Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Silpa Membengkak di Kutim, DPRD Desak Pemerintah Evaluasi Pengelolaan Anggaran

DPRD Kutim Lutfi RahmaLutfi Rahma7 Nov 2024660
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Anggaran
Anggota DPRD Kutai Timur Yan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur, Yan, mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran, khususnya terkait dengan Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang semakin membengkak.

Yan menilai, hal ini disebabkan oleh anggaran yang baru cair di akhir tahun, sehingga menyebabkan pelaksanaan kegiatan dan layanan publik tertunda.

“Contohnya, saat ini ada lebih dari 4 triliun yang baru datang pada bulan 11. Orang baru mulai bekerja, sementara anggaran yang murni saja belum habis datang lagi. Ini mengganggu jalannya program dan layanan yang seharusnya bisa segera diterima masyarakat,” ungkap Yan.

Menurutnya, pola pengelolaan anggaran yang seperti ini tidak hanya menghambat pembangunan, tetapi juga merugikan masyarakat yang menunggu berbagai layanan dari pemerintah.

“Yang paling dikorbankan adalah masyarakat. Layanan yang seharusnya bisa segera dilaksanakan tertunda, padahal anggarannya sudah ada,” tambah Yan.

Yan juga menekankan pentingnya evaluasi bersama antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menyarankan agar kedua pihak bekerja sama dalam mencari solusi untuk memperbaiki sistem pengelolaan anggaran agar tidak terulang lagi di masa depan.

“Kita perlu evaluasi dari kedua belah pihak, pemerintah daerah dan pusat, karena mereka bekerja sama dalam hal ini,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa evaluasi ini tidak hanya untuk menemukan kesalahan, tetapi juga untuk memperbaiki sistem agar anggaran bisa digunakan tepat waktu dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperbaiki yang kurang dan melanjutkan yang baik. Kita harus bekerja lebih baik untuk masyarakat Kutim,” pungkasnya.Silpa Membengkak di Kutim, DPRD Desak Pemerintah Evaluasi Pengelolaan Anggaran

Kutai Timur — Anggota DPRD Kutai Timur, Yan, mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran, khususnya terkait dengan Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang semakin membengkak.

Yan menilai, hal ini disebabkan oleh anggaran yang baru cair di akhir tahun, sehingga menyebabkan pelaksanaan kegiatan dan layanan publik tertunda.

“Contohnya, saat ini ada lebih dari 4 triliun yang baru datang pada bulan 11. Orang baru mulai bekerja, sementara anggaran yang murni saja belum habis datang lagi. Ini mengganggu jalannya program dan layanan yang seharusnya bisa segera diterima masyarakat,” ungkap Yan.

Menurutnya, pola pengelolaan anggaran yang seperti ini tidak hanya menghambat pembangunan, tetapi juga merugikan masyarakat yang menunggu berbagai layanan dari pemerintah.

“Yang paling dikorbankan adalah masyarakat. Layanan yang seharusnya bisa segera dilaksanakan tertunda, padahal anggarannya sudah ada,” tambah Yan.

Yan juga menekankan pentingnya evaluasi bersama antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menyarankan agar kedua pihak bekerja sama dalam mencari solusi untuk memperbaiki sistem pengelolaan anggaran agar tidak terulang lagi di masa depan.

“Kita perlu evaluasi dari kedua belah pihak, pemerintah daerah dan pusat, karena mereka bekerja sama dalam hal ini,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa evaluasi ini tidak hanya untuk menemukan kesalahan, tetapi juga untuk memperbaiki sistem agar anggaran bisa digunakan tepat waktu dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperbaiki yang kurang dan melanjutkan yang baik. Kita harus bekerja lebih baik untuk masyarakat Kutim,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
APBD DPRD Kutim Kabar Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Baharuddin Desak DPRD Kaltim Tuntaskan Konflik Bendungan Marang Kayu

DPRD Soroti Ketimpangan Jalan, Tol Penting tapi Desa Juga Butuh Akses

DPRD Kutim Siap Perkuat Anggaran untuk Pengembangan UMKM Lokal

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.