Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Perkebunan Kelapa Sawit di Kutim Berkembang Pesat, DPRD Soroti Tantangan dan Peluang

DPRD Kutim Lutfi RahmaLutfi Rahma5 Agu 2024829
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Perkebunan Kelapa Sawit di Kutim Berkembang Pesat, DPRD Soroti Tantangan dan Peluang
Anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutai Timur – Sejak pemekaran pada 12 Oktober 1999, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor, terutama dalam pengembangan agribisnis dan agroindustri.

Visi untuk menjadikan Kutim sebagai pusat agribisnis dan agroindustri, terus digenjot melalui kerjasama antara masyarakat, perguruan tinggi, serta pemerintah pusat dan provinsi.

Salah satu sektor unggulan yang berkembang pesat adalah perkebunan kelapa sawit, yang kini hampir mencakup seluruh kecamatan di Kutai Timur.

Awalnya, pada tahun 2002, sentra perkebunan kelapa sawit hanya terpusat di dua kecamatan, yaitu Muara Wahau dan Kongbeng. Namun, saat ini, perkebunan kelapa sawit telah menyebar luas ke seluruh kecamatan di Kutim.

Menurut anggota DPRD Kutim Faizal Rachman, saat ini terdapat 38 pabrik kelapa sawit yang memiliki izin operasional. Meskipun demikian, tidak semua pabrik memiliki kebun kelapa sawit sendiri, sehingga petani mandiri memiliki peluang untuk menjual hasil panen mereka ke berbagai pabrik yang telah tersebar di berbagai kecamatan.

“Sekarang petani mandiri memiliki kesempatan untuk menjual hasil panen mereka ke pabrik-pabrik kelapa sawit yang sudah ada di seluruh wilayah. Hal ini penting untuk mendukung stabilitas harga dan mengurangi risiko kerugian bagi petani,” jelas Faizal di ruang kerjanya DPRD Kutim Senin (22/7/2024).

Sebelumnya pernah terjadi masalah serius, ketika harga kelapa sawit turun drastis hingga Rp500 per kilogram di Teluk Pandan, yang mengakibatkan petani membakar hasil panen mereka karena tidak layak dijual. Namun, masalah tersebut kini sudah teratasi dan tidak terjadi lagi.

Legislator Partai PDIP itu menyoroti, meskipun kelapa sawit kini menjadi pilihan utama bagi petani, ada kebutuhan mendesak untuk memikirkan regenerasi tanaman.

“Kelapa sawit memiliki umur produktif sekitar 25 tahun, jadi penting bagi kita untuk mempersiapkan regenerasi tanaman agar produksi tetap berlanjut. Saat ini, petani yang memiliki lahan kelapa sawit seluas 5 hektar bisa mendapatkan hasil yang signifikan, namun kita harus memikirkan jangka panjang dan memastikan keberlanjutan sektor ini,” tambah Faizal.

Selain itu, Tingginya ketergantungan terhadap sektor pertambangan yang mendominasi APBD Kutai Timur, penting untuk mengalihkan fokus dan sumber pendapatan daerah ke sektor pertanian.

“Kita harus mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari sektor tambang dan beralih ke kemandirian di bidang pertanian. APBD harus diarahkan untuk mendukung agribisnis sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada PDRB dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Faizal.

Dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kelapa sawit dan mendorong pengelolaan yang berkelanjutan, diharapkan Kutai Timur dapat mencapai visi menjadi pusat agribisnis yang mandiri dan berdaya saing di masa depan.

Silakan Bekomentar
DPRD Kutim Faizal Rachman Kabar Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Baharuddin Desak DPRD Kaltim Tuntaskan Konflik Bendungan Marang Kayu

DPRD Soroti Ketimpangan Jalan, Tol Penting tapi Desa Juga Butuh Akses

DPRD Kutim Siap Perkuat Anggaran untuk Pengembangan UMKM Lokal

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.