Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Riset BRIN Ungkap Kefir Kacang Hijau Bantu Gula Darah

Inovasi fermentasi pangan membuka harapan baru pengendalian gula darah secara alami.
Kesehatan AisyahAisyah6 Jan 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Riset BRIN Ungkap Kefir Kacang Hijau Bantu Gula Darah
Kacang hijau. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman penyakit metabolik, riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan secercah harapan lewat segelas minuman fermentasi. Kefir berbahan sari kacang hijau dikembangkan sebagai alternatif pangan fungsional yang berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sekaligus mendukung kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh.

Penelitian ini dilakukan oleh tim periset BRIN melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP). Riset tersebut mengkaji kombinasi kefir susu dengan sari kacang hijau yang difermentasi selama 24 jam. Inovasi ini dilatarbelakangi meningkatnya kasus hiperglikemia di Indonesia, yakni kondisi kadar gula darah melebihi batas normal 180 mg/dL, yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Hasil riset menunjukkan bahwa proses fermentasi mampu meningkatkan kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi pengendalian gula darah.

“Kefir sari kacang hijau memiliki potensi besar dalam pencegahan hiperglikemia dengan kombinasi senyawa bioaktif dan mikroba yang mendukung kesehatan metabolik,” ujar Ahmad Iskandar Setiyawan, Periset PRTPP BRIN, dalam keterangan yang disampaikan, Rabu 31 Desember 2025.

Ia menjelaskan, kacang hijau dikenal sebagai sumber antioksidan tinggi dengan kandungan flavonoid sekitar 11,31 mg/g dan alkaloid 6,45 mg/g. Senyawa tersebut berperan sebagai inhibitor enzim alfa-glukosidase yang dapat memperlambat penyerapan karbohidrat di dalam tubuh. Ketika dikombinasikan dengan kefir, aktivitas biologisnya semakin meningkat karena adanya proses fermentasi oleh mikroba baik.

Lebih lanjut, hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa kefir sari kacang hijau mengandung total fenol mencapai 22,82 mg GAE/g dan flavonoid sebesar 1,66 mg QE/g. Kandungan ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan hingga 51,64 persen. Angka tersebut menunjukkan kemampuan signifikan dalam menangkal radikal bebas yang kerap memicu peradangan dan gangguan metabolisme.

Proses pembuatan minuman ini dimulai dari pasteurisasi susu, kemudian dilakukan homogenisasi dengan sari kacang hijau. Setelah itu, biji kefir ditambahkan dan difermentasi selama 24 jam hingga menghasilkan minuman kaya probiotik.

Selain membantu mengontrol kadar gula darah, kefir sari kacang hijau juga berpotensi mengurangi peradangan pada sel beta pankreas, menjaga kesehatan usus melalui mikroba baik, meningkatkan sistem imun, serta mendukung proses pencernaan.

Peneliti menilai inovasi ini dapat menjadi solusi alami yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya sebagai bagian dari upaya pencegahan diabetes. Namun demikian, BRIN menekankan bahwa konsumsi kefir tetap harus dibarengi pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan gula darah secara rutin.

Dengan riset ini, BRIN berharap kefir sari kacang hijau dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk pangan fungsional nasional. Inovasi berbasis sumber daya lokal tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian riset pangan Indonesia.

Silakan Bekomentar
BRIN Gula Darah Kacang Hijau Kefir Kesehatan Metabolik
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.