengelola Waktu Kuliah Mahasiswa Universitas Terbuka

15 Jun 2026

Dessert Box Rumahan Kembali Jadi Favorit Pecinta Kuliner

15 Jun 2026

5 Kebiasaan Pagi yang Membuat Hari Lebih Produktif

14 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.