Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

Bermain bukan sekadar hiburan, tapi cara bijak belajar menjadi manusia sejati.
Opini AisyahAisyah31 Jan 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna
Ilustrasi anak anak sedang bermain
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jejak budaya bangsa Indonesia tak hanya tertulis dalam buku sejarah, tetapi juga tersimpan dalam tawa anak-anak yang bermain di halaman rumah. Dari Sabang hingga Merauke, permainan tradisional menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang generasi masa lalu. Kini, permainan itu perlahan memudar, tergantikan oleh gadget dan dunia maya.

Padahal, permainan seperti Lompat Tali, Gobak Sodor, atau Gasing bukan sekadar hiburan, melainkan sarana belajar sosial, ketangkasan, serta pembentukan karakter sejak dini. Setiap permainan memiliki nilai-nilai tersirat yang mencerminkan filosofi hidup masyarakat Nusantara: gotong royong, sportivitas, keberanian, hingga kedisiplinan.

Seiring perkembangan zaman, permainan tradisional mulai tergeser. Anak-anak lebih mengenal karakter game daring dibandingkan teman sebaya di lingkungannya. Padahal, kegiatan fisik dalam permainan tradisional jauh lebih menyehatkan dan membangun interaksi sosial yang lebih nyata.

Berikut ini beberapa jenis permainan tradisional khas Indonesia:

Lompat Tali – dari Sumatra Barat

    Permainan ini menggunakan tali dari rangkaian karet yang diputar oleh dua orang, sementara pemain lainnya melompat masuk ke tengah. Tinggi tali bisa diatur, mulai dari pergelangan kaki hingga kepala. Permainan ini melatih kelincahan, konsentrasi, serta kerja sama.

    Ular Naga Panjang – dari Jakarta

      Dua anak bertugas menjadi gerbang yang membentuk “mulut naga”, sementara anak-anak lainnya berbaris dan berjalan sambil menyanyikan lagu. Saat lagu berakhir, satu anak akan tertangkap oleh gerbang yang tertutup. Permainan ini mengandung unsur strategi dan keberanian dalam memilih sisi akhir.

      Bola Bekel – dari Jawa Timur

        Menggunakan bola kecil dan biji bekel, pemain harus melempar bola dan mengambil biji secara berurutan, dari satu hingga enam. Butuh ketepatan, kecepatan, dan koordinasi mata-tangan yang baik. Permainan ini juga melatih kesabaran dan daya ingat.

        Gobak Sodor – dari Yogyakarta

          Dimainkan dalam dua tim, permainan ini bertujuan untuk menahan lawan agar tidak bisa melewati garis yang dijaga. Pemain harus bergerak cepat dan tepat agar bisa melewati penjaga. Melatih strategi, kerja sama, serta refleks tubuh.

          Egrang – dari Lampung

            Egrang adalah permainan berjalan menggunakan tongkat bambu tinggi. Pemain harus menjaga keseimbangan dan melangkah dengan hati-hati. Selain menyenangkan, permainan ini juga memperkuat otot kaki dan melatih koordinasi tubuh.

            Gasing – dari Riau

              Permainan ini menggunakan gasing yang diputar menggunakan tali khusus. Gasing yang berputar paling lama akan menjadi pemenangnya. Dibutuhkan teknik melempar dan kekuatan yang tepat. Selain itu, permainan ini melatih fokus dan kesabaran.

              Layang-Layang – dari Sulawesi Tenggara

                Terbuat dari bambu dan kertas, layangan diterbangkan menggunakan angin. Tak jarang diadakan pertandingan adu layangan, siapa yang bisa bertahan paling lama di udara atau menjatuhkan lawan. Ini adalah perpaduan antara kreativitas dan keterampilan tangan.

                Rangku Alu – dari Flores, NTT

                  Empat batang bambu disilangkan dan digerakkan berirama oleh beberapa orang. Pemain lain harus melompat-lompat di sela-sela bambu tanpa terjepit. Permainan ini sangat cocok untuk melatih ritme, koordinasi, dan kelincahan.

                  Permainan-permainan ini pada dasarnya memperkuat interaksi sosial dan mengajarkan nilai-nilai luhur sejak dini. Anak-anak belajar untuk mengikuti aturan, menerima kekalahan, dan merayakan kemenangan secara adil. Tidak hanya itu, permainan tradisional juga membuat anak-anak aktif secara fisik, menjauh dari gaya hidup sedentari yang kini makin umum akibat penggunaan gawai berlebihan.

                  Banyak dari permainan ini dapat dilakukan tanpa alat mahal atau tempat luas. Cukup dengan halaman kecil atau tanah lapang, dan sedikit kreativitas. Selain itu, permainan ini dapat dimainkan bersama-sama oleh anak laki-laki dan perempuan dari berbagai usia, mempererat persahabatan di lingkungan.

                  Kini, saatnya membawa kembali semangat permainan tradisional ke tengah keluarga dan sekolah. Orang tua bisa mengajak anak bermain di akhir pekan, sekolah dapat memasukkannya dalam kegiatan luar kelas, dan komunitas budaya bisa menyelenggarakan lomba-lomba permainan rakyat.

                  Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mengenal budaya mereka sendiri, tapi juga mendapat manfaat edukatif dan kesehatan dari aktivitas fisik yang menyenangkan. Permainan tradisional tidak harus tertinggal di masa lalu. Ia bisa tetap hidup berdampingan dengan dunia digital, asalkan ada kemauan untuk melestarikannya.

                  Silakan Bekomentar
                  Anak Indonesia Budaya Nusantara Nilai Edukasi Anak Permainan Tradisional Permainan Tradisional Nusantara
                  Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

                  Related Posts

                  FOMO Itu Racun! Yuk Lawan dengan Cara FUN

                  Biar Nggak Kudet! Ini 7 Istilah Gaul Paling Hits

                  8 Alasan Kenapa Badan Kamu Gampang Capek

                  Berita Terkini

                  Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

                  AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

                  Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

                  27 Jan 2026

                  Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

                  20 Jan 2026

                  Kelapa Muda vs Kelapa Tua

                  19 Jan 2026
                  Stay In Touch
                  • Facebook
                  • Twitter
                  • Instagram
                  • YouTube
                  • TikTok
                  • WhatsApp
                  Artikel Terkini

                  Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

                  3 Feb 2026

                  Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

                  2 Feb 2026

                  Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

                  2 Feb 2026

                  Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

                  31 Jan 2026

                  Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

                  30 Jan 2026

                  4 Langkah Sehat Biar Tubuh Gak Gampang Sakit

                  30 Jan 2026
                  © 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
                  PT Dexpert Visi Media
                  • Redaksi
                  • Kode Etik
                  • Pedoman
                  • Kontak

                  Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.