Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
1 2 3 … 835 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026

    Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

    22 Jul 2026

    Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

    21 Jul 2026

    Lidah Buaya dan Beragam Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

    20 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

Perjalanan ilmiah Irfan dari desa sederhana hingga laboratorium global menjadi inspirasi generasi muda Indonesia.
Pendidikan Ericka DaniaEricka Dania17 Apr 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun
keterangan: Ilustrasi santri doktor muda (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya – Seperti pepatah Sunda, “cai ngalir ka hilir tapi cita-cita bisa mengalir ke langit,” kisah Muhammad Irfansyah Maulana menjadi bukti bahwa batas geografis bukan penghalang bagi mimpi besar. Dari lorong pesantren di Tasikmalaya, ia menembus panggung sains dunia dan meraih gelar doktor di usia muda.

Perjalanan Irfan bukanlah kisah instan. Lahir di Kabupaten Sukabumi dari keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Cipasung sejak 2010. Di sana, ia memadukan ilmu agama dan sains, hingga akhirnya menaruh minat mendalam pada bidang kimia. Setelah menyelesaikan studi sarjana di UPI Bandung pada 2020, ia menghadapi berbagai penolakan beasiswa sebelum akhirnya diterima di Daegu Gyeongbuk Institute of Science and Technology (DGIST), Korea Selatan melalui program terintegrasi S2-S3 di bidang Energy Science and Engineering.

“Eksperimen gagal itu biasa. Yang luar biasa adalah tetap bertahan saat kegagalan itu datang berbulan-bulan,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).

Di Korea Selatan, Irfan harus beradaptasi dengan lingkungan akademik yang ketat, budaya baru, serta tekanan riset yang tinggi. Namun, kegigihannya membuahkan hasil. Ia berhasil menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi dan meraih penghargaan Outstanding Graduate Researcher dari kampusnya.

Fokus risetnya pada energi bersih, khususnya teknologi hydrogen fuel cell, menjadi kontribusi penting di tengah tantangan krisis energi global. Ia menilai hidrogen memiliki potensi besar sebagai sumber energi masa depan yang ramah lingkungan untuk berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga industri.

“Dunia sedang bergerak ke energi ramah lingkungan. Hidrogen punya potensi besar untuk kendaraan, listrik, hingga industri,” tuturnya.

Meski telah mencapai prestasi tinggi, Irfan tetap memegang teguh nilai-nilai yang ia pelajari di pesantren. Ia menilai disiplin, kesabaran, dan keikhlasan menjadi fondasi utama dalam menghadapi kerasnya dunia riset. Baginya, menuntut ilmu bukan sekadar mengejar gelar, tetapi juga bentuk ibadah dan pengabdian.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap peneliti di Indonesia. Menurutnya, ekosistem riset di tanah air masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal pendanaan dan penghargaan terhadap ilmuwan.

Di akhir perjalanannya, Irfan menyampaikan pesan bagi generasi muda, khususnya santri, agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang sederhana. Ia menegaskan bahwa dunia tidak menilai asal-usul, melainkan tekad dan usaha.

Kisahnya menjadi pengingat, seperti filosofi nusantara yang mengajarkan ketekunan: hasil tidak pernah mengkhianati proses. Dari desa kecil hingga panggung global, perjalanan Irfan adalah bukti bahwa mimpi besar bisa tumbuh di mana saja.

Silakan Bekomentar
Hidrogen Fuel Cell Kisah Inspiratif Pendidikan Indonesia Riset Energi Santri Berprestasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

Berita Terkini

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

AisyahAisyah23 Jul 2026 Pendidikan

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026

Pentingnya Me Time untuk Menjaga Kesehatan Mental

13 Jul 2026

Rachmat Gobel Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Industri Nasional

10 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

22 Jul 2026

Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

21 Jul 2026

Lidah Buaya dan Beragam Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

20 Jul 2026

Sambal Menjadi Pelengkap Hidangan yang Sulit Dipisahkan dari Kuliner Indonesia

19 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.