Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Perkembangan Angkatan Laut China: Ancaman dan Tantangan Merebut Taiwan

Invasi ke Taiwan mungkin akan bergantung pada pengepungan angkatan laut di pulau itu. Hal ini kemudian mendorong perkembangan angkatan laut merupakan sesuatu yang penting bagi Beijing.
Global MundzirMundzir15 Mei 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
sebuah jet tempur lepas landas dari kapal induk china shandong di atas perairan samudra pasifik selatan prefektur okinawa jepang
Sebuah jet tempur lepas landas dari kapal induk China Shandong, di atas perairan Samudra Pasifik, selatan prefektur Okinawa, Jepang, dalam selebaran yang dirilis oleh Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang 10 April 2023. (REUTERS/DEFENSE MINISTRY OF JAPAN)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Beijing – Kekuatan China terus meningkat seiring berjalannya waktu. Negara yang dikenal sebagai Negeri Tirai Bambu telah menjadi salah satu kekuatan nuklir global yang paling besar, dan memiliki banyak kapal induk di armada lautnya.

China saat ini memiliki salah satu angkatan bersenjata terbesar di dunia, dengan sekitar 2 juta personel aktif. Angkatan lautnya juga merupakan yang terbesar di dunia, dengan perkiraan 355 kapal aktif, melebihi jumlah kapal yang dimiliki oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat (AS) yang memiliki 296 kapal.

Perkembangan ini memicu kekhawatiran konflik global, dengan Beijing yang terus menekankan tujuannya untuk merebut Taiwan, sebuah pulau yang diklaimnya terus menerus dan menjadi titik panas rivalitas China dengan negara-negara Barat yang membekingi Taipei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Invasi ke Taiwan mungkin akan bergantung pada pengepungan angkatan laut di pulau itu. Hal ini kemudian mendorong perkembangan angkatan laut merupakan sesuatu yang penting bagi Beijing.

Pada 2021, Wakil Laksamana Kay-Achim Schonbach, yang saat itu menjadi komandan angkatan laut Jerman, mengatakan China memperluas angkatan lautnya setara dengan seluruh angkatan laut Prancis setiap empat tahun.

Strategi ini terbukti dalam industri galangan kapal China. China Shipbuilding Group Corporation menyumbang seperlima dari produksi kapal global dan juga memproduksi kapal untuk angkatan laut China.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) mencatat bahwa manuver itu menghambat kemampuan negara luar untuk memahami perkembangan militer China.

“Dengan sedikit transparansi dan perbedaan antara operasi militer dan sipil, tidak mungkin untuk menentukan sejauh mana pesanan kapal asing dapat membantu menurunkan biaya modernisasi angkatan laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China,” catat CSIS dalam laporan yang dilihat The Guardian, Senin, (15/5/2023).

Angkatan Laut PLA juga menggunakan feri sipil untuk melakukan latihan militer. Ini menghambat kemampuan intelijen AS dan Taiwan untuk mendeteksi aktivitas abnormal.

Meski begitu, ada juga hambatan-hambatan yang mengganjal niat China untuk merebut Taiwan. Lebih dari 90% populasi Taiwan tinggal di kota-kota dan baik China maupun Taiwan telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan konflik perkotaan yang berlarut-larut.

Untuk mengatasi hal ini, Institute for the Study of War tahun lalu mencatat bahwa PLA ‘telah meningkatkan studi, pelatihan, dan persiapannya untuk perang perkotaan di masa depan’.

“Kita dapat mengharapkan upaya tersebut untuk melipatgandakan dan mulai memasukkan pelajaran dari pengalaman Rusia [di Ukraina],” kata Elsa Kania, salah satu penulis laporan tersebut.

Selain itu, tentaranya hampir tidak memiliki pengalaman tempur. Terakhir kali PLA berperang adalah ketika China menginvasi Vietnam pada tahun 1979. Pada tahun 2017 Xi mengatakan bahwa apa yang “paling” dia pikirkan adalah apakah tentara dapat dimobilisasi saat dibutuhkan.

Awal bulan ini, pemerintah merevisi undang-undang wajib militernya untuk memungkinkan pensiunan untuk mendaftar ulang. Amandemen baru mencakup ketentuan masa perang khusus, termasuk langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah pasukan dengan cepat.

Blake Herzinger, mantan perwira intelijen angkatan laut AS yang sekarang menjadi rekan di American Enterprise Institute, mencatat bahwa ‘tidak banyak militer di dunia dengan banyak pengalaman tempur’, selain dari Ukraina dan Rusia.

“AS telah memerangi dua pemberontakan berdarah selama 20 tahun. Tetapi total korban AS dalam dua perang itu kemungkinan besar akan menjadi korban seminggu dalam konflik atas Taiwan,” tuturnya.

Tak hanya itu, korupsi dan struktur komando yang kaku masih menjadi penyakit dalam tubuh PLA. Pada tahun 2018, sebuah tajuk rencana di Harian Tentara Pembebasan Rakyat, surat kabar resmi PLA, mengatakan bahwa angkatan bersenjata terinfeksi oleh ‘penyakit perdamaian’, yaitu korupsi.

“Para pemimpin China sangat menyadari tantangan ini, dan telah berfokus pada peningkatan kualitas pasukan mereka dan menjadi lebih mandiri dalam persenjataan. Tidak ada yang sederhana tentang penyerangan di Taiwan. Namun, jarang, dalam sejarah, angkatan laut atau militer membangun dan memodernisasi begitu cepat tanpa alasan nyata untuk melakukannya.”

Silakan Bekomentar
China Militer China Taiwan Xi Jinping
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Prabowo Soroti Kerugian Judi Online, Capai Rp134 Triliun

PBB Kecam Dunia Bungkam atas Kekejaman terhadap Perempuan Gaza

Indonesia Tampil di PBB, Zulhas: Siap Jadi Solusi Pangan Dunia

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.